Friday, January 17, 2025

Rasa yang Kurang dari All New Santa Fe Selama Test Drive Rute Bandung-Garut

 


PT Hyundai Motors Indonesia mengajak awak media untuk merasakan langsung sensasi berkendara bersama All New Hyundai Santa Fe pada 5-6 Desember 2024. Rute yang ditawarkan meliputi perkotaan di Bandung hingga kontur pegunungan menuju Kawah Kamojang, Garut.

Pada hari pertama, Kamis (5/12/2024), tim redaksi Otosia.com berkesempatan menjajal Hyundai Santa Fe Gasoline di kawasan kota Bandung. Versi ini dibekali unit mesin bensin 2.497cc GDi (Gasoline Direct Injection) berkekuatan 191 Hp dengan torsi 246 Nm.

Jantung pacu tersebut mengandalkan mesin bensin murni tanpa ada tambahan turbocharger atau motor listrik. Namun, ia telah disematkan teknologi katup variabel bertajuk Variable Intake System. Mesin SmartStream G2.5 yang digunakan terhubung dengan transmisi otomatis 8-percepatan.


Memiliki bobot kosong antara 1.795-2.295kg membuat Santa Fe bukan mobil yang ringan. Efek berat tersebut cukup terasa ketika hendak berakselerasi untuk menyalip kendaraan atau bertemu jalan menanjak. Santa Fe Gasoline membutuhkan momentum serta permainan gigi melalui paddle shift agar mendapat asupan tenaga yang sesuai.

Ketika sistem transmisi dibiarkan mengontrol penyaluran tenaga tanpa intervensi dari paddle shift, ia membutuhkan waktu sepersekian detik hingga memberikan respon tenaga mesin dan transmisi yang optimal. Namun, apabila telah mencapai titik optimal tersebut, ia tetap menyenangkan dengan tenaga positif.

Kelebihan dari mesin SmartStream Gasoline yang digunakan Santa Fe terletak pada kehalusannya. Ia terbilang sangat halus dari segi suara dan getaran, sehingga memberikan kenyamanan lebih saat melaju maupun ketika stasioner (idle).

Varian Hybrid Lebih Menyenangkan


Perjalanan berlanjut menyusuri jalur Bandung-Garut menuju Kawah Kamojang pada hari kedua, Jumat (6/12/2024). Pada etape ini, kami disuguhkan All New Hyundai Santa Fe bermesin SmartStream G1.6T-GDi HEV sebagai varian hybrid. 

Dapur pacu 1.598cc 4-silinder turbocharged hybrid yang digunakan mampu memproduksi tenaga 231 Hp serta torsi 367 Nm. Mesin ini terhubung dengan transmisi otomatis 6-percepatan. 

Hyundai Santa Fe Hybrid sukses melibas jalur Kawah Kamojang yang dipenuhi alur berliku dan naik-turun tanpa kendala. Motor listrik yang digunakan sangat membantu kala diperlukan tenaga instan, khususnya saat melewati tanjakan terjal. Satu hal yang pasti, versi bermesin hybrid terbilang jauh lebih sigap dibandingkan tipe Gasoline.

Performa handling Santa Fe pun cukup menyenangkan. Meski berat dan besar, ia tetap sigap dipakai bermanuver dengan body roll yang masih bisa ditoleransi, baik di kecepatan rendah maupun tinggi, stabil!


Baris Kedua Nanggung

Adapun satu kekurangan minor dari Santa Fe yang terletak di dalam kabin. Mobil ini dilengkapi AC double blower hingga baris paling belakang. Namun, pengaturan AC belakang terletak di baris ketiga dan absen di baris kedua. Alhasil, penumpang baris kedua harus repot-repot memutar knob AC yang ada di baris ketiga untuk menyesuaikan kecepatan blower.

Meski sangat menyenangkan untuk disetir sendiri, mungkin akan ada konsumen yang menggunakan jasa pengemudi bersama Santa Fe. Sayangnya, bangku baris kedua tidak mampu memanjakan penumpang secara maksimal.


Sebagai informasi, bangku penumpang depan memiliki pengaturan ‘relax mode’ full elektris dengan leg rest serta pendingin dan pemanas kursi, komplet untuk kenyamanan.

Sementara, jok baris kedua tidak dibekali pendingin kursi, melainkan hanya pemanas. Selain itu, ia juga tidak memiliki sandaran kaki seperti di bangku penumpang depan. Apabila disematkan rangkaian fitur jok depan di kursi belakang, kenyamanan Santa Fe bisa lebih sempurna, mengingat ia adalah SUV keluarga.




Thursday, January 16, 2025

Alasan Mitsubishi Xpander Hybrid Belum Meluncur di RI: Persaingan Harga

 


Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memberikan insentif untuk mobil bermesin hibrida, berupa Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3 persen.

Insentif tersebut dapat dimanfaatkan oleh sejumlah pabrikan untuk membuat produk hibridanya lebih cepat diterima masyarakat, termasuk Mitsubishi. Merek tiga berlian ini sejatinya memiliki produk hybrid yang akan dicintai keluarga Indonesia, yakni Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross HEV.

Intan Vidiasari, General Manager of Marketing Communication & PR Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyebut jika ada keinginan dari Mitsubishi Motor Jepang untuk meningkatkan kapasitas pabrik Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) untuk memproduksi mobil hybrid dan elektrik.

“Pak Kato, CEO Mitsubishi Motors dari Jepang mengatakan bahwa ingin meningkatkan lagi produktivitas dan volume yang ada di MMKI, sekarang kan 220 ribu unit per tahun. Beliau ingin meningkatkan lagi salah satunya dengan memproduksi model baru, termasuk hybrid dan elektrik supaya bisa tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga meningkatkan ekspor,”

Penyesuaian Harga di Ketatnya Kompetisi


Intan menjelaskan bahwa sejatinya pabrik MMKI sudah siap untuk melakukan produksi teknologi hybrid, khususnya untuk keluarga Xpander HEV. Namun, masih ada beberapa indikator yang menjadi pertimbangan, seperti penyesuaian harga dan sejumlah ubahan kebijakan pajak.

“Teknologinya sudah ada dan sudah siap, MMKI juga sudah siap untuk memproduksi. Hanya timing-nya yang belum pas untuk bisa melakukan itu, karena walaupun mendapatkan insentif, tetap harus ada penyesuaian harga. Apalagi ada opsen, PPN juga naik menjadi 12 persen, jadi bagaimana caranya kami mengeluarkan mobil yang tetap memiliki harga kompetitif,” ungkapnya.

Salah satu pertimbangan Mitsubishi adalah persaingan yang kian ketat dengan merek non-Jepang. Menurut Intan, pabrikan di luar merek Jepang mampu memasarkan produk dengan harga sangat rendah.

“Seperti yang kita tahu, kompetisinya sama brand China atau non-Japanese dengan harga yang bisa sangat rendah. Sementara kami ingin bisa bersaing. Janjinya sih tahun ini dan tahun depan pasti mengeluarkan mobil baru, salah satunya hybrid,” sambung Intan.

Luncurkan SUV 7-seater Hybrid Tahun Ini



PT MMKSI siap menghadirkan model yang benar-benar baru untuk pasar Indonesia. Produk tersebut diduga kuat sebagai versi produksi dari Mitsubishi DST Concept yang sempat tampil di PIMS 2024 lalu. 

“DST Concept yang diluncurkan di Filipina benar-benar concept car. Nah, apakah Indonesia akan menjadi negara yang memasarkan DST Concept itu? Kita nantikan dalam waktu dekat ya. Gak lama kok, pasti segera diumumkan,” ucap Intan kepada Otosia.com di Bogor pada Senin (13/1/2025).

Lebih lanjut, wanita yang akrab dengan panggilan ‘Mamabishi’ tersebut memastikan akan ada satu produk yang baru total untuk pasar Indonesia. Ketika ditanya apakah model tersebut Xpander Hybrid, ia tidak membenarkan.

“Yang sudah pasti sih satu kayaknya ya, yang belum pasti belum bisa saya sebutkan. [Xpander Hybrid?] Hmm, bukan. Kemungkinan model baru yang totally new,” pungkasnya.

Wednesday, January 15, 2025

Pengujian Teknologi YECVT Pada Yamaha Aerox Alpha di Lintasan Pendek, Begini Hasilnya!

 Pengujian Yamaha Aerox Alpha di Sentul membuktikan keunggulan YECVT, suspensi subtank, dan handling pada tiap varian.


Dalam acara peluncuran pelumas baru "Turbo Matic", Yamaha Indonesia mengajak media menjajal performa Yamaha Aerox Alpha di Sirkuit Sentul Karting, Rabu (15/01/2025). Motor ini hadir dalam tiga varian, yakni Standar, CyberCity, dan Turbo, yang masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.

Pengujian ini juga menjadi momen penting untuk merasakan teknologi terbaru Yamaha, yaitu YECVT (Yamaha Electronically Controlled Variable Transmission), yang diintegrasikan pada varian Turbo. Teknologi ini dirancang untuk memberikan akselerasi lebih responsif dan pengalaman berkendara yang optimal di berbagai kondisi.

Bagaimana hasil pengujian performa masing-masing varian Yamaha Aerox Alpha di lintasan pendek? Berikut ulasan lengkapnya.

Yamaha Aerox Alpha Turbo dengan Teknologi YECVT



Varian Turbo menjadi sorotan utama dalam pengujian ini berkat teknologi YECVT yang menawarkan dua mode berkendara, yaitu T-Mode dan S-Mode. Ketika mengawali trek, S-Mode memberikan akselerasi yang sangat responsif, terutama dengan dukungan fitur Y-Shift.

Y-Shift memungkinkan pengendara meningkatkan kecepatan secara instan. Namun, fitur ini kurang optimal pada lintasan penuh tikungan karena terbatasnya ruang untuk memanfaatkan tenaga ekstra secara maksimal. Meskipun demikian, deselerasi terasa sangat halus, membuat pengendalian di trek tetap optimal.

Pengereman pada varian Turbo juga mendapat apresiasi. Late braking terasa aman berkat rangka yang kokoh, sehingga pengendara lebih percaya diri saat melibas tikungan. Varian ini membuktikan bahwa teknologi YECVT tidak hanya meningkatkan performa, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman.

Stabilitas Maksimal dengan Varian CyberCity

Selanjutnya, Yamaha Aerox Alpha CyberCity diuji dalam tiga lap berikutnya. Varian ini menonjolkan stabilitas berkat suspensi subtank di roda belakang. Suspensi ini mampu meredam getaran dengan sangat baik, sehingga memberikan kenyamanan lebih saat menikung dalam kecepatan tinggi.

Handling CyberCity terasa ringan dan presisi, membuat pengendara lebih percaya diri di lintasan. Posisi berkendara juga dirasa ergonomis, mendukung kenyamanan untuk penggunaan jangka panjang.

Dibandingkan varian Turbo, CyberCity memiliki fokus pada kestabilan dan kenyamanan, menjadikannya pilihan ideal bagi pengendara yang mencari motor praktis untuk penggunaan harian namun tetap andal di medan menantang.

Pengalaman Berkendara dengan Varian Standar


Di sesi terakhir, varian Standar Yamaha Aerox Alpha diuji. Meskipun tidak dilengkapi suspensi subtank atau teknologi YECVT seperti varian lainnya, performa varian Standar tetap memuaskan. Mesin 155 cc 1-silinder SOHC-nya mampu menghasilkan tenaga hingga 15,4 dk dan torsi 14,2 Nm, cukup untuk memberikan akselerasi yang lincah di trek pendek.

Varian Standar juga unggul dalam hal kelincahan. Bobot yang lebih ringan membuat motor ini mudah diajak bermanuver, terutama di tikungan tajam. Posisi riding yang ergonomis memberikan kenyamanan tambahan, meskipun desainnya tidak se-premium varian Turbo atau CyberCity.

Dengan harga Rp 29.900.000, Yamaha Aerox Alpha Standar menawarkan value for money yang baik, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengendara yang menginginkan performa mumpuni tanpa fitur tambahan.

Harga dan Pilihan Warna Yamaha Aerox Alpha


Yamaha Aerox Alpha tersedia dalam empat varian dengan rentang harga yang kompetitif:

  1. Standar: Rp 29.900.000 (Silver Yellow, Matte Blue, Red, Black).
  2. CyberCity: Rp 33.990.000 (CyberCity dan Matte Blue Yellow).
  3. Turbo: Rp 39.550.000 (Matte Dark Grey).
  4. Turbo Ultimate: Rp 41.730.000 (Matte Dark Grey).

Setiap varian dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda, mulai dari penggunaan harian hingga performa tinggi di lintasan. Dengan pilihan warna menarik dan fitur canggih, Yamaha Aerox Alpha mampu memenuhi ekspektasi berbagai segmen konsumen.

Kesimpulan dari Pengujian di Sirkuit Sentul


Pengujian Yamaha Aerox Alpha di Sirkuit Sentul membuktikan bahwa setiap varian memiliki karakteristik unik. Varian Turbo unggul dalam performa berkat teknologi YECVT dan fitur Y-Shift, sedangkan CyberCity menonjol dalam stabilitas dengan suspensi subtank-nya. Sementara itu, varian Standar menawarkan kelincahan dan kenyamanan dengan harga yang lebih terjangkau.

Melalui pengujian ini, Yamaha menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan sepeda motor matic yang sesuai dengan kebutuhan konsumen modern. Dengan performa andal, teknologi canggih, dan harga kompetitif, Yamaha Aerox Alpha menjadi salah satu pilihan terbaik di segmennya.

Tuesday, January 14, 2025

Egoisme Truk ODOL: Mengintai Nyawa dan Ganyang Infrastruktur

Sejumlah oknum perusahaan mengabaikan sektor keselamatan jalan raya demi meraup keuntungan maksimal dengan truk 'ODOL'.


Truk dengan kategori Over Dimension and Overload (ODOL) atau kelebihan beban muatan beberapa kali merenggut nyawa pengguna jalan tak bersalah. Keserakahan perusahaan guna memaksimalkan keuntungan seakan tak memperhitungkan aspek keselamatan.

Padahal, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 telah mengatur dengan jelas pembagian dimensi dan beban truk ke dalam kelas I, II, III, dan Khusus. Namun, hingga kini tak jarang truk yang melebihi kapasitas terlihat wara-wiri di jalan.

Rifat Sungkar sebagai praktisi safety driving menyatakan geram dengan kehadiran truk ODOL di jalan raya. Menurutnya, truk ODOL memberikan tiga dampak negatif terhadap sejumlah aspek di jalan raya.

"Pertama, tentu kendaraan itu tidak didesain untuk ‘dicekik’ terus sepanjang masa. Kalau terus-terusan keberatan muatan, berarti mesinnya bekerja sangat maksimal. Ketika mesin bekerja secara maksimal, masalah akan timbul pada komponen lainnya,” jelas Rifat


Kemudian, ia menjelaskan bahwa bobot berlebih akan membuat rem bekerja dua kali lipat lebih berat ketika melakukan deselerasi dan berhenti di tanjakan atau turunan. Hal tersebut dapat membuat rem akan lebih panas dan berisiko malfungsi.

Truk ODOL juga memberikan efek negatif pada kelancaran arus lalu lintas. Kelebihan muatan membuat truk kesulitan ketika dihadapkan dengan jalan menanjak, secara otomatis ia akan berjalan lebih lambat dari kendaraan sekitar.

“Faktor lainnya itu ketika banyak truk kelebihan beban muatan, mereka sangat mengganggu di jalan tol dengan kecepatan rendah. Jalan lurus aja pelan apalagi ketemu tanjakan. Nah, itu memberikan efek domino ke belakang yang membuat jalan terhambat dan efek ekonominya tidak dapat,” sambung Rifat.

Lebih lanjut, truk ODOL merusak infrastruktur khususnya permukaan jalan. Rifat juga menyebut, truk kelebihan beban membuat banyak jalan jadi hancur sehingga menyebabkan ketidaknyamanan.

“Dampak terakhirnya adalah jalan jadi banyak yang hancur. Kalau jalan hancur bikin gak selamat dan nyusahin orang. Gue lagi menghimbau banget para stakeholder terutama Kementerian Perhubungan,” tukasnya

Suami dari aktris Sissy Prescillia ini pun menilai perusahaan yang memaksakan truk bermuatan berlebih tidak mempedulikan aspek keselamatan. Melainkan hanya fokus pada keuntungan belaka. 

“Makanya gue marah banget! Karena mereka (oknum perusahaan) adalah orang-orang yang tidak peduli pada keselamatan, mereka hanya mikirin keuntungan,” pungkas Rifat tegas.

Kecelakaan Mobil Barang Tembus 6 Juta Kasus

Berdasarkan data Korlantas Polri, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 165.614.547 kasus kecelakaan di Indonesia. Naik sekitar 5 juta kejadian dibandingkan pada tahun 2023 sebanyak 160.434.918.

Adapun kecelakaan mobil angkutan barang pada 2024 yang melibatkan 6.250.035 kendaraan. Meningkat 1,91 persen dari tahun 2023 di angka 6.132.671 kejadian.

Monday, January 13, 2025

Mazda 6 Listrik Meluncur, Daya Tempuh Capai 552 km

 Mazda 6e kembaran EZ-6 di pasar China siap meluncur di Eropa. Simak selengkapnya!


Mazda Motor Europe secara resmi memperkenalkan Battery EV (BEV) Mazda 6e pada gelaran Brussels Motor Show 2025 di Belgia pada Jumat (10/1/2025). Sedan EV pertama Mazda ini akan mulai dipasarkan di Eropa pada musim panas 2025.

Mazda 6e menjadi versi Eropa dari Mazda EZ-6, sedan mid-size BEV yang lebih dulu diluncurkan pada Beijing Auto Show bulan April 2024. BEV yang serba baru ini dirancang untuk mencapai kinerja dan fungsionalitas berkendara guna memenuhi kebutuhan pelanggan Eropa.

“Mazda6e dikembangkan melalui kolaborasi antara Mazda dan Changan Automobile Co., Ltd, mitra Mazda selama 20 tahun di Cina. Mazda 6e mengusung desain ‘Kodo’ khas Mazda, keahlian, dan kinerja berkendara, namun hadir dengan penggerak elektrifikasi dan teknologi kabin pintar ala Changan Automobile,” jelas Mazda dikutip dari keterangan resmi, Senin (13/1/2025).


Mengadopsi tema desain "Modern Authentic," bentuk coupe Mazda 6e yang aerodinamis dan mengalir mengekspresikan pesona inheren mobil, ditambah dengan kebaruan yang unik untuk kendaraan listrik. Kinerja pengereman dan pengendalian disetel dengan cermat, hingga mampu respon secara linier terhadap reaksi pengemudi. 

Kombinasi ideologi tersebut menghasilkan terminologi Jinba Ittai. Mazda 6e juga menampilkan fungsi pintar, termasuk sistem penggerak cerdas yang memberikan dukungan bagi pengemudi serta teknologi mitigasi kecelakaan dan kabin pintar dengan voice command, touch screen, dan gesture control. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan standar untuk keamanan dan kenyamanan.

Spesifikasi Mazda e6 cukup menjanjikan. Ia dibekali dua pilihan kapasitas baterai, mulai dari 68,8kWh dengan jarak tempuh 479km, dan 80kWh yang memiliki range 552km. Bicara dimensi, 6e punya panjang total 4.921mm, lebar 1.890mm, tinggi 1.491mm, dan wheelbase 2.895mm.

Sunday, January 12, 2025

Hyundai ‘Gantung’ Status Mobil yang Diberikan ke Shin Tae-yong

 Hyundai belum memutuskan nasib tiga unit mobil yang 'diberikan' ke Shin Tae-yong. Simak selengkapnya!


Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memberhentikan Shin Tae-yong sebagai pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Tokoh yang akrab disapa STY tersebut ‘diberikan’ tiga unit mobil oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). 

Selesainya tugas sebagai pelatih Timnas, STY dikabarkan akan kembali ke kampung halamannya yakni Korea Selatan (Korsel). Lalu, bagaimana nasib ketiga mobil ‘pemberian’ tersebut?

Sebagai informasi, tiga mobil yang diterima STY terdiri dari Hyundai Staria, Hyundai Palisade, dan Genesis G80 Electrified Long-Wheelbase. Chief Operating Officer (COO) PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto belum bisa memberikan kepastian terkait tiga unit mobil tersebut.

“Terkait dengan isu itu, kita masih mempelajari, tapi yang terpenting adalah semangat dari kita untuk meningkatkan kontribusinya Hyundai terhadap peningkatan kualitas olahraga nasional, terutama sepak bola,” tutur Frans kepada Otosia.com di Jakarta, Kamis (9/1/2024).


Ketika ditanya terkait nasib kendaraan tersebut, ia mengaku bahwa saat ini HMID belum berkoordinasi dengan PSSI maupun Shin Tae-yong. Sebab, pihaknya fokus memperkenalkan produk baru.

Frans menambahkan, meski STY tak lagi menjadi bagian dari Timnas Indonesia, Hyundai tetap akan bermitra dengan PSSI dan mendukung penuh aktivitas sepak bola Tanah Air. Salah satunya dengan mensponsori kejuaraan BRI Liga 1.

“Kita tidak hanya melakukan dukungan itu terhadap pelatih Shin Tae-yong, tapi kita juga memberikan sponsorship terhadap BRI Liga 1, pemain-pemain di Liga 1, dan pengembangan pemain-pemain di Liga 1,” jelas Frans.

“Pastinya, kita mendukung bukan terhadap individunya (Shin Tae-yong), tapi kita mendukung dari segi operasionalnya. Dari situ kita mengharapkan ada peningkatan kualitas olahraga Indonesia khususnya sepak bola. Akan ada kejutan khusus untuk sepak bola kita, ditunggu saja,” tutupnya. 

Kepergok Uji Jalan, MAKA Siap Luncurkan Motor Listrik Baru?

 


Beberapa waktu sebuah motor listrik terpergok sedang uji di jalan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Motor listrik tersebut diduga kuat bermerk MAKA.

Tampilan sepeda motor MAKA Motors yang tertangkap kamera saat berada di jalan raya tersebut terciduk sedang melakukan syuting.

Dugaan motor baru MAKA tersebut diperkuat dengan pengajukan paten desain ke DJKI dan memiliki desain yang menarik.

Maka Motors yang ditanya soal motor listrik berdesain modern tersebut tidak membantahnya

“Kalau dilihat dari foto, memang ada kemiripan dengan motor kami. Tapi, kan belum tentu itu adalah sepedamotor yang sama dengan yang kami desain. Kalau motor yang akan kami luncurkan desainnya keren banget dan gagah. Range-nya juga jauh banget, bisa jadi yang terjauh untuk motor listrik yang ada di Indonesia. Tapi sabar ya, nanti kita pasti untuk tanggal launchingnya. Sebentar lagi, kok,” kata Raditya Wibowo, CEO MAKA Motors.

Berjenis Maxi Scooter


Pada tes di jalan raya tersebut kendaraan yang diduga produk MAKA Motors sudah menggunakan plat nomor warna biru, yang menunjukkan ini adalah motor listrik. Desainnya terlihat gagah dan kabarnya nyaman dikendarai.

Kalau dilihat dari desain dan dimensinya, motor ini masuk ke dalam kelas maxi scooter. Desainnya terlihat gagah dan keren sesuai dengan selera orang Indonesia, menunjukkan bahwa MAKA Motors memiliki fasilitas dan kemampuan R&D sendiri sehingga memahami kebutuhan orang Indonesia.

Jadwal Peluncuran dan Harga


MAKA Motors sebagai solusi atas kekhawatiran umum konsumen kendaraan listrik (customer pain points) dikabarkan bakal meluncurkan motor barunya tersebut pada 15 Januari 2025 mendatang.

Muncul spekulasi bahwa produk MAKA Motor tersebut bakal dijual dengan harga sekitar Rp 40 jutaan.

“Saya belum bisa kon￾rmasi apakah foto itu produk MAKA Motors atau bukan. Pokoknya surprise, deh. Tapi yang pasti, sebentar lagi MAKA Motors akan meluncurkan produk perdana. Tinggal hitungan hari. Jadi mohon ditunggu, ya, informasinya,” tukas Raditya Wibowo.


Resmi Bela Yamaha AS Racing di WorldSSP 2026, Aldi Satya Mahendra Janji Tampil Sebaik Mungkin

  Pembalap binaan  Yamaha Racing Indonesia ,  Aldi Satya Mahendra , resmi dipastikan bertahan di  WorldSSP  2026 dan akan membela skuad anya...