Monday, May 19, 2025

Yamaha Indonesia Bantu Arai Agaska Makin Pede di R3 BLU CRU World Cup demi Ikuti Jejak Aldi Satya Mahendra

 

Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, mengaku pihaknya akan berupaya membantu Arai Agaska Dibani Laksana untuk makin percaya diri berlaga di R3 BLU CRU World Cup 2025 demi mengikuti jejak Aldi Satya Mahendra berlaga di kelas-kelas pendukung WorldSBK.

Seperti yang diketahui, Aldi pernah berlaga di R3 BLU CRU World Cup 2023 dan menjadi runner up, sebelum naik ke kelas WorldSSP300 pada 2024 dan menjadi juara dunia. Arai sendiri menjalani debut apik di R3 BLU CRU World Cup 2025, di mana ia finis ketiga di Race 1 dan keempat di Race 2 Seri Portugal pada Maret lalu.

Ketika ditemui Bola.net di Yamaha Cup Race 2025 Seri Riau pada Sabtu (17/5/2025), Wahyu pun menyatakan bahwa Yamaha Racing Indonesia (YRI) akan terus memantau program Arai di R3 BLU CRU World Cup 2025 sebelum menentukan langkah-langkah selanjutnya untuk pembalap asal Lombok tersebut.


Ingin Arai Agaskan Lebih Mandiri Kerja Bareng Kru Eropa

"Kalau bicara mengenai Arai, kita akan lihat programnya itu di tahun pertama di R3 ini. Karena kita baru satu seri, kalau kita bisa lihat ini setelah di pertengahan musim lah. Kita mulai itu dari dulu YRI, kita udah mulai siapkan Arai untuk itu," ungkap Wahyu.

"Mulai dari komunikasi skillnya, at least walaupun belum (Bahasa) Inggris, kita buat strukturnya, kemudian mindset-nya, sehingga begitu pindah dengan tim lain, bukan bergantung dengan people gitu loh, tapi memang udah kita create system maksudnya gitu," lanjutnya.

Sebagai catatan, kelas WorldSSP300 akan digantikan oleh kelas World SportBike mulai 2026, dan Wahyu tak memungkiri bahwa Yamaha Indonesia ingin Arai berlaga di kejuaraan tersebut. Namun, ia yakin kemampuan dan mentalitas Arai masih harus diasah.

Harus Asah Strategi Juga

"Memang pelan-pelan kita harus bisa menjadikan Arai itu lebih percaya dirinya bahwa punya kemampuan yang memang harus dia asah terus. Mulai dari mentality-nya, strateginya juga, dan itu bisa dijalankan dan didapatkan di saat di R3," ujar Wahyu.

"Mudah-mudahan bisa seperti Aldi nantinya. Karena dengan enam seri dan enam sirkuit yang ada di sana itu sudah mewakili 50% dari WorldSSP," pungkasnya.

Saat ini, Arai sedang berada di peringkat keempat pada klasemen pembalap R3 BLU CRU World Cup 2025 dengan koleksi 29 poin. Ia akan kembali berlaga di Seri Emilia Romagna di Sirkuit Misano pada 13-15 Juni 2025 mendatang.

Sunday, May 18, 2025

Yamaha Indonesia Cari Bibit-Bibit Pembalap Gen Z, Pantau Tren 3 Tahun ke Depan

 

Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, akan terus memantau bibit-bibit muda dari Gen Z selama tiga tahun ke depan untuk menjadi pembalap andalan selanjutnya. Hal ini ia nyatakan di sela gelaran Yamaha Cup Race 2025 Seri Riau di Sport Centre Rumbai, Pekanbaru, Riau, Sabtu (17/5/2025).

Yamaha Cup Race sendiri merupakan salah satu ajang balap motor legendaris di Indonesia, dan musim 2025 adalah musim ke-31 kejuaraan ini digelar. Ajang ini juga telah melahirkan banyak pembalap muda Indonesia berprestasi di kejuaraan-kejuaraan internasional, bahkan di kejuaraan dunia.

Seri Riau merupakan seri pembuka Yamaha Cup Race 2025. Sebanyak 11 kelas road race diperlombakan dan diikuti 159 starter. Yamaha Cup Race kali ini juga menyajikan kategori baru, yakni Yamalube Turbo Matic Drag Battle. Baru pertama kali diperkenalkan, kategori ini langsung diikuti 417 peserta. Alhasil, Yamaha Cup Race 2025 Riau diikuti total 576 peserta.


Industri Balap Motor Indonesia Terus Berkembang

Kepada pihak kami Wahyu menyatakan bahwa kesuksesan Yamaha Cup Race membuktikan bahwa industri balap motor di Indonesia terus berkembang, sehingga bibit-bibit pembalap muda juga akan terus bertambah. Apalagi mereka juga tak segan-segan mengikuti ajang-ajang balap nasional bergengsi lainnya.

"Kita yakin bahwa dengan seperti ini, sport industry yang ke depannya akan lebih meningkat. Kemudian bibit-bibit pembalap pun juga semakin banyak. Terbukti dengan yang ikut MotoPrix, ikut kejuaraan yang lain, sampai mereka mau datang ke Mandalika Racing Series, ikut Yamaha Sunday Race," ungkap Wahyu.

Wahyu pun menyatakan Yamaha Indonesia akan melakukan monitoring pembalap muda baru mulai tahun ini, dan akan terus melakukan evaluasi sampai tiga tahun ke depan, demi mengulang jejak Aldi Satya Mahendra yang kini berlaga di WorldSSP, serta Arai Agaska Dibani Laksana yang kini mengikuti ajang R3 BLU CRU World Cup.


Pembalap Gen Z Perlu Dibimbing

"Nanti kita akan lihat tendensinya dari tahun ini. Kita akan monitor gitu. Setidaknya tiga tahun ke depan lah (lihat) apa yang terjadi, sampai kita punya plan-plan yang baru untuk tiga tahun berikutnya, karena market-nya terus berubah, terutama generasi-generasi yang memang Gen Z saat ini," ungkap Wahyu.

"Kalau dulu kan kita balapan, mungkin generasi (pembalap) kita, kita cari. Susahnya apa, kita cari literaturnya dan lain-lain. Kalau Gen Z, sekarang nggak bisa seperti itu. Mereka harus dibimbing, supaya tidak banyak kesalahan, dan tidak mudah untuk menjadikan problem. Kira-kira gitu," pungkasnya.

Seri kedua Yamaha Cup Race 2025 akan digelar di Sulawesi Selatan pada 2-3 Agustus 2025 mendatang, sementara seri ketiga akan digelar di Jawa Barat pada 29-30 November 2025.

Yamalube Turbo Matic Drag Battle 2025 Jadi Cara Jitu Gaet Gen Z Rasakan Pengalaman Balap Pakai Aerox Alpha

 

Yamaha Cup Race (YCR) 2025 akhirnya digelar di Sport Centre Rumbai, Pekanbaru, Riau, pada Sabtu (17/5/2025). Selain menyajikan sesi latihan bebas dan kualifikasi untuk kelas-kelas balapnya, YCR hari ini menghadirkan kompetisi baru, yakni Yamalube Turbo Matic Drag Battle (YTMDB).

YTMDB pun menghadirkan empat kelas, yakni YTMDB-1 Bracket 10 (Aerox Alpha YIMM Bike), YTMDB-2 Bracket 11 (Aerox Alpha Participant Bike), YTMDB-3 Bracket 10 Open (Yamaha Aerox Open), dan YTMDB-4 Bracket 11 Open (Yamaha Matic Open).

Kelas Aerox Alpha YIMM Bike diikuti oleh media, konsumen, komunitas, KOL, dan visitor, yang menggunakan motor Aerox Alpha yang disediakan oleh Yamaha. Sementara itu, Aerox Alpha Participant Bike diikuti oleh pembalap, media, konsumen, komunitas, KOL, dan visitor, yang menggunakan motor Aerox Alpha milik pribadi.

Baru Pertama Kali Digelar, Sudah Diikuti 417 Starter


Kelas Yamaha Aerox Open sendiri diikuti oleh pembalap dan komunitas pencinta Aerox, menggunakan motor Aerox Alpha dan Aerox lama milik pribadi. Di lain sisi, kelas Yamaha Matic Open, diikuti oleh pembalap dan komunitas; menggunakan matik Yamaha jenis apapun milik pribadi.

Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, pun mengaku sangat senang karena Yamalube Turbo Matic Drag Battle ini mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat Riau. Apalagi, pesertanya mencapai 417 starter. Untuk ukuran gelaran pertama, angka ini tentu sangat positif.

Tidak Dipungut Biaya, Menjangkau Anak Muda


"Aktivitas terbaru kami adalah Yamalube Turbo Matic Drag Battle. Ada empat kelas di sini, kami ingin punya inovasi dari model baru yang kami luncurkan tahun lalu. Kami juga ingin punya spirit bahwa DNA racing memang ada di produk ini. Kami juga ingin coba memberikan pengalaman berbeda sesuai dengan tren saat ini, terutama untuk menggaet Gen Z," ujarnya ketika ditemui Bola.net.

"Jika mereka bisa hadir dan terlibat dalam balapan, biasanya mereka butuh tahapan. Jadi, Aerox Drag Battle ini menjadi fundamental atau entry level kami memperkenalkan balapan yang mudah diikuti bagi mereka dan juga murah. Kami pun tidak mengenakan biaya sama sekali, dan mereka bisa merasakan performa dan fitur Aerox," pungkasnya.

Yamaha Cup Race 2025 pun berlanjut pada Minggu (18/5/2025), dan terdiri dari 11 kelas. Bolaneters bisa menyaksikannya secara live streaming lewat kanal YouTube Yamaha Racing Indonesia.

Saturday, May 17, 2025

Tunggu 2 Dekade, Yamaha Cup Race Kembali Kunjungi Riau Bareng Aerox Alpha Drag Battle

 

Yamaha Cup Race kembali digelar pada 2025, dan edisi kali ini terdiri dari tiga seri, yang dimulai di Sport Centre Rumbai, Pekanbaru, Riau, 17-18 Mei 2025. Ini adalah kunjungan perdana Yamaha Cup Race ke Riau usai gelaran pada 2004 dan 2006.

Riau pun memiliki banyak penggemar balap dan motor Yamaha, dan menjadi salah satu andalan para pembalap lokal buat tampil di berbagai kejuaraan. Faktor ini bikin Yamaha Cup Race sangat dinantikan di akhir pekan ini oleh masyarakat Riau dan para pelaku balap di sana.

”Tahun ini kami menggelar lagi Yamaha Cup Race yang dimulai di Pekanbaru, Riau, pertengahan Mei ini. Atmosfer racing sangat terasa di daerah tersebut dan masyarakat menggemari motor Yamaha termasuk tipe bebek salah satunya karena sesuai dengan geografis wilayah,” ungkap Johannes B.M.Siahaan, Assistant General Manager CS Division PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).


"Untuk berkompetisi juga dominan digunakan para pembalap, misalnya di Sumatera Cup Prix sebanyak 95 persen menggunakan motor Yamaha. Kami pun menyediakan wadah Yamaha Cup Race di Pekanbaru agar pembalap bisa menyalurkan skill dan berprestasi, serta penggemar di sini dapat menyaksikan langsung kemeriahan event ini di sirkuit maupun acara lainnya yang disediakan," lanjutnya.


Kelas-Kelas Yamaha Cup Race Riau 2025


Yamaha Cup Race Riau 2025 pun menyajikan deretan kelas-kelas balap menarik. Yang terbaru adalah kategori Yamalube Turbo Matic Drag Battle (YTMDB) di Seri 1 Yamaha Cup Race Pekanbaru. Dalam gelaran ini, terdapat 11 kelas balap Yamaha Cup Race yang diperlombakan, di antaranya:

  • YCR1 (Bebek 150cc 4T Tune Up Mix Expert)
  • YCR2 (Bebek 150cc 4T Tune Up Mix Novice)
  • YCR3 (Bebek 150cc 4T Tune Up Mix Rookie)
  • YCR4 (Bebek 125cc 2T Std Open)
  • YCR5 (Bebek 125cc 2T Std Novice)
  • YCR6 (Bebek 125cc 2T Std Pemula Riau)
  • YCR7 (Bebek 130cc 4T TU Open)
  • YCR8 (Bebek 130cc 4T TU Novice)
  • YCR9 (Bebek 130cc 4T TU Pemula Riau)
  • YCR10 (Matic Aerox Std Open)
  • YCR11 (SMK UB150 Tune Up Open)


Kelas-Kelas Yamalube Turbo Matic Drag Battle Riau 2025

Adapun untuk Yamalube Turbo Matic Drag Battle terbagi dalam empat kelas, yakni:

YTMDB-1 Bracket 10 (Aerox Alpha YIMM Bike): Peserta adalah media, konsumen, komunitas, KOL, visitor; menggunakan motor Aerox Alpha yang disediakan oleh Yamaha; cover body complete; unit engine & CVT standard pabrikan; racing tire; muffler racing

YTMDB-2 Bracket 11 (Aerox Alpha Participant Bike): Peserta adalah pembalap, media, konsumen, komunitas, KOL, visitor; menggunakan motor Aerox Alpha milik pribadi; cover body complete; unit engine & CVT standard pabrikan; racing tire/standard; muffler racing/standard

YTMDB-3 Bracket 10 Open (Yamaha Aerox Open): Peserta adalah pembalap dan komunitas; menggunakan motor Aerox Alpha dan Aerox lama milik pribadi; cover body complete; unit engine & CVT modif atau standard pabrikan; cast wheel free; racing tire/standard; muffler racing/standard

YTMDB-4 Bracket 11 Open (Yamaha Matic Open): Peserta adalah pembalap dan komunitas; menggunakan matik Yamaha milik pribadi; cover body complete; unit engine & CVT modif atau standard pabrikan; cast wheel free; racing tire/standard; muffler racing/standard

Friday, May 16, 2025

Catatan Bersejarah di Autodrom Most, Aldi Satya Mahendra Targetkan Konsisten Tambah Poin

 

Seri kelima WorldSSP 2025 bakal dihelat pada 16-18 Mei 2025 di Sirkuit Autodrom Most, Ceko. Bagi Aldi Satya Mahendra, trek tersebut memberikan momen bersejarah dalam kiprah balapannya di ajang dunia, karena pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia ini pernah meraih podium dan kemenangan di sana.

Aldi tercatat pernah memenangi balapan di Sirkuit Most dalam Race 2 WorldSSP300 Ceko 2023, ketika ia berlaga sebagai pembalap wildcard. Setahun kemudian, ketika akhirnya berlaga semusim penuh di WorldSSP300, Aldi finis ketiga dan naik podium Race 2 di trek yang sama. Alhasil, bisa dibilang trek ini cukup bersahabat dengan 'El Dablek'.

Selain itu, Aldi sedang dalam momentum positif, karena konsisten bertarung di posisi 10 besar dan terus meraup poin dari empat seri WorldSSP yang sudah berlangsung musim ini. Dalam rilis resmi Yamaha Indonesia, Kamis (15/5/2025), Aldi mengaku bersemangat menyambut balapan akhir pekan nanti di Most.

Kerahkan Kemampuan Terbaik dengan Yamaha R9


”Saya sangat bersemangat menghadapi seri kelima. Saya akan balapan di Sirkuit Autodrom Most, trek yang menyimpan memori indah karena pernah juara pertama race dan podium ketiga di WorldSSP300," ungkap rider asal Yogyakarta berusia 18 tahun ini.

"Setelah melangkah ke WorldSSP, saya berharap akan mendapatkan hasil yang lebih baik lagi dari empat putaran sebelumnya di musim ini, sekaligus meningkatkan posisi di klasemen. Saya akan terus berkomitmen untuk mengerahkan kemampuan terbaik menggunakan Yamaha R9, serta mencetak hasil memorable di Autodrom Most," lanjutnya.

Diharapkan Tembus 10 Besar Klasemen Pembalap

Saat ini, Aldi berada di peringkat 11 klasemen sementara dengan 33 poin. Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, pun berharap Aldi bisa menembus 10 besar klasemen akhir pekan nanti, terlebih lagi Most merupakan salah satu trek favoritnya.

”Balapan weekend ini menjadi kesempatan menguntungkan bagi Aldi. Meskipun ini tahun pertamanya di kejuaraan dunia WorldSSP, namun punya experience bernilai nyata di sirkuit Autodrom Most dari kompetisi sebelumnya yaitu WorldSSP 300," ujar Wahyu.

"Karenanya, kami berharap Aldi Satya Mahendra mampu mencapai hasil optimal sekaligus menambah kenangan manis di Autodrom Most dalam rentetan perjalanan karir balapannya," pungkasnya.


Jadwal Pekan Balap WorldSSP Ceko 2025

Jumat, 16 Mei 2025

  • 14:40-15:20 WIB: WorldSSP - Free Practice
  • 18:55-19:35 WIB: WorldSSP - Superpole

Sabtu, 17 Mei 2025

  • 14:30-14:40 WIB: WorldSSP - Warm up 1
  • 17:35 WIB: WorldSSP - Race 1

Minggu, 18 Mei 2025

  • 14:20-14:30 WIB: WorldSSP - Warm up 2
  • 17:35 WIB: WorldSSP - Race 2

Thursday, May 15, 2025

Prediksi Chelsea vs Manchester United 17 Mei 2025

 

Chelsea dan Manchester United akan bertemu di Stamford Bridge pada pekan ke-37 Premier League 2024/2025. Pertandingan Liga Inggris antara Chelsea vs Manchester United ini dijadwalkan kick-off Sabtu, 17 Mei 2025, jam 02.15 WIB, live streaming di Vidio.

Bagi Chelsea, laga kontra MU adalah laga yang krusial. Laga ini menjadi penentu penting bagi The Blues dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan.

Setelah sempat tampil menjanjikan, langkah Chelsea sempat tergelincir usai kalah dari Newcastle akhir pekan lalu. Sementara itu, MU kembali terperosok usai takluk dari West Ham di kandang sendiri.

Bagi The Blues, duel ini adalah momentum untuk bangkit sekaligus mempertegas ambisi kembali ke panggung elite Eropa. Bagi Setan Merah, laga ini mungkin hanya formalitas karena mereka sekarang cuma fokus ke final Liga Europa.


Chelsea Butuh Poin Penuh demi Liga Champions

Chelsea tengah mengincar posisi lima besar, yang kini jadi syarat lolos ke Liga Champions. Musim lalu, mereka hanya finis di posisi enam dan harus puas tampil di Conference League.

Namun, Chelsea tersandung di St James' Park saat kalah 0-2 dari Newcastle, hasil yang memutus rentetan lima kemenangan beruntun mereka. Kekalahan itu membuat posisi mereka di peringkat kelima kini terancam oleh Aston Villa yang punya poin sama.

Di Stamford Bridge, The Blues tetap tangguh dan jadi salah satu tim dengan rekor kandang terbaik musim ini. Chelsea hanya dua kali kalah di kandang dan belum pernah tumbang lawan MU di London Barat sejak 2021.


Performa Buruk MU di Liga


MU tak pernah menang dalam tujuh laga terakhir mereka di Premier League. Kekalahan dari West Ham pekan lalu membuat posisi mereka makin tenggelam ke urutan ke-16 klasemen.

Musim ini bisa jadi yang terburuk sepanjang sejarah Premier League bagi The Red Devils. Asa mereka hanya tinggal pada final Liga Europa pekan depan melawan Tottenham, yang bisa menyelamatkan muka klub.

Di laga tandang, performa MU juga sangat buruk dengan hanya meraih satu poin dari empat laga terakhir. Kemenangan terakhir di luar kandang adalah dua bulan lalu saat melawan Leicester City.


Masalah Cedera dan Skorsing Bayangi Kedua Tim


Chelsea kehilangan Nicolas Jackson yang terkena kartu merah saat melawan Newcastle. Dengan Christopher Nkunku dan Marc Guiu juga cedera, Enzo Maresca kehilangan stok striker murni.

Di lini belakang, Wesley Fofana dan Omari Kellyman juga absen hingga akhir musim. Kondisi ini membuat opsi rotasi Chelsea sangat terbatas di lini belakang dan depan.

MU juga tak kalah pincang. Lisandro Martinez, Joshua Zirkzee, dan Diogo Dalot cedera, sementara Leny Yoro diragukan tampil usai mengalami masalah kaki saat melawan West Ham.


Prediksi Starting XI Chelsea vs Manchester United

Chelsea (4-5-1): Sanchez; James, Chalobah, Colwill, Cucurella; Caicedo, Fernandez, Madueke, Palmer, George; Neto.

Pelatih: Enzo Maresca.

Manchester United (3-4-3): Bayindir; Fredricson, Lindelof, Shaw; Kamason, Eriksen, Ugarte, Amass; Mainoo, Garnacho, Obi.

Pelatih: Ruben Amorim.


Prediksi Skor Chelsea vs Manchester United


Dengan target jelas ke Liga Champions dan rekor kandang impresif, Chelsea punya kans besar meraih tiga poin. Apalagi, MU kemungkinan akan menurunkan tim pelapis untuk menghemat tenaga demi final Liga Europa.

MU bisa saja mengabaikan sisa laga liga mengingat posisi mereka sudah aman dari degradasi. Namun, risiko gagal mencapai 40 poin, catatan yang biasa jadi patokan tim papan bawah, tetap menghantui.

Bagi MU, laga ini bisa menjadi episode buruk lainnya di liga. Bagi Chelsea, ini bisa menjadi malam penting untuk menjaga harapan lolos ke kompetisi elite Eropa.

Prediksi skor akhir: Chelsea 3-1 Manchester United


7 Pemain Top Dunia yang Tak Pernah Main di Final Liga Champions

 

Liga Champions adalah kompetisi paling bergengsi di Eropa yang menjadi impian hampir semua pesepak bola profesional. Trofi ini dianggap sebagai simbol kesuksesan tertinggi di level klub.

Beberapa pemain beruntung bisa memenangi gelar ini lebih dari satu kali selama karier mereka. Namun, ada juga pemain hebat yang tak pernah sekalipun mencicipi final Liga Champions.

Mereka dikenal sebagai pemain kelas dunia dengan prestasi luar biasa di liga domestik maupun tim nasional. Tapi sayangnya, mereka selalu gagal mencapai panggung puncak di Eropa.

Alasan kegagalan mereka beragam, mulai dari kalah di fase gugur hingga kurang beruntung dalam undian lawan. Padahal kemampuan dan kontribusi mereka tidak diragukan lagi.

Inilah daftar tujuh pemain kelas dunia yang mengejutkan karena tak pernah bermain di final Liga Champions.


1. Ronaldo


Ronaldo memenangkan dua Ballon d'Or, dua Piala Dunia, dua gelar La Liga, dan satu sepatu emas Eropa. Prestasinya di level klub dan timnas sangat luar biasa.

Namun, trofi Liga Champions tak pernah berhasil ia raih sepanjang kariernya. Kesempatan terdekatnya terjadi pada musim 2002/2003 saat Real Madrid disingkirkan Juventus di semifinal.

Pada musim 2006/2007, AC Milan yang ia bela menjadi juara. Sayangnya, Ronaldo tak bisa bermain karena baru bergabung pertengahan musim dari Madrid.


2. Ruud van Nistelrooy


Ruud van Nistelrooy mencetak 56 gol di Liga Champions, hanya kalah dari enam pemain lainnya. Ia tampil dalam 73 laga, tapi tak pernah bermain di final.

Kesempatan terdekatnya datang saat membela Manchester United musim 2001/2002. Ia mencetak gol dalam leg pertama semifinal melawan Bayer Leverkusen yang berakhir 2-2.

Namun, hasil imbang 1-1 di leg kedua membuat United tersingkir karena aturan gol tandang. Setelah pindah ke Real Madrid, Van Nistelrooy tak pernah lagi sedekat itu dengan final.


3. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic tampil dalam 124 pertandingan Liga Champions membela tujuh klub top Eropa. Ia mencetak 48 gol di kompetisi tersebut, dengan 10 di antaranya di fase gugur.

Namun, ia hanya satu kali mencapai babak semifinal. Itu terjadi pada musim 2009/2010 bersama Barcelona, di mana mereka disingkirkan oleh mantan timnya, Inter Milan.

AC Milan kembali ke semifinal pada 2022/2023, tapi Ibrahimovic tak bermain karena cedera. Dengan jumlah klub besar yang ia bela, absennya dari final jadi sebuah keanehan.


4. Francesco Totti
Karier Francesco Totti berlangsung selama 25 musim bersama AS Roma. Ia mulai bermain sejak usia 16 dan pensiun pada usia 40.

Ia tampil dalam sembilan musim Liga Champions, tapi hanya satu kali mencapai perempat final. Itu terjadi musim 2006/2007 saat ia mencetak gol dan assist melawan Lyon di babak 16 besar.

Sayangnya, Roma dihajar Manchester United 7-1 di leg kedua perempat final setelah menang 2-1 di leg pertama. Totti sempat mencapai perempat final lagi, tapi tak bermain saat Roma kembali disingkirkan United musim 2007/2008.


5. Pavel Nedved


Nedved dikenal karena absen di final Liga Champions 2002-03 akibat akumulasi kartu. Padahal, ia tampil impresif dengan mencetak gol penting ke gawang Barcelona di perempat final.

Ia juga mencetak gol krusial di leg kedua semifinal melawan Real Madrid. Juventus menang 3-1 setelah kalah 1-2 di leg pertama.

Namun, kartu kuning yang ia terima membuatnya diskors di final. Juventus pun kalah dari AC Milan dalam adu penalti di laga tersebut.


6. Fabio Cannavaro


Cannavaro membela Parma, Inter Milan, Juventus, dan Real Madrid di Liga Champions. Ia dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa.

Kesempatan terdekatnya meraih trofi datang saat membela Inter. Pada semifinal, mereka menghadapi AC Milan dan hanya kalah karena aturan gol tandang.

Laga tersebut berakhir 1-1, tapi Milan mencetak gol tandang lebih dulu. Inter pun gagal ke final meski tampil solid di fase gugur sebelumnya.


7. Dennis Bergkamp


Bergkamp mencetak tujuh gol Liga Champions untuk Arsenal sepanjang kariernya. Sayangnya, Arsenal baru mencapai final saat kariernya hampir berakhir.

Pada final 2006 di Stade de France melawan Barcelona, ia tidak dimainkan oleh Arsene Wenger. Bergkamp pun pensiun tanpa pernah tampil di final Liga Champions.

Padahal, ia dianggap sebagai salah satu pemain terbaik generasinya. Ketiadaan di laga puncak Eropa menjadi penyesalan tersendiri dalam kariernya.


Resmi Bela Yamaha AS Racing di WorldSSP 2026, Aldi Satya Mahendra Janji Tampil Sebaik Mungkin

  Pembalap binaan  Yamaha Racing Indonesia ,  Aldi Satya Mahendra , resmi dipastikan bertahan di  WorldSSP  2026 dan akan membela skuad anya...