Thursday, July 31, 2025

Danilo Petrucci Dikabarkan Sepakat dengan BMW Gantikan Toprak Razgatlioglu di WorldSBK 2026

 

Danilo Petrucci dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Rokit BMW Motorrad untuk berkolaborasi di WorldSBK 2026. Jika rumor ini memang benar, maka 'Petrux' akan menjadi pengganti juara dunia 2021 dan 2024, Toprak Razgatlioglu.

Seperti yang diketahui, Razgatlioglu secara mengejutkan memilih meninggalkan BMW akhir musim nanti. Pembalap asal Turki ini memutuskan pindah ke MotoGP pada 2026 untuk membela tim satelit Yamaha, Prima Pramac Racing.

BMW mengakui memaklumi keinginan 'El Turco', tetapi tak memungkiri bahwa mencari penggantinya bukanlah misi yang mudah. Pabrikan asal Jerman ini pun sempat dirumorkan melakukan negosiasi dengan dua juara WorldSBK lainnya, Jonathan Rea dan Alvaro Bautista.

Ingin Jadi Juara Dunia, Tapi Ragu Bisa Sukses Bareng Barni

Namun, dalam Seri Hungaria pada 25-27 Juli 2025, rumor yang beredar di paddock WorldSBK justru menyatakan bahwa Petrucci lah kandidat terkuat pembalap anyar BMW. Saat ini, mantan pembalap MotoGP itu sedang membela Ducati lewat Barni Spark Racing Team.

Mengendarai Ducati Panigale V4R, Petrucci sejatinya tampil sangat kompetitif awal musim ini. Namun, ia tidak yakin bahwa Barni, yang merupakan tim satelit, memiliki peluang besar untuk mengantarkannya memperebutkan gelar dunia.

"Bersama Barni, saya kembali ke permainan dan bisa mencoba memenangi balapan, dan kini saya ingin mencoba merebut gelar dunia. Jika bertahan di tim yang sama, entah apakah saya bisa melakukannya," ujar Petrucci via GPOne, Jumat (25/7/2025).


Beban Jadi Pengganti Toprak Razgatlioglu

Meski begitu, pada Rabu (30/7/2025), GPOne melaporkan Petrucci telah mencapai kesepakatan dengan BMW setelah diwakili manajer pribadinya, Alberto Vergani, untuk melakoni negosiasi. Meski begitu, tak diketahui berapa lama durasi kontrak yang akan diterima rider 34 tahun itu.

"Danilo akan menunggangi M 1000 RR di WorldSBK musim depan. Kisah kehidupan kedua Petrux bersama Barni akan berakhir. Kisah mereka tak hanya berlangsung di trek, tetapi juga penuh dengan podium dan kemenangan, termasuk hattrick kemenangan tak terlupakan tahun lalu di Cremona.

"Motor Jerman itu sudah menanti Danilo di cakrawala, dengan tongkat estafet yang sangat berat untuk diteruskan, yakni milik Toprak Razgatlıoglu, sosok utama yang tak tergantikan di atas M 1000 RR dalam dua musim terakhir," pungkas media asal Italia itu.

Nah, apakah Danilo Petrucci benar-benar akan menggantikan Toprak Razgatlioglu di Rokit BMW Motorrad musim depan? Nantikan perkembangan beritanya ya!


Wednesday, July 30, 2025

Max Verstappen Makin Mantap Bertahan di Red Bull, George Russell Dekati Kesepakatan Baru dengan Mercedes

 

George Russell dikabarkan mendekati perpanjangan kontrak dengan Mercedes AMG Petronas untuk melanjutkan kolaborasi di Formula 1 musim depan. Kontrak ini dikabarkan berdurasi 'multi-tahunan', yang setidaknya berdurasi dua musim.

Kontrak Russell dengan Mercedes habis akhir musim nanti, dan skuad yang bermarkas di Brackley, Inggris, itu tak kunjung memberinya kontrak baru. Hal ini menyusul keinginan Team Principal Mercedes, Toto Wolff, menggaet Max Verstappen yang saat ini membela Oracle Red Bull Racing.

Kontrak Verstappen dengan Red Bull baru akan berakhir pada 2028. Namun, sejak tahun lalu, Wolff mengincar 'Super Max' setelah dipastikan ditinggal Lewis Hamilton ke Scuderia Ferrari HP tahun ini. Keduanya sempat menjalani negosiasi yang kian intensif beberapa bulan terakhir.

Sebut George Russell Bakal 'Tidur Nyenyak' pada Musim Panas

Namun, sejak dicabutnya Christian Horner dari jabatan Team Principal Red Bull usai Seri Inggris pada awal Juli, Verstappen justru dirumorkan ingin menghormati kontraknya saat ini. Sikap Verstappen ini pun membuat misi Wolff dan Mercedes mendapatkan tanda tangannya jadi terhambat.

Alhasil, kini Wolff mulai mempertimbangkan mempertahankan Russell. Hal ini pun disampaikan oleh Wolff di Seri Belgia. Pria asal Austria tersebut bahkan mensinyalir bahwa kontrak baru Russell akan ditandatangani sebelum jeda musim panas, yakni setelah Seri Hungaria akhir pekan nanti.

"Sebagai pembalap, dia sangat dewasa dan stabil, jadi menurut saya itu tak berdampak pada performanya. Saya justru ingin dia ada di posisi aman sejak awal. Kami belum mewujudkannya, tapi saya optimistis dia akan tidur nyenyak selama jeda musim panas," ujar Wolff seperti yang dikutip Sky Sports F1 pada Selasa (29/7/2025).


Sebut Russell vs Verstappen Bisa Seperti Senna vs Prost

Meski begitu, Wolff masih tidak mau menutup kemungkinan untuk menandemkan Russell dan Verstappen di timnya pada masa mendatang, meski banyak pihak meyakini bahwa ambisi ini tidak cukup realistis. Sebab, Russell dan Verstappen dikenal tidak akur selama satu tahun terakhir.

Bagi Wolff, prospek ini justru menarik karena berpotensi menciptakan rivalitas ala Ayrton Senna vs Alain Prost di McLaren pada akhir 1980-an. "Itu (duet Russell dan Verstappen) lebih kepada skenario jangka panjang, mungkin terdengar terlalu jauh," tutur Wolff.

"Saat ini, saya ingin bertahan dengan Kimi (Antonelli) dan George. Semua alternatif lainnya tidak realistis. Namun, jelas, jika Anda punya susunan pembalap Russell-Verstappen, itu bagaikan Prost-Senna, bukan?" pungkasnya.

Sumber: Sky Sports F1


Tuesday, July 29, 2025

Perjuangan Lewis Hamilton di Musim Perdana Bareng Ferrari, Tak Puas Meski Tampil Spektakuler di Formula 1 Belgia 2025

 

Pembalap Scuderia Ferrari HP, Lewis Hamilton, pulang dari Formula 1 GP Belgia 2025 dengan perasaaan kecewa. Padahal, ia secara menakjubkan finis ketujuh usai start dari pitlane dalam balapan utama di Spa-Francorchamps yang diawali dengan hujan, Minggu (27/7/2025).

Sebelumnya, Hamilton tertinggal di Q1 dalam sesi kualifikasi Sprint akibat mengalami spin dan hanya mampu start dari posisi 18. Ia juga sekadar finis ke-15 di Sprint race. Pada Minggu, Hamilton terpaksa start dari pitlane karena mengganti power unit sebelum balapan utama dimulai.

Balapan ini dimulai dengan rolling start, di mana para pembalap membuntuti Safety Car selama lima lap. Setelah Safety Car kembali ke pitlane, balapan yang sesungguhnya pun dimulai. Hamilton berkendara dengan tenang, terus memperbaiki posisi dengan performa mobil ala kadarnya.

Belum Juga Podium dan Menang di Balapan Utama


Sang tujuh kali juara dunia berhasil finis ketujuh dan dinobatkan sebagai Driver of the Day. "Saya selalu menikmati balapan dalam kondisi seperti itu. Rasanya sangat sulit karena harus start dari belakang dalam kondisi di mana sejak awal sangat sulit untuk melihat," ujar Hamilton lewat situs resmi kejuaraan usai finis.

"Kami melakukan rolling start yang menurut saya tak perlu dilakukan. Saya tak tahu kenapa mereka memutuskan itu, karena lintasannya sudah cukup kering dan semburan air tak terlalu parah. Namun, senang bisa bangkit dari posisi belakang, memperbaiki posisi, dan meraih poin," lanjut pembalap berusia 40 tahun ini.

Meski berusaha melihat sisi positif dari balapan ini, Hamilton tak bisa memungkiri hasilnya yang tak memenuhi ekspektasi pada musim perdananya bersama Ferrari. Ia memang berhasil memenangi Sprint Seri China dan finis ketiga di Sprint Seri Miami. Namun, fakta dirinya belum juga meraih podium dan kemenangan di balapan utama cukup mencengangkan.


Beda Nasib dengan Charles Leclerc

Meski tampil spektakuler di Belgia, Hamilton sama sekali tidak puas, apalagi sang tandem, Charles Leclerc, tampil lebih baik. Dalam Sprint, pembalap Monako itu finis keempat, serta berhasil finis ketiga dan naik podium dalam balapan utama. Hamilton pun menyatakan bahwa ia ingin segera melupakan pekan balap di Belgia, dan fokus pada seri berikutnya.

"Bukan hasil yang saya inginkan, dan jelas ini akhir pekan yang ingin segera saya lupakan. Namun, ada hal positif yang bisa diambil dari performa mobil. Tim bekerja luar biasa seperti biasa sepanjang akhir pekan, dan strategi mereka juga sangat bagus. Jadi, terima kasih untuk mereka, dan saya akan berusaha tampil lebih baik akhir pekan depan," lanjutnya.

Usai Seri Belgia, Hamilton duduk di peringkat keenam klasemen pembalap dengan 109 poin, tertinggal 30 poin dari Leclerc di peringkat kelima. Ia pun berharap bisa mendapatkan performa yang lebih baik dari Ferrari dalam Seri Hungaria di Sirkuit Hungaroring pada 1-3 Agustus 2025 berdasarkan data yang mereka peroleh di Belgia.


Hasil Sprint dan Grand Prix Lewis Hamilton di 13 Seri Pertama Formula 1 2025

  • Seri 1 - Australia: Posisi 10
  • Seri 2 - China: Menang (Sprint), Diskualifikasi (Grand Prix)
  • Seri 3 - Jepang: Posisi 7
  • Seri 4 - Bahrain: Posisi 5
  • Seri 5 - Arab Saudi: Posisi 7
  • Seri 6 - Miami: Posisi 3 (Sprint), Posisi 8 (Grand Prix)
  • Seri 7 - Emilia Romagna: Posisi 4
  • Seri 8 - Monako: Posisi 5
  • Seri 9 - Spanyol: Posisi 6
  • Seri 10 - Kanada: Posisi 6
  • Seri 11 - Austria: Posisi 4
  • Seri 12 - Inggris: Posisi 4
  • Seri 13 - Belgia: Posisi 15 (Sprint), Posisi 7 (Grand Prix)

Monday, July 28, 2025

Aprilia Pede Sikat Marc Marquez di Sisa MotoGP 2025, Yakin Jorge Martin Naik Podium Sebentar Lagi

 

CEO Aprilia RacingMassimo Rivola, yakin skuadnya bakal tampil jauh lebih garang pada paruh kedua MotoGP 2025, yang menyisakan 10 seri. Sikap optimistis ini muncul setelah timnya kembali menaungi Marco Bezzecchi dan Jorge Martin sejak Seri Ceko, usai Martin absen lama akibat cedera parah.

Saat ini, Marquez memang berkuasa. Ia meraih 11 kemenangan Sprint dan 8 kemenangan Grand Prix, serta memuncaki klasemen pembalap, unggul 120 poin dari rival terdekatnya, Alex Marquez. Namun, belakangan ini, Bezzecchi menunjukkan bahwa RS-GP bisa mengancam Marquez dan Ducati.

Tak hanya itu, usai 12 seri berlalu, Aprilia kini menduduki peringkat kedua di klasemen konstruktor, tepat di belakang Ducati. Dengan mulusnya adaptasi Martin, disusul dengan hasil apiknya di Seri Ceko, Rivola pun makin yakin Aprilia bisa jauh lebih kompetitif di 10 seri terakhir musim ini.

Tunggu Saja Gebrakan di Bulan September

Kepada Crash.net, Jumat (25/7/2025), Rivola bahkan mengaku yakin bahwa Aprilia bakal menggebrak pada bulan September bersama 'Bez' dan 'Martinator'. Ia juga percaya bahwa sebentar lagi Martin akan kembali naik podium, setelah berhasil finis ketujuh di balapan utama Seri Ceko.

"Perubahan di dalam tim dilakukan untuk bertarung memperebutkan gelar, jadi jelas kami belum berada di posisi yang kami inginkan. Namun, saya bisa katakan bahwa kami punya sejumlah faktor yang meringankan. Menurut saya, nilai Aprilia akan terlihat mulai bulan September," ujarnya.

"Saya rasa Jorge takkan butuh banyak balapan untuk kembali memperebutkan podium. Ini bukan berarti mengurangi kontribusi Marco, yang sudah melakukan pekerjaan luar biasa. Toh jika kami berada di sini sekarang, itu berkat dia dan Lorenzo Savadori (test rider Aprilia)," lanjut pria Italia ini.

Red Bull Ring Jadi Kunci Penting

Melihat kekuatan Bezzecchi, Martin, dan performa RS-GP, Rivola yakin Aprilia bakal lebih konsisten bertarung dengan Marquez dan Ducati, yang saat ini tampil superior. Namun, ia juga meyakini Aprilia harus menilai performa mereka sendiri di Red Bull Ring, Austria, 15-17 Agustus 2025.

"Jika kami bisa bertarung dengan Marquez yang mengendarai Ducati, yakni motor yang terasa tak terkalahkan, maka saya yakin kami juga bisa mengalahkannya. Saya tidak merasa kami terlalu jauh tertinggal, terutama di beberapa sirkuit tertentu.

"Salah satu trek kunci tentu saja adalah Austria, yang bukan merupakan salah satu trek unggulan kami. Melihat cara Marco balapan dan bagaimana motor kami beradaptasi dengan berbagai trek, saya hanya bisa merasa optimistis," pungkas eks Sporting Director Scuderia Ferrari di Formula 1 ini.


Saturday, July 26, 2025

Bangga Banget! Ini Profil Arai Agaska, Rider Indonesia Pertama yang Menangi Balapan R3 BLU CRU World Cup

 

Pembalap muda Indonesia, Arai Agaska, sukses menorehkan sejarah di kejuaraan R3 BLU CRU World Cup. Sebab, ia menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu memenangi kejuaraan yang tergabung dalam program 'SBK Roadway' yang juga kelas pendukung WorldSBK ini.

Arai memenangkan Race 1 Seri Hungaria di Sirkuit Balaton Park pada Sabtu (26/7/2025). Ini sekaligus merupakan podium ketiga Arai di R3 BLU CRU World Cup 2025, setelah ia finis ketiga dalam Race 1 Seri Portugal dan finis kedua dalam Race 1 Seri Emilia Romagna.

Dalam balapan ini, Arai start keempat dan langsung bertarung di depan dengan Alessandro di Persio dan Teppei Kugawa. Ketiganya terus menjalani aksi saling salip sebelum Arai akhirnya mengambil alih pimpinan balap pada lap terakhir dan meraih kemenangan.

Sebelumnya, kejuaraan ini bernama R3 bLU cRU European Championship yang berstatus ajang Eropa, di mana rider Indonesia lainnya, Aldi Satya Mahendra, meraih lima kemenangan pada 2023. Namun, kejuaraan tersebut berubah menjadi R3 BLU CRU World Cup pada 2024 dan berganti status menjadi ajang dunia.


Masih Rookie Tapi Langsung Moncer di Ajang Dunia


Arai yang masih berusia 17 tahun dan berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, berstatus rookie alias debutan di R3 BLU CRU World Cup 2025. Namun, ia langsung konsisten bertarung di papan atas dan mengancam para rivalnya yang kebanyakan sudah punya pengalaman balapan di sirkuit-sirkuit Eropa.

Arai sendiri memulai kariernya di balap motor sejak belia, setelah ayahnya membelikan motor saat ia masih kecil. Ia kemudian menjalani balapan motocross, sebelum beralih ke disiplin road race saat duduk di bangku kelas 6 SD.

Arai pun sudah malang melintang di berbagai kejuaraan balap motor nasional, seperti Yamaha Sunday Race, Yamaha Cup Race, OnePrix, dan Mandalika Racing Series. Arai bahkan menjuarai kelas R15 bLU crU Junior Pro di bLU cRU Yamaha Sunday Race 2022 dan 2023.

Juga pada 2023, Arai mendapatkan jatah wildcard untuk balapan di kelas UB150 Asia Road Racing Championship (ARRC). Membela LFN H.Putra 969 Indonesia Racing Team, Arai tampil di Seri Indonesia, China, dan Thailand. Ia bahkan menggebrak dengan memenangi Race 2 di Mandalika.


Mentereng di AP250 ARRC, Jadi Modal ke R3 BLU CRU World Cup

Pada 2024, rider kelahiran Mataram, Lombok, ini membela Yamaha Racing Indonesia dan menjalani debutnya di kelas yang lebih bergengsi di ARRC, yakni Asia Production 250 alias AP250. Setelah meraih beberapa podium, Arai pun mengakhiri musim di peringkat keempat dengan koleksi 122 poin.

Tahun ini, Arai menjalani debutnya di R3 BLU CRU World Cup 2025. Usai memenangi Race 1 Seri Hungaria di Balaton Park, Arai sedang menduduki peringkat kelima klasemen pembalap dengan koleksi 86 poin.

Arai akan kembali turun lintasan dalam Race 2 Seri Hungaria di Balaton Park pada Minggu (27/7/2025). Berikut profil singkat dan deretan prestasi Arai Agaska.


Profil Singkat dan Deretan Prestasi Arai Agaska

Nama lengkap: Arai Agaska Dibani Laksana

Tempat, tanggal lahir: Mataram, Nusa Tenggara Barat, 3 Maret 2008

Nomor balap: 38

Deretan prestasi Arai Agaska:

  • 2022: bLU cRU Yamaha Sunday Race (R15 bLU cRU Junior Pro) - Juara
  • 2023: bLU cRU Yamaha Sunday Race (R15 bLU cRU Junior Pro) - Juara
  • 2023: Asia Road Racing Championship (UB150 - LFN H.Putra 969 Indonesia Racing Team) - Peringkat 12
  • 2024: Asia Road Racing Championship (AP250 - Yamaha Racing Indonesia) - Peringkat 4
  • 2025: R3 BLU CRU World Cup (BLU CRU Yamaha Racing Indonesia) - Peringkat 5 (sampai Race 1 Seri Hungaria)

Friday, July 25, 2025

Strategi Berani Vanenburg Jadi Kunci Kebangkitan Indonesia U-23 Lawan Thailand U-23 di Semifinal Piala AFF U-23 2025

 

 Timnas Indonesia U-23 berhasil membalikkan keadaan saat menghadapi Timnas Thailand U-23 berkat strategi tak terduga dari sang pelatih, Gerald Vanenburg. Perubahan besar yang dilakukan sang juru taktik menjadi titik balik kebangkitan Garuda Muda.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (25/07/2025), menyajikan duel ketat di semifinal Piala AFF U-23 2025. Thailand memberikan perlawanan sengit meski harus bertahan dalam tekanan serangan Indonesia.

Meski penguasaan bola dikuasai Indonesia, Thailand sempat unggul lebih dulu lewat gol dari Yotsakorn Burapha. Namun, Indonesia mampu menyamakan kedudukan melalui sundulan Jens Raven yang mengubah jalannya laga.

Laga akhirnya ditentukan lewat adu penalti, di mana Indonesia menang 7-6. Kemenangan ini memperpanjang napas Garuda Muda untuk tampil di final dan membuka peluang meraih gelar juara.


Manuver Taktikal Vanenburg: Tiga Pergantian Sekaligus

Thailand membuka keunggulan pada menit ke-60 lewat skema serangan balik yang efektif. Situasi itu memaksa Gerald Vanenburg untuk segera melakukan perubahan dalam taktik permainan.

Pada menit ke-77, Vanenburg mengambil keputusan mengejutkan dengan melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Achmad Maulana, Dominikus Dion, dan Rahmat Arjuna ditarik keluar.

Rahmat Arjuna menjadi nama yang mengejutkan dicadangkan, mengingat kontribusinya cukup merepotkan pertahanan lawan. Ia digantikan Brandon Scheunemann, sementara Maulana digantikan Alfharezzi Buffon dan Dion digantikan Muhammad Ferarri.


Ferarri Digeser ke Depan, Thailand Kehilangan Fokus

Vanenburg ternyata melakukan pendekatan berbeda setelah memasukkan tiga pemain tersebut. Muhammad Ferarri dipasang sebagai tandem Jens Raven di lini depan, sebuah pergeseran posisi yang terbilang tidak lazim.

Brandon Scheunemann diplot di lini tengah sebagai jangkar utama, sedangkan Buffon mengisi pos fullback kanan. Taktik ini langsung memengaruhi keseimbangan pertahanan Thailand.

Kehadiran Ferarri di lini serang berhasil membuat pertahanan Gajah Perang kehilangan fokus. Hal ini menciptakan celah yang dimanfaatkan Raven untuk mencetak gol penyama lewat sundulan kepala di menit ke-84 dari situasi sepak pojok.

Ferrari saat itu menarik perhatian dua pemain lawan sekaligus. Ini menciptakan ruang bagi Raven untuk mencari posisi menyambut bola umpan Rayhan Hannan.


Buffon Bangkit dan Bantu Pertahanan Lebih Solid



Alfharezzi Buffon sejatinya sempat menjadi starter di awal turnamen, namun performa yang belum stabil membuatnya dicadangkan. Pada laga kontra Thailand, ia masuk ke lapangan dari bangku cadangan untuk menggantikan Achmad Maulana.

Meski tidak banyak membantu di lini serang, Buffon tampil lebih tenang dan fokus menjaga sisi pertahanan. Ia mencatatkan dua momen krusial untuk menghentikan peluang berbahaya dari Thailand.

Salah satu intersepsinya terjadi saat lawan nyaris mencetak gol ke gawang kosong, dan satu tekel bersih lainnya menyelamatkan Indonesia dari situasi satu lawan satu. Selain itu, eksekusi penaltinya di babak tos-tosan turut menyegel kemenangan Garuda Muda.


Jadwal Final Piala AFF U-23 2025

Pertandingan: Timnas Vietnam U-23 vs Timnas Indonesia U-23

Stadion: Gelora Bung Karno

Hari: Selasa, 29 Juli 2025

Kickoff: 20.00 WIB

Siaran Langsung TV: Indosiar, SCTV

Hasil Kualifikasi Sprint Formula 1 GP Belgia 2025: Oscar Piastri Rebut Pole, Kalahkan Max Verstappen

 

Pembalap McLaren F1 TeamOscar Piastri, sukses merebut pole mencatatkan waktu tercepat dalam sesi kualifikasi sprint Formula 1 GP Belgia 2025 di Sirkuit Spa-Francorchamps, pada Jumat (25/7/2025).

Pembalap Australia ini diikuti oleh pembalap Oracle Red Bull Racing, Max Verstappen, di posisi kedua, dan pembalap McLaren F1 Team, Lando Norris, di posisi ketiga.

Sementara itu, posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh pembalap Scuderia Ferrari HP, Charles Leclerc, dan pembalap MoneyGram Haas F1 Team, Esteban Ocon.

Berikut hasil kualifikasi sprint Formula 1 GP Belgia 2025 di Sirkuit Spa-Francorchamps.

Hasil Kualifikasi Sprint Formula 1 GP Belgia 2025

  1. Oscar Piastri - McLaren F1 Team
  2. Max Verstappen - Oracle Red Bull Racing
  3. Lando Norris - McLaren F1 Team
  4. Charles Leclerc - Scuderia Ferrari HP
  5. Esteban Ocon - MoneyGram Haas F1 Team
  6. Carlos Sainz jr - Atlassian Williams Racing
  7. Ollie Bearman - MoneyGram Haas F1 Team
  8. Pierre Gasly - BWT Alpine F1 Team
  9. Isack Hadjar - Visa Cash App Racing Bulls
  10. Gabriel Bortoleto - Stake F1 Team Kick Sauber
  11. Liam Lawson - Visa Cash App Racing Bulls
  12. Yuki Tsunoda - Oracle Red Bull Racing
  13. George Russell - Mercedes AMG Petronas
  14. Fernando Alonso - Aston Martin Aramco
  15. Lance Stroll - Aston Martin Aramco
  16. Alex Albon - Atlassian Williams Racing
  17. Nico Hulkenberg - Stake F1 Team Kick Sauber
  18. Lewis Hamilton - Scuderia Ferrari HP
  19. Franco Colapinto - BWT Alpine F1 Team
  20. Kimi Antonelli - Mercedes AMG Petronas

Jadwal Pekan Balap Formula 1 GP Belgia 2025

Jumat, 25 Juli 2025

17:30-18:30 WIB: Practice 1

21:30-22:15 WIB: Sprint Qualifying

Sabtu, 26 Juli 2025

17:00-18:00 WIB: Sprint

21:00-22:00 WIB: Qualifying

Minggu, 27 Juli 2025

20:00 WIB: Race (44 lap)

Wednesday, July 23, 2025

Para Bos Aprilia Puji Jorge Martin Habis-habisan Usai MotoGP Ceko, Tak Pernah Ragukan Talenta dan Ambisinya

 

CEO Aprilia RacingMassimo Rivola, dan sang Manajer Tim, Paolo Bonora, melempar pujian kepada Jorge Martin atas aksinya yang memukau dalam MotoGP Ceko 2025 di Brno usai absen begitu lama. Apalagi, hubungan kedua pihak sempat retak, sehingga performa dan hasil apiknya ini seolah menjadi pelipur lara.

Martin yang cedera parah akibat tiga kecelakaan pada awal tahun, harus absen 10 seri dan baru kembali beraksi di Ceko. Jam terbangnya di atas RS-GP pun kalah jauh dari sang tandem, Marco Bezzecchi. Selain itu, ia juga sempat terpikir meninggalkan Aprilia akhir musim nanti, meski akhirnya membatalkan niat itu.

Sang juara dunia bertahan langsung menggebrak sekalinya kembali berlaga. Martin langsung lolos ke Kualifikasi 2, Sabtu (19/7/2025), dan bertarung di delapan besar dalam Sprint sebelum akhirnya finis ke-11. Dalam balapan utama, Minggu (20/7/2025), Martin sukses finis ketujuh dan meraih 9 poin.

Yakin Jorge Martin Bakal Makin Termotivasi


Hasil Martin yang tak terduga ini melengkapi kebahagiaan Aprilia setelah Bezzecchi berhasil finis kedua dalam balapan utama, juga Raul Fernandez yang finis kelima. Rivola menyebut aksi 'Martinator' sebagai aksi comeback yang luar biasa, membuktikan bahwa RS-GP memang sangat berpotensi kompetitif.

“Hasil ini tidak sempurna, karena'sempurna' adalah jika para rider kami finis di posisi pertama dan kedua. Namun, saya sangat senang untuk Marco, sangat senang untuk Jorge, dan sangat senang untuk Raul," ungkap mantan Sporting Director Scuderia Ferrari di Formula 1 ini lewat MotoGP.com.

"Saya sangat senang untuk Jorge karena kami benar-benar tak tahu apa pun soal kondisinya. Marco juga tampil luar biasa usai start yang sempurna. Ini comeback yang istimewa. Saya benar-benar senang. Anda juga bisa lihat motor kami cepat, jadi saya rasa Jorge akan punya motivasi besar dalam dirinya," lanjutnya.

Aprilia Setia Menanti Kembalinya Jorge Martin

Bonora juga menyatakan hasil apik ini adalah bukti keseriusan Martin memperbaiki hubungannya dengan Aprilia, sesuai yang ia nyatakan dalam rapat tertutup pada Kamis (17/7/2027) malam waktu Brno. Pria Italia ini juga menyatakan kru Aprilia sama sekali tak pernah meragukan talenta dan ambisi Martin.

“Semua anggota tim menunggunya tanpa keraguan atau masalah sedikit pun. Itu momen yang sangat istimewa, akhir pekan yang spesial. Ini sangat penting bagi kami karena kehadiran Jorge di tim memberi kami motivasi tambahan," ungkap Bonora kepada TNT Sports.

"Kini kami punya dua pembalap yang kuat dan bertalenta di garasi kami. Dengan masa depan yang sudah jelas, menyenangkan rasanya bisa mulai merencanakan pengembangan berikutnya. Kami sangat senang mendapati Jorge bersama Marco," pungkasnya.

Sumber: MotoGP, TNT Sports

Tuesday, July 22, 2025

Kelamnya Kiprah Joan Mir Sejak Gabung Honda: Sering Ditabrak, Jadi Pembalap Paling Sial di MotoGP?

 

Pembalap Honda HRC CastrolJoan Mir, baru-baru ini mendapat simpati dari para penggemar MotoGP akibat nasib sial yang lagi-lagi menimpanya. Sebab, ia dua kali mengalami insiden yang mengacaukan balapannya di Brno, Ceko, 18-20 Juli 2025. Sayang, nestapa ini sudah ia derita sejak bergabung dengan tim pabrikan Honda pada 2023.

Sepanjang akhir pekan, Mir sejatinya tampil menjanjikan, apalagi jika mengingat performa RC213V yang masih terpuruk. Juara dunia Moto3 2017 dan MotoGP 2020 ini bahkan secara mengejutkan menduduki posisi kelima di sesi kualifikasi, yang berarti posisi start terbaiknya musim ini. Alhasil, ia dijagokan bertarung di zona podium.

Sayang, dalam Sprint, Sabtu (19/7/2025), ia melakukan kesalahan start, sehingga hanya mampu finis di posisi 19. Dalam balapan utama pada Minggu (20/7/2024), ia pun berebut posisi keenam dengan Alex Marquez pada awal balapan. Namun, Marquez terjatuh di Tikungan 12 pada Lap 2 dan menyeret serta Mir. Keduanya otomatis gagal finis.

Untuk kesekian kalinya, Mir mengalami nasib tak beruntung, yang lagi-lagi bukanlah kesalahannya. Sejak bergabung dengan Honda pada 2023, Mir sudah berusaha sebaik mungkin menargetkan hasil maksimal. Namun, misinya ini kerap dihambat oleh performa motor yang tak kompetitif dan sulit dijinakkan, serta kerap tersenggol oleh pembalap lain.


Admin Media Sosial Honda Sampai Blak-blakan Frustrasi


"Bukan kesalahannya sendiri, @JoanMirOfficial LAGI-LAGI disenggol keluar. Sang pembalap baik-baik saja. Kalian tak bisa mengarang-ngarang ini. Apalagi yang bisa kami lakukan atau katakan?" tulis Honda HRC Castrol via X saking kesalnya melihat Mir tertabrak oleh Marquez.

Tak lama, mereka memberikan kabar yang menambah daftar kesialan Mir. "Penerbangannya ke rumah malam ini juga dibatalkan," tulis mereka. Sebagai catatan, dalam Seri Jerman sepekan sebelumnya, Mir juga ditabrak oleh Ai Ogura sampai gagal finis. Beruntung, dalam dua insiden ini, Mir lolos dari cedera apa pun.

Mir, yang sejauh ini baru merebut satu kemenangan di MotoGP, mengalami nasib buruk sejak cedera engkel yang cukup parah pada pertengahan 2022, yakni saat ia masih membela Suzuki Ecstar. Kecelakaan di Austria kala itu membuatnya absen 4 seri dan 2 kali finis tanpa poin, sebelum menutup musim di Valencia dengan finis keenam.

Pada akhir musim 2022 pula, Mir ditinggalkan Suzuki mundur dari MotoGP,. Kontroversi ini membuatnya 'terpaksa' hengkang ke Repsol Honda, yang kini berubah nama menjadi Honda HRC Castrol. Namun, membela tim paling berprestasi dalam sejarah MotoGP ternyata tidak jadi jaminan. Sebab, kesialan Mir justru bertambah.


Catatan Prestasi Joan Mir Sejak Bela Honda, Jarang Dapat Poin


Musim 2023 terdiri dari 20 seri, dan kala itu performa Honda sangat terpuruk sampai-sampai ditinggalkan oleh Marc Marquez ke Gresini Racing pada 2024. Pada musim itu, Mir yang masih beradaptasi dengan RCV, sama sekali tak pernah mendapatkan poin di Sprint. Ia juga 15 kali gagal meraih poin dalam balapan utama, meski sempat finis kelima di Seri India.

Musim 2024 juga tak bisa dibilang oke bagi Mir. Dari 20 seri yang digelar, ia hanya pernah sekali finis di zona poin dalam Sprint, yakni ketika ia finis kesembilan dan meraih satu poin di Seri Jerez. Mir juga tercatat 13 kali gagal meraih poin di balapan utama, dengan hasil terbaiknya finis ke-11 di Seri Emilia Romagna.

Musim 2025 pun sudah berjalan 12 seri dari 22 seri yang direncanakan. Sejauh ini, Mir tercatat 8 kali gagal finis di Sprint dan 8 kali gagal finis di balapan utama. Terutama setelah Seri Ceko, Mir pun mendapatkan simpati baik dari timnya sendiri, penggemar MotoGP maupun dari kompetitornya dan para penghuni paddock.


Joan Mir Yakin Semua Insiden Dipicu Buruknya Performa RC213V

Uniknya, meski frustrasi kerap disenggol dan ditabrak oleh pembalap lain, Mir mengaku tidak percaya pada hal-hal semacam 'nasib sial'. Ia justru meyakini semua insiden ini ada sangkut pautnya dengan performa Honda yang belum juga bangkit secara optimal. Rendahnya kecepatan puncak (top speed) RCV membuat para rival kian berani menyerangnya.

"Saya tak percaya ketidakberuntungan. Kami bertarung dengan motor yang 5-10 km/jam lebih cepat di trek lurus. Alhasil, mereka bisa menjangkau kami dan berpikir mereka bisa menyalip di area pengereman. Saya sendiri selalu mengerem dengan keras, karena itulah tempat di mana saya bisa mengejar catatan waktu," ujarnya via Crash.net.

"Namun, mereka optimistis, sehingga melepas tuas rem dan hal-hal ini terjadi. Hal-hal ini sudah terjadi dalam beberapa balapan terakhir, hal yang sama kembali terjadi hari ini (Minggu) dan pasti akan terjadi lagi di masa depan jika kami tidak melangkah maju. Cara terbaik menghindari situasi seperti ini adalah melaju lebih cepat. Inilah yang kami kerjakan bersama tim," pungkas Mir.

Saat ini, pembalap berusia 27 tahun itu sedang menduduki peringkat 19 klasemen pembalap dengan 32 poin, tertinggal 20 poin dari sang tandem, Luca Marini, yang ada di peringkat 15. Keduanya akan kembali turun lintasan dalam MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, pada 15-17 Agustus 2025 mendatang.

Langsung Kompetitif Bareng Aprilia Usai Cedera Parah, Jorge Martin Kembali Temukan Arah Hidup

 

Pembalap Aprilia RacingJorge Martin, sangat senang bisa langsung kompetitif dalam MotoGP Ceko 2025 di Brno usai absen lama akibat cedera parah berkepanjangan. Ia pun bangga atas pencapaiannya ini dan merasa telah menemukan kembali arah hidupnya setelah menderita selama masa pemulihan.

Martin yang mengalami tiga kecelakaan pada awal tahun, harus absen 10 seri dan baru kembali beraksi di Ceko. Jam terbangnya di atas RS-GP pun masih minim. Selain itu, ia juga sempat dirundung kontroversi karena terpikir meninggalkan Aprilia akhir musim nanti, meski akhirnya membatalkan niat itu.

Sang juara dunia bertahan langsung menggebrak sekalinya kembali berlaga. Martin langsung lolos ke Kualifikasi 2 pada Sabtu (19/7/2025), dan bertarung di delapan besar dalam Sprint sebelum akhirnya finis ke-11. Dalam balapan utama, Minggu (20/7/2025), Martin sukses finis ketujuh dan meraih 9 poin.


Sempat Cemas Bakal Kelelahan


“Saya merasa bangga. Saat cedera, saya sulit menemukan kembali arah hidup saya. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Sekarang akhirnya saya kembali ke 'bisnis'. Itu hari yang baik," ungkap pembalap berjuluk 'Martinator' ini kepada TNT Sports usai balap.

"Saya sangat fokus setelah 10 lap demi menemukan apa yang saya butuhkan untuk masa depan. Saya tampil konsisten. Saya pikir saya akan lebih kelelahan. Saya pikir ban akan mengalami degradasi besar, tapi ternyata tidak. Saya senang. Saya nyaman bersama Aprilia, dan itu sangat penting," lanjutnya.

Lanjut Fokus Pemulihan pada Masa Liburan Musim Panas

Martin mengakui bahwa tadinya ia tak memiliki target muluk dan hanya ingin menguji dirinya sendiri dengan mencoba menyalip pembalap di depannya dan kemudian finis. Target ini pun terpenuhi karena ia sempat menjalani duel sengit dengan Jack Miller. Ia juga kian memahami karakter RS-GP.

“Saya sangat yakin kami bisa meraih hal-hal besar di masa depan. Biasanya, pada rehat musim panas, saya istirahat, hanya naik motor satu atau dua hari. Namun, kali ini, saya akan berusaha untuk pulih. Saya akan mencoba bersantai, tapi juga berlatih agar bisa kembali lebih kuat," tutup Martin.

Allegri, Arsenal, dan Malam Ketika AC Milan Mengamuk di San Siro

 

Kembalinya Massimiliano Allegri ke kursi pelatih AC Milan membawa banyak cerita lama ikut menyeruak ke permukaan. Pria Italia berusia 57 tahun itu dipercaya kembali menangani Rossoneri mulai musim 2025/26 setelah sempat menukangi mereka pada 2010 hingga 2014.

Milan pun sedang menjalani persiapan pramusim dengan tur ke Asia dan Australia. Saat ini, mereka sudah berada di Singapura, dan akan menghadapi Arsenal dalam laga uji coba di Stadion Nasional Singapura pada Rabu, 23 Juli 2025 pukul 18.30 WIB.

Menjelang pertemuan itu, wajar bila ingatan fans Milan melayang ke satu laga bersejarah. Pada Februari 2012, Milan besutan Allegri membantai Arsenal 4-0 di San Siro — malam di mana taktik, intensitas, dan kelas menyatu sempurna.

Pertandingan itu adalah leg pertama babak 16 besar Liga Champions musim 2011/12. Arsenal, yang waktu itu masih ditangani Arsene Wenger dan diperkuat Mikel Arteta (pelatih The Gunners sekarang), datang ke San Siro dengan reputasi kuat. Duel itu diprediksi berlangsung seimbang.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Di depan puluhan ribu tifosi yang memadati stadion, Milan tampil menggila dan benar-benar membuat Arsenal tak berkutik.

Empat gol lahir dari kaki Kevin-Prince BoatengRobinho (2), dan penalti Zlatan Ibrahimovic. Skor besar itu memberi Milan keunggulan vital meski mereka sempat ketar-ketir di leg kedua.

Allegri mengandalkan formasi favoritnya, 4-3-1-2 dengan gelandang berlian. Skema ini sebelumnya sukses membawa Milan juara Serie A pada musim 2010/11.

Boateng jadi sosok kunci di belakang duet striker, bergerak bebas mencari ruang dan menjadi penghubung antar lini. Posisi itu memberinya kebebasan untuk menghancurkan blok Arsenal dari dalam.

Salah satu peluang pertama bahkan lahir dari skema lemparan ke dalam. Kombinasi Boateng, Zlatan, dan Robinho menciptakan tembakan tajam — bukti kecermatan struktur serangan Milan.

Menekan, Merebut, Menghukum

Gol pertama Milan tercipta lewat pressing yang terorganisir. Robinho menutup jalur umpan ke sisi kanan, memaksa Szczesny melakukan kesalahan fatal.

Allegri menerapkan pressing horizontal yang membuat Arsenal kesulitan keluar dari tekanan. Antonini bertahan lebar demi mengawal Walcott dan mencegah peralihan ke sisi jauh.

Sementara itu, Van Bommel dan Mexes memainkan peran penting di tengah. Mexes leluasa naik karena Van Persie sendirian, sementara Van Bommel menjaga ritme dengan mematikan pergerakan Ramsey.

Kompak Saat Menyerang, Rapat Saat Bertahan

Milan bertahan dengan sangat rapi menggunakan formasi 4-3-1-2. Blok tengah dijaga ketat, memaksa Arsenal melebar dan kehilangan akses ke zona berbahaya.

Arteta sempat mencoba menekan, tapi malah membuka celah besar di sisi lain. Milan memanfaatkan situasi 3v2 dan mencetak gol dengan kecerdikan membaca ruang.

Di babak kedua, kualitas individu mengambil alih. Zlatan dan Robinho memperlihatkan sentuhan kelas atas untuk menambah gol ketiga dan membuat Arsenal makin tenggelam.


Respons Cermat sang Pelatih

Ketika Arsenal mulai mengubah pendekatan dengan menyerang dari tengah, Allegri tak tinggal diam. Ia segera mengubah formasi menjadi 4-4-2 datar dengan memasukkan Ambrosini.

Perubahan itu membuat Milan kembali solid di tengah dan menutup celah yang coba dieksploitasi Arsenal. Ini contoh nyata dari kecermatan membaca situasi pertandingan.

Gol keempat lahir dari skema matang dan gerakan tajam yang memancing pelanggaran di kotak penalti. Penalti Zlatan menutup malam yang nyaris sempurna.

AllegriBall di Puncak Performanya

Laga ini menjadi simbol kehebatan Allegri dalam mengelola taktik dan emosi tim. Milan bermain dengan struktur yang matang, pressing efektif, dan keseimbangan di semua lini.

Bukan hanya strategi awal yang bekerja, tapi juga kemampuan menyesuaikan saat permainan berubah. Allegri tahu kapan harus bertahan, kapan harus menyerang, dan kapan harus mengunci laga.

Kini, dengan kembalinya Allegri dan Arsenal kembali jadi lawan, memori itu pun terasa hidup lagi. Ini mungkin bukan Liga Champions, tapi siapa tahu Singapura jadi tempat Allegri menulis sebuah kisah baru.

Sunday, July 20, 2025

Update Klasemen Pembalap Moto3 2025

 

Klasemen sementara Moto3 2025. Usai balapan Moto3 Ceko 2025 di Sirkuit Automotodrom Brno, pada Minggu (20/7/2025), pembalap Red Bull KTM Ajo, Jose Antonio Rueda, memimpin klasemen sementara dengan koleksi 228 poin.

Pembalap Spanyol ini diikuti oleh pembalap MT Helmets-MSI, Angel Piqueras, di peringkat kedua dengan 143 poin, dan pembalap Red Bull KTM Ajo, Alvaro Carpe, di peringkat ketiga dengan 132 poin.

Sementara itu, peringkat keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh pembalap CFMoto Aspar Team, Maximo Quiles, dengan 126 poin, dan pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP, David Munoz, dengan 123 poin.

Berikut klasemen sementara Moto3 2025.

Klasemen Pembalap Moto3 2025
  1. Jose Antonio Rueda - Red Bull KTM Ajo - KTM: 228
  2. Angel Piqueras - MT Helmets-MSI - KTM: 143
  3. Alvaro Carpe - Red Bull KTM Ajo - KTM: 132
  4. Maximo Quiles - CFMoto Aspar Team - KTM: 126
  5. David Munoz - Liqui Moly Dynavolt Intact GP - KTM: 123
  6. Joel Kelso - LevelUp MTA - KTM: 110
  7. Taiyo Furusato - Honda Team Asia - Honda: 82
  8. David Almansa - Leopard Racing - Honda: 75
  9. Dennis Foggia - CFMoto Aspar Team - KTM: 73
  10. Adrian Fernandez - Leopard Racing - Honda: 71
  11. Ryusei Yamanaka - MT Helmets-MSI - KTM: 68
  12. Luca Lunetta - SIC58 Squadra Corse - Honda: 63
  13. Valentin Perrone - Red Bull KTM Tech 3 - KTM: 63
  14. Guido Pini - Liqui Moly Dynavolt Intact GP - KTM: 44
  15. Matteo Bertelle - LevelUp MTA - KTM: 40
  16. Scott Ogden - CIP Green Power - KTM: 38
  17. Stefano Nepa - SIC58 Squadra Corse - Honda: 37
  18. Jacob Roulstone - Red Bull KTM Tech 3 - KTM: 33
  19. Cormac Buchanan - BOE Motorsports - KTM: 27
  20. Riccardo Rossi - Rivacold Snipers Team - Honda: 24
  21. Nicola Fabio Carraro - Rivacold Snipers Team - Honda: 20
  22. Marcos Uriarte - MLav Racing Honda - Honda: 19
  23. Adrian Cruces - MLav Racing Honda - Honda: 13
  24. Ruche Moodley - BOE Motorsports - KTM: 11
  25. Vicente Perez - LevelUp MTA - KTM: 7
  26. Joel Esteban - Red Bull KTM Tech 3 - KTM: 7
  27. Tatchakorn Buasri - Honda Team Asia - Honda: 1
  28. Marco Morelli - BOE Motorsports - KTM: 2
  29. Noah Dettwiler - CIP Green Power - KTM: 0
  30. Eddie O'Shea - MLav Racing Honda - Honda: 0
  31. Jakob Rosenthaler - CFMoto Aspar Team - CFMoto: 0
  32. Lennoxx Phommara - SIC58 Squadra Corse - Honda: 0
  33. Max Cook - MLav Racing Honda - Honda: 0
  34. Leonardo Abruzzo - MLav Racing Honda - Honda: 0

Klasemen Konstruktor dan Tim Moto3 2025

Klasemen konstruktor:

  1. KTM: 300
  2. Honda: 152

Klasemen tim:

  1. Red Bull KTM Ajo: 360
  2. FRINSA - MT Helmets - MSI: 211
  3. CFMOTO Gaviota Aspar Team: 199
  4. LEVELUP-MTA: 169
  5. Leopard Racing: 164
  6. LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP: 149
  7. Red Bull KTM Tech3: 103
  8. SIC58 Squadra Corse: 100
  9. Honda Team Asia: 83
  10. CIP Green Power: 51
  11. Rivacold Snipers Team: 44
  12. DENSSI Racing - BOE: 40
  13. GRYD - Mlav Racing: 7

Jadwal Balapan MotoGP 2025

Seri 1: Buriram, Thailand, 28 Februari-2 Maret 2025
Seri 2: Termas de Rio Hondo, Argentina, 14-16 Maret 2025
Seri 3: Austin, Amerika Serikat, 28-30 Maret 2025
Seri 4: Lusail, Qatar, 11-13 April 2025
Seri 5: Jerez, Spanyol, 25-27 April 2025
Seri 6: Le Mans, Prancis, 9-11 Mei 2025*
Seri 7: Silverstone, Inggris, 23-25 Mei 2025
Seri 8: MotorLand Aragon, Aragon, 6-8 Juni 2025
Seri 9: Mugello, Italia, 20-22 Juni 2025
Seri 10: Assen, Belanda, 27-29 Juni 2025*
Seri 11: Sachsenring, Jerman, 11-13 Juli 2025
Seri 12: Automotodrom Brno, Ceko, 18-20 Juli 2025
Seri 13: Red Bull Ring, Austria, 15-17 Agustus 2025*
Seri 14: Balaton Park, Hungaria, 22-24 Agustus 2025*
Seri 15: Barcelona-Catalunya, Catalunya, 5-7 September 2025*
Seri 16: Misano, San Marino, 12-14 September 2025*
Seri 17: Motegi, Jepang, 26-28 September 2025
Seri 18: Mandalika, Indonesia, 3-5 Oktober 2025
Seri 19: Phillip Island, Australia, 17-19 Oktober 2025
Seri 20: Sepang, Malaysia, 24-26 Oktober 2025
Seri 21: Portimao, Portugal, 7-9 November 2025*
Seri 22: Ricardo Tormo, Valencia, 14-16 November 2025

Resmi Bela Yamaha AS Racing di WorldSSP 2026, Aldi Satya Mahendra Janji Tampil Sebaik Mungkin

  Pembalap binaan  Yamaha Racing Indonesia ,  Aldi Satya Mahendra , resmi dipastikan bertahan di  WorldSSP  2026 dan akan membela skuad anya...