Saturday, November 1, 2025

Hasil BRI Super League, Bhayangkara FC vs Persita Tangerang: Gol Telat Damjanovic Selamatkan Bhayangkara dari Kekalahan

 

 Bhayangkara FC selamat dari kekalahan di pertandingan pekan ke-10 BRI Super League 2025/2026. Berhadapan dengan Persita TangerangThe Guardian mampu bermain imbang dengan skor 1-1.

Di laga ini, Persita unggul terlebih dahulu berkat gol Pablo Ganet. Namun Slavko Damjanovic sukses menyamakan kedudukan sehingga kedua tim berbagi satu angka.

Berkat hasil ini, Persita Tangerang bertengger di peringkat ketiga dengan raihan 18 poin dari 10 laga. Sementara Bhayangkara FC tertahan di peringkat ketujuh dengan raihan 15 poin dari 10 laga.

Simak jalannya pertandingan di bawah ini.


Babak Pertama

Pertandingan yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung ini berjalan dengan tempo sedang. Kedua tim sama-sama berhati-hati dalam membangun serangan mereka.

Bhayangkara FC mengambil inisiatif serangan. Sementara Persita bermain lebih bersabar dan sesekali melepaskan serangan balik.

Peluang berbahaya pertama baru tercipta di menit ke-26. Lolos dari jebakan offside, Wahyu Subo Seto melepaskan sundulan yang berhasil ditepis Igor Rodrigues.

Tidak lama berselang, giliran Persita yang mengancam melalui tembakan menusuk Hokky Caraka dari sisi kanan yang bisa dihentikan oleh Aqil Savik. Javlon Gusyenov sempat mengancam melalui tendangan bebasnya, namun skor 0-0 tetap bertahan hingga turun minum.


Babak Kedua

Di babak kedua pertandingan berjalan seru. Persita Tangerang tampil lebih dominan atas tuan rumah dan membombardir pertahanan The Guardian dengan serangan-serangan yang mereka lancarkan.

Setelah melakukan sejumlah percobaan, Persita menjebol gawang Bhayangkara FC di menit ke-79. Memanfaatkan umpan matang dari Rayco, Pablo Ganet sukses menjebol gawang Aqil Savik sehingga tim tamu unggul 0-1 di laga ini.

Usai tertinggal, Bhayangkara FC meningkatkan intensitas serangan mereka. Di menit ke-86, The Guardian sukses menyamakan kedudukan setelah umpan Firza Andika diselesaikan dengan sempurna oleh Slavko Damjanovic menjadi gol. Skor kembali sama kuat 1-1.

Jual beli serangan antara kedua tim berlanjut. Namun skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.


Susunan Pemain Kedua Tim

Bhayangkara FC (4-3-3): Aqil Savik; Firza Andhika, Nehar Sadiki, Slavko Damjanovic, I Putu Gede Juni Antara; Lautaro Belleggia, Wahyu Subo Sseto, Moises Wolschichk; Sani Rizki Fauzi, Ginanjar Wahyu, Dendy Sulistyawan

Pelatih: Paul Munster

Persita Tangerang (4-3-3): Igor Rodrigues; Mario Jardel, Tamirlan Kozubaev, Ryuji Utomo, Muhammad Toha; Pablo Ganet, Bae Sin Yeong, Javlon Guseynov; Hokky Caraka, Andrejic Aleksa, Rayco Medina

Pelatih: Carlos Pena



Friday, October 31, 2025

Mario Aji Resmi Tetap Bela Honda Team Asia di Moto2 2026, Ngaku Waktunya Buktikan Diri

 

Pembalap muda Indonesia, Mario Aji, merasa sangat senang mendapatkan perpanjangan kontrak dari Idemitsu Honda Team Asia di Moto2 2026. Hal ini diumumkan skuad junior Honda tersebut pada Jumat (31/10/2025).

Mario, yang sudah didukung Honda sejak belia, menjalani kariernya di Grand Prix melewati sejumlah program 'Road to MotoGP', dimulai dari Asia Talent Cup 2018, di mana ia mengakhiri musim di peringkat kelima.

Selama tiga musim berikutnya, Mario pun berlaga di dua program Road to MotoGP yang lebih bergengsi, yakni Red Bull Rookies Cup dan CEV Moto3 Junior World Championship (kini bernama JuniorGP).


Masih Dipercaya untuk Tampil Kompetitif di Moto2


Pada 2021, Mario pun mendapatkan kesempatan untuk menjalani debut Grand Prix sebagai pembalap wildcard Honda Team Asia di Moto3 Emilia Romagna, sebelum akhirnya mendapatkan kontrak penuh pada 2022 dan 2023.

Pada 2024, Mario pun naik ke kelas Moto2, juga bersama Honda Team Asia. Sayangnya, Mario belum pernah mengecap podium. Awal musim ini, ia sempat tampil menjanjikan dengan finis kesembilan di Seri Austin, sebelum absen panjang akibat cedera.

Meski begitu, Honda Team Asia masih memberikan kepercayaan pada Mario untuk tampil kompetitif di Moto2 2026, di mana ia akan bertandem dengan Taiyo Furusato. Berikut pernyataan resmi pembalap berusia 21 tahun tersebut seperti yang dilansir dari rilis resmi tim.


Pernyataan Resmi Mario Aji

"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada HRC, Honda, dan seluruh manajemen yang terus memberikan kepercayaan kepada saya.

"Tak banyak yang perlu dijelaskan: tahun depan, apa pun yang terjadi, saatnya untuk membuktikan diri. Saya harus menunjukkan bahwa semua orang yang masih percaya kepada saya telah membuat keputusan yang tepat.

"Saya merasa puas, tetapi saya tahu harus bekerja keras selama musim dingin ini agar hasilnya benar-benar berarti pada tahun 2026.

"Masih ada dua balapan tersisa musim ini, dan saya akan memberikan segalanya untuk belajar serta menyerap sebanyak mungkin hal positif sebagai persiapan untuk tahun depan. Sekali lagi, terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan."

Sumber: Honda Team Asia

Thursday, October 30, 2025

7 Pasangan Kakak-Adik Tersukses di MotoGP, Keluarga Marquez vs Keluarga Rossi Saling Pepet!

 

MotoGP 2025 tak pelak lagi merupakan musim spektakuler bagi Keluarga Marquez. Marc Marquez sukses jadi juara dunia, sementara sang adik, Alex Marquez, sukses jadi runner up. Mereka menjadi kakak-adik pertama yang menduduki peringkat 1-2 klasemen dalam sejarah Grand Prix.

Sejauh ini, Marc mengoleksi 11 kemenangan, sementara Alex mengoleksi tiga. Sayang, Marc absen sampai akhir musim akibat cedera bahu, sehingga koleksinya tak bisa bertambah musim ini. Di lain sisi, Alex masih bisa menambah koleksinya, karena masih ada dua seri tersisa.

Sepanjang sejarah, setidaknya ada tujuh pasangan kakak-adik yang sama-sama pernah meraih setidaknya satu kemenangan di kelas-kelas Grand Prix yang mereka ikuti. Sampai saat ini, Keluarga Rossi-Marini masih mendominasi, karena mengawinkan 121 kemenangan Grand Prix.

Statistik Keluarga Rossi-Marini vs Keluarga Marquez

Valentino Rossi diketahui mengoleksi 115 kemenangan, sementara Luca Marini mengoleksi 6 kemenangan. Marquez Bersaudara pun mengawinkan 114 kemenangan, di mana Marc mengoleksi 99 kemenangan dan Alex mengoleksi 15 kemenangan.

Namun, soal gelar dunia, koleksi Keluarga Rossi-Marini masih kalah dari Keluarga Marquez. Sebab, Rossi mengantongi 9 gelar dunia, sementara Marini belum pernah jadi juara dunia. Di lain sisi, Marc mengoleksi 9 gelar dunia, sementara Alex memiliki 2 gelar dunia.

Berikut tujuh pasangan kakak-adik yang sama-sama pernah meraih setidaknya satu kemenangan Grand Prix. Simak rinciannya yuk


Duet Kakak-Adik Pemenang Balapan Grand Prix

Can Oncu dan Deniz Oncu

  • Can Oncu: 0 gelar, 1 kemenangan, 1 podium
  • Deniz Oncu: 0 gelar, 5 kemenangan, 17 podium

Aleix Espargaro dan Pol Espargaro

  • Aleix Espargaro: 0 gelar, 3 kemenangan, 12 podium
  • Pol Espargaro: 1 gelar, 15 kemenangan, 52 podium

Brad Binder dan Darryn Binder

  • Brad Binder: 1 gelar, 17 kemenangan, 46 podium
  • Darryn Binder: 0 gelar, 1 kemenangan, 6 podium

Nobuatsu Aoki dan Haruchika Aoki

  • Nobuatsu Aoki: 0 gelar, 1 kemenangan, 7 podium
  • Haruchika Aoki: 2 gelar, 9 kemenangan, 20 podium
  • *) Takuma Aoki meraih 4 podium, tanpa kemenangan dan tanpa gelar dunia

Dominique Sarron dan Christian Sarron

  • Christian Sarron: 1 gelar, 7 kemenangan, 37 podium
  • Dominique Sarron: 0 gelar, 4 kemenangan, 16 podium

Marc Marquez dan Alex Marquez

  • Marc Marquez: 9 gelar, 99 kemenangan, 165 podium
  • Alex Marquez: 2 gelar, 15 kemenangan, 54 podium

Valentino Rossi dan Luca Marini

  • Valentino Rossi: 9 gelar, 115 kemenangan, 235 podium
  • Luca Marini: 0 gelar, 6 kemenangan, 17 podium



Wednesday, October 29, 2025

4 Pelatih yang Berpotensi Angkat Koper dari BRI Super League: Nasib Peter de Roo di Ujung Tanduk?

 

Persaingan di BRI Super League 2025/2025 makin panas. Bukan hanya di klasemen klub, beberapa pelatih juga duduk di 'kursi panas' setelah hasil yang mereka dapatkan pada pekan ke-10 BRI Super League.

Di klasemen, Borneo FC jadi tim paling konsisten. Pesut Etam selalu menang pada delapan laga yang dimainkan. Borneo FC memimpin klasemen, dengan hanya kebobolan empat kali. Posisi Fabio Lefundes sudah pasti aman.

Sebelumnya, sudah ada Eduardo Almeida yang harus kehilangan jabatan sebagai pelatih Semen Padang. Sementara, Bernardo Tavares mundur dari posisinya sebagai juru taktik PSM Makassar karena alasan finansial.

Kini, ada beberapa pelatih lagi yang mungkin akan angkat koper dari persaingan BRI Super League. Dua nama benar-benar berada dalam tekanan yakni Jan Olde Rierekink dan Peter de Roo. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya

Jan Olde Rierekink


Jan Olde Rierekink telah melewati proses selama dua musim bersama Dewa United. Setelah finis peringkat kedua pada musim 2024/2025, Rierekink diharapkan mampu membawa Dewa United bersaing untuk gelar juara pada musim ini.

Demi mencapai target itu, Dewa United juga berbenah di bursa transfer. Hanya saja, performa tim justru menurun. Dewa United berada di peringkat ke-12, lima kali kalah dari sembilan laga. Posisi Rierekink mulai tidak aman.

Eduardo Perez


Fans Persebaya Surabaya menaruh harapan besar pada Eduardo Perez. Dia diminta untuk melebihi catatan Paul Munster pada musim 2024/2025 lalu. Hanya saja, sejauh ini, Eduardo Perez belum menemukan titik stabil di Persebaya.

Hingga pekan ke-9, Persebaya berada di posisi ke-10 klasemen dengan 11 poin. Suara tidak puas atas kinerja Eduardo Perez mulai mengemuka di media sosial. Jika beberapa laga ke depan gagal meraih hasil positif, posisi Eduardo Perez tidak akan aman.


Peter de Roo


Peter de Roo benar-benar berada di ujung tanduk. Sebab, hasil yang didapat persis Solo sangat mengkhawatirkan. Persis Solo tidak pernah menang dalam delapan laga secara beruntun di BRI Super League.

Di bawah kendali Peter de Roo, Persis hanya mampu mendapat lima poin dari sembilan laga. Mereka berada di posisi ke-17 klasemen, hanya unggul dari Semen Padang. Persis kebobolan 18 kali dan hanya mencetak delapan gol.


Marquinhos Santos


Performa Arema FC sejatinya tidak terlalu buruk. Pada pekan ke-9, Singo Edan mampu meraih kemenangan tandang di markas PSM Makassar. Namun, hasil di laga kandang jadi beban besar bagi pelatih asal Brasil itu.

Arema FC kalah tiga laga kandang beruntun di BRI Super League. Terakhir, Singo Edan kalah dengan skor 1-3 dari Borneo FC. Usai laga tersebut, Marquinhos dapat protes langsung dari fans atau Aremania.



Tuesday, October 28, 2025

Fernando Alonso Kesal FIA Abaikan Pelanggaran Potong Jalur di Formula 1 GP Meksiko 2025

 

Fernando Alonso melontarkan kritik keras terhadap Federasi Balap Mobil Internasional (FIA) setelah insiden balapan Formula 1 GP Meksiko 2025. Ia menilai FIA Stewards gagal menegakkan aturan ketika sejumlah pembalap memotong lintasan di tikungan-tikungan awal.

Juara dunia 2025 dan 2006 tersebut merasa keputusan FIA tidak adil dan merugikan pembalap yang tetap berada di jalur balap. Alonso menyebut bahwa beberapa rivalnya justru mendapatkan keuntungan meski keluar dari batas lintasan.

Situasi ini membuat Alonso frustrasi karena, menurutnya, FIA tampak tidak konsisten dalam menerapkan regulasi. Ia bahkan menuduh badan pengatur itu menutup mata terhadap pelanggaran yang terjadi di lap pembuka.

Alonso Nilai FIA Tidak Tegas di Lap Pembuka

Alonso mengungkapkan bahwa insiden di tikungan pertama dan kedua GP Meksiko berlangsung kacau, namun tidak diikuti dengan tindakan tegas dari FIA. Ia merasa upayanya mempertahankan posisi dengan cara yang fair justru tidak dihargai.

"Kami berhasil menyalip beberapa mobil, kami cukup agresif di Tikungan 1 dan semuanya terlihat baik. Namun, saya pikir ada beberapa mobil yang langsung melaju lurus di Tikungan 2 dan 3, lalu kembali ke lintasan tiga atau empat posisi di depan saya," ujarnya via F1 TV.

"Jadi, saya rasa itu agak tidak adil. Ini sudah dua kali berturut-turut di lap pertama, di tikungan pertama, FIA menutup mata. Jadi, pelajaran berharga untuk kami," lanjut pembalap Aston Martin Aramco ini.

Minta Konsistensi dan Kejelasan dari FIA

Kepada ESPN, Alonso menjelaskan bahwa tindakan keluar lintasan bisa dimaklumi jika dilakukan untuk menghindari tabrakan. Namun, ia menegaskan hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk mendapatkan keuntungan posisi.

"Yang tidak boleh adalah melakukannya dengan kecepatan penuh lalu mendapatkan dua atau tiga posisi, karena seharusnya posisi itu dikembalikan. Namun, yah, mungkin FIA punya lebih banyak informasi," ungkap pembalap asal Spanyol berusia 44 tahun ini.

"Mereka melihat bahwa tidak perlu mengembalikan posisi, dan kami akan mencoba memanfaatkan situasi serupa di lain waktu. Semoga saja nanti kami berada di sisi yang diuntungkan. Namun, kami akan tetap berusaha melakukan yang terbaik,” pungkas Alonso

Sumber: F1 TV, ESPN

Monday, October 27, 2025

Daftar Rookie of The Year MotoGP dari Musim ke Musim, Fermin Aldgeuer Jadi Pemenang Edisi 2025

 

Pembalap BK8 Gresini RacingFermin Aldeguer, berhasil mengunci gelar debutan terbaik alias Rookie of The Year (ROTY) MotoGP 2025 di Sirkuit Sepang, Malaysia. Aldeguer pun menjadi pembalap ke-24 yang memenangkan gelar ini di era modern MotoGP.

ROTY adalah gelar yang diberikan kepada pembalap pendatang baru dengan peringkat terbaik di klasemen MotoGP. Musim ini, MotoGP pun memiliki tiga debutan. Selain Aldeguer, ada pula Ai Ogura (Trackhouse Racing) dan Somkiat Chantra (LCR Honda Idemitsu).

Namun, setelah finis ketujuh dalam Sprint di Sepang, Sabtu (25/10/2025), Aldeguer sukses mengunci gelar ROTY karena tak lagi bisa terkejar oleh Ogura dan Chantra meski musim ini masih menyisakan dua seri lagi.


Hanya Ada Satu Rookie Juara Dunia MotoGP


Sejak MotoGP menggantikan kelas GP500 pada 2002, hanya ada satu rookie yang mampu jadi juara dunia, yakni Marc Marquez, yang menjuarai musim 2013 bersama Repsol Honda.

Pada era modern ini, Daijiro Kato pun menjadi pemenang ROTY pertama, usai menduduki peringkat ketujuh di klasemen musim 2002. Ia juga memenangkan gelar ini bersama Gresini, yang kala itu masih bernama Fortuna Honda Gresini.

Dalam sejarah kelas MotoGP, ada empat pemenang ROTY yang tak punya lawan karena mereka merupakan debutan tunggal, yakni Sylvain Guintoli (2007), Tito Rabat (2016), Augusto Fernandez (2023), dan Pedro Acosta (2024).

Berikut daftar pemenang gelar Rookie of The Year MotoGP sejak musim 2002.

Daftar Pemenang Gelar Rookie of The Year MotoGP

2002: Daijiro Kato (Fortuna Honda Gresini) - Peringkat 7

2003: Nicky Hayden (Repsol Honda) - Peringkat 5

2004: Ruben Xaus (Pramac d'Antin Ducati) - Peringkat 11

2005: Toni Elias (Fortuna Yamaha Tech 3) - Peringkat 12

2006: Dani Pedrosa (Repsol Honda) - Peringkat 5

2007: Sylvain Guintoli* (Dunlop Yamaha Tech 3) - Peringkat 16

2008: Jorge Lorenzo (Fiat Yamaha) - Peringkat 4

2009: Mika Kallio (Pramac Ducati/Ducati Team) - Peringkat 15

2010: Ben Spies (Monster Yamaha Tech 3) - Peringkat 6

2011: Cal Crutchlow (Monster Yamaha Tech 3) - Peringkat 12

2012: Stefan Bradl (LCR Honda) - Peringkat 8

2013: Marc Marquez (Repsol Honda) - Juara dunia


2014: Pol Espargaro (Monster Yamaha Tech 3) - Peringkat 6

2015: Maverick Vinales (Suzuki Ecstar) - Peringkat 12

2016: Tito Rabat* (EG 0,0 Marc VDS Honda) - Peringkat 21

2017: Johann Zarco (Monster Yamaha Tech 3) - Peringkat 6

2018: Franco Morbidelli (EG 0,0 Marc VDS Honda) - Peringkat 15

2019: Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) - Peringkat 5

2020: Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) - Peringkat 11

2021: Jorge Martin (Pramac Racing Ducati) - Peringkat 9

2022: Marco Bezzecchi (Mooney VR46 Racing Ducati) - Peringkat 14

2023: Augusto Fernandez* (Red Bull GASGAS Tech 3) - Peringkat 17

2024: Pedro Acosta* (Red Bull GASGAS Tech 3) - Peringkat 6

2005: Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing) - Peringkat 8

Sunday, October 26, 2025

Rapor Pemain Barcelona vs Real Madrid: Pedri Kartu Merah, Lamine Yamal Hilang!

 

Barcelona harus menelan kekalahan pahit di Santiago Bernabeu setelah takluk 1-2 dari Real Madrid pada laga El Clasico, Minggu 26 Oktober 2025 malam WIB.

Dua gol dari Kylian Mbappe dan Jude Bellingham membuat Blaugrana tertinggal lima poin dari sang rival di puncak klasemen La Liga.

Skuad asuhan Hansi Flick sejatinya sempat menyamakan kedudukan lewat Fermin Lopez setelah memanfaatkan umpan Marcus Rashford. Namun, Bellingham kembali memulihkan keunggulan Los Blancos sebelum turun minum.

Di babak kedua, Wojciech Szczesny sempat menggagalkan penalti Mbappe, tapi Barcelona gagal memanfaatkan momentum tersebut.

Cedera pemain kunci seperti Lewandowski dan Gavi memaksa Flick menurunkan beberapa wajah baru, namun kreativitas dan efektivitas di lini depan kembali menjadi persoalan. Kartu merah Pedri di masa tambahan waktu menutup malam suram Blaugrana di Madrid.


Kiper dan Lini Belakang



Wojciech Szczesny (7/10)

Menjadi salah satu pemain terbaik Barca. Membuat dua penyelamatan penting di babak pertama dan tampil gemilang kala menepis penalti Mbappe. Tak bisa berbuat banyak atas dua gol Madrid.

Jules Kounde (4/10)

Kesulitan besar menghadapi kecepatan Vinicius. Beberapa kali kalah duel dan tak mampu membantu Yamal saat tim menyerang. Performa yang membuat sisi kanan Barca rapuh sepanjang laga.

Pau Cubarsi (5/10)

Masih belajar menghadapi level tertinggi. Mbappe sempat lolos dari pengawasannya untuk mencetak gol pembuka. Meski beberapa kali memblok tembakan, ia tampak kewalahan menghadapi intensitas Madrid.

Eric Garcia (5/10)

Sempat berani maju membantu serangan dari lini belakang. Namun, keputusan tangannya yang dianggap handball memberi Madrid penalti, meski tergolong keras. Secara umum tampil inkonsisten.

Alejandro Balde (5/10)

Aktif naik membantu serangan tapi minim efektivitas. Tak cukup tegas dalam duel udara melawan Militao saat Bellingham mencetak gol kedua.


Lini Tengah


Frenkie de Jong (4/10)

Terlalu aman dalam mengalirkan bola dan gagal mengimbangi pergerakan Bellingham. Kerap kehilangan jejak gelandang Madrid itu, termasuk saat gol kedua terjadi.

Pedri (5/10)

Menunjukkan sentuhan apik di beberapa momen dan berperan dalam terciptanya gol Fermin. Namun, kehilangan fokus dalam duel fisik dan akhirnya diusir keluar lapangan di menit akhir karena kartu kuning kedua.

Fermin Lopez (5/10)

Menjadi penyelamat sementara dengan gol penyeimbang, tetapi performanya tidak konsisten. Beberapa kali kehilangan bola di area berbahaya, termasuk sebelum gol yang dianulir Mbappe.

Lini Depan

Lamine Yamal (3/10)

Salah satu penampilan terburuknya musim ini. Hampir semua upaya gagal, umpan tak akurat, tembakan melenceng, dan kontribusi defensif minim. Membiarkan Kounde sendirian menghadapi Vinicius menjadi kesalahan fatal.

Ferran Torres (3/10)

Dipasang sebagai ujung tombak, tapi sama sekali tak menebar ancaman. Minim pergerakan tanpa bola dan sering kehilangan momentum. Digantikan oleh gelandang bertahan Casado saat tim butuh gol, yang menggambarkan ketiadaan kontribusinya.

Marcus Rashford (6/10)

Satu-satunya ancaman nyata di lini depan. Pergerakannya sempat membuat lini belakang Madrid panik dan menciptakan assist rapi untuk gol Fermin. Namun, efektivitasnya menurun di babak kedua.


Pemain Pengganti

Ronald Araujo (6/10)

Masuk untuk memperkuat pertahanan dan sempat melakukan blok penting. Sayangnya, posisinya sering terekspos saat Barca meningkatkan tekanan.

Marc Casado (5/10)

Masuk menggantikan Torres tapi tak memberi perubahan berarti. Tidak cukup berani menekan atau menusuk ke depan.

Roony Bardghji (?)

Baru dimainkan sepuluh menit terakhir dan tak banyak menyentuh bola.

Gerard Martin (?)

Masuk di waktu tambahan, tanpa dampak signifikan.

Resmi Bela Yamaha AS Racing di WorldSSP 2026, Aldi Satya Mahendra Janji Tampil Sebaik Mungkin

  Pembalap binaan  Yamaha Racing Indonesia ,  Aldi Satya Mahendra , resmi dipastikan bertahan di  WorldSSP  2026 dan akan membela skuad anya...