Thursday, February 6, 2025

Toyota Full Senyum: Insentif Hybrid Tingkatkan Produksi dan Ekspor Hingga 100 Persen

 


Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan insentif berupa diskon Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3 persen untuk mobil hybrid yang diproduksi di dalam negeri.

Angin segar ini memberikan kesempatan besar bagi para pabrikan mobil untuk memproduksi kendaraan hibrida secara lokal. Toyota dengan segudang produk hybrid menjadi salah satu pihak yang merasakan dampak cukup besar, hingga mampu meningkatkan produksi hybrid untuk pasar domestik maupun ekspor.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor Toyota Brand (T-Brand) menurun sebesar 5 persen menjadi 276.089 unit di 2024 dari 290.772 unit pada 2023 lalu. Capaian tersebut menjadikan Toyota sebagai penyumbang 61 persen dari total ekspor kendaraan CBU dari Indonesia.


“Toyota Indonesia akan terus bekerja sama dengan seluruh rantai pasok dari hulu hingga hilir melalui performa ekspor kendaraan T-brand sebanyak 10 varian, baik kendaraan berteknologi ICE dan elektrifikasi, untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor global. Kami memastikan bahwa produk otomotif buatan SDM Tanah Air dapat menjawab kebutuhan pasar global yang semakin kompetitif,” ucap Nandi Julyanto, President Director PT TMMIN dikutip dari keterangan resmi.

Meski performa ekspor keseluruhan mengalami penurunan selama 2024, permintaan model elektrifikasi justru melonjak hingga 111 persen yakni di angka 18.553 unit, dari 8.792 unit saja pada periode 2023. 

Toyota Kijang Innova Zenix HEV sebanyak 11.790 unit dan Toyota Yaris Cross HEV sejumlah 6.763 unit menjadi dua varian hasil pabrik TMMIN Karawang Plant 1 yang paling diminati di sejumlah negara, seperti Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah.


“Kendaraan elektrifikasi yang semakin diminati menunjukkan kepeduliaan konsumen global akan isu perubahan iklim dan lingkungan “Carbon is our Enemy”. Artinya, industri otomotif nasional harus berada di depan perubahan dalam membentuk ekosistem kendaraan elektrifikasi untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional akan produk ramah lingkungan, khususnya saat memasuki era transisi energi. Salah satunya, melalui strategi multi-pathway,” sambung Bob Azam, Vice President Director PT TMMIN.

Melalui strategi Multi-pathway, Toyota menyediakan beragam pilihan teknologi kendaraan. Mulai dari Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), hingga Flexy Fuel seperti biodiesel atau bioethanol.

Selain kendaraan hybrid, TMMIN juga sukses mengekspor sebanyak 110.714 unit Veloz dan Fortuner sebagai dua varian favorit sejumlah negara. 


No comments:

Post a Comment

Resmi Bela Yamaha AS Racing di WorldSSP 2026, Aldi Satya Mahendra Janji Tampil Sebaik Mungkin

  Pembalap binaan  Yamaha Racing Indonesia ,  Aldi Satya Mahendra , resmi dipastikan bertahan di  WorldSSP  2026 dan akan membela skuad anya...