Saturday, December 21, 2024

Indomobil Gandeng Stellantis, Sinyal Kembalinya Peugeot ke Indonesia?

 


PT Indomobil National Distributor telah resmi menggaet salah satu induk perusahaan otomotif terbesar di dunia yakni Stellantis, untuk memasarkan sejumlah merek mobil di Indonesia. Setelah menjadi pemegang merek Citroen, Jeep yang juga bagian dari Stellantis kini berada di bawah Indomobil Group untuk pasar Tanah Air.

Peugeot sebagai salah satu merek di bawah payung Stellantis juga memiliki kiprah yang cukup baik di Indonesia, sayangnya ia telah hengkang dari pasar Tanah Air pada pertengahan tahun 2024 lalu. Tan Kim Piauw selaku CEO PT Indomobil National Distributor tidak berkomentar banyak terkait potensi kembalinya Peugeot ke Indonesia.

“[Update merek yang di bawahnya Citroen (Peugeot)] Itu nanti kita umumkan tahun depan ya. Step by step,” ucap Tan singkat saat ditemui di Jakarta, Kamis (19/12/2024).


Mengulik sejarah Peugeot di Indonesia, merek perancis ini pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1972 melalui perusahaan bernama Multi France Motor, salah satu perseroan di bawah naungan Astra Group. Model pertama yang dipasarkan yakni sedan Peugeot 504.

Multi France Motor sukses memasarkan sejumlah model berkesan dari Peugeot hingga berganti nama pada 2001 menjadi Astra France Motor. Model 206 menjadi salah satu tipe terlaris Peugeot ketika di bawah Astra France Motor.

Lanjut ke tahun 2006, Agen Pemegang Merek (APM) Peugeot kembali berganti nama menjadi Astra Peugeot Sales Operation yang menandakan ia berada langsung di bawah PT Astra International Tbk. Nama tersebut bertahan hingga berakhir pada awal bulan Mei 2024.


PT Indomobil National Distributor sepertinya akan menjadi APM baru bagi Peugeot di Indonesia. Sebab, Indomobil bersama Stellantis akan segera menghadirkan konsep diler terintegrasi bertajuk Stellantis Brand House.

Fasilitas tersebut akan menjadi diler gabungan beberapa merek di bawah naungan Stellantis. Citroen dan Jeep merupakan dua merek pertama yang akan menjajaki Stellantis Brand House di Indonesia.

Friday, December 20, 2024

Hyundai Stargazer vs Stargazer X, Apa Saja Perbedaan Utamanya?

 


Pada ajang GIIAS 2023, PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) memperkenalkan model terbaru mereka, yaitu Hyundai Stargazer X. Mobil ini diklaim sebagai crossover yang siap bersaing di segmen low SUV, menawarkan berbagai pembaruan dan fitur canggih. Dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan versi standarnya, Stargazer X tentunya menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari mobil dengan tampilan lebih sporty dan fitur yang lebih lengkap.

Sebagai penerus dari Hyundai Stargazer yang telah sukses di pasar Indonesia, Stargazer X datang dengan sejumlah perubahan baik dari segi desain maupun teknologi. Meski keduanya masih mengusung platform yang sama, banyak perbedaan mendetail yang akan mempengaruhi pilihan konsumen. Lantas, apa saja perbedaan utama antara kedua model ini?

Berikut ini adalah perbandingan lengkap antara Hyundai Stargazer dan Stargazer X, mulai dari desain eksterior, performa, fitur, hingga harga, yang akan membantu Anda menentukan pilihan terbaik sesuai dengan kebutuhan dan preferensi.

1. Desain Eksterior


Hyundai Stargazer X tampil dengan desain eksterior yang lebih menonjol dibandingkan versi standar. Kap mesin dan bemper depan yang lebih sporty membuat mobil ini terlihat lebih kokoh dan maskulin, cocok dengan karakter crossover yang ingin diperkenalkan oleh Hyundai. Dengan tambahan elemen tiga dimensi pada desainnya, Stargazer X menonjolkan kesan modern dan dinamis, yang sangat sesuai dengan identitas Hyundai.

Pada bagian eksterior lainnya, Stargazer X dilengkapi dengan roof garnish dan spoiler belakang yang memberi kesan lebih agresif dan sporty. Tidak hanya itu, penggunaan body cladding di bagian wheel arch semakin mempertegas tampilan lebar mobil ini. Sedangkan untuk pelek, Stargazer X menggunakan ukuran 17 inci, sementara Stargazer versi standar hanya memakai pelek berukuran 16 inci, yang membuatnya terlihat lebih ramping dan elegan.

2. Performa

Secara keseluruhan, baik Hyundai Stargazer maupun Stargazer X menggunakan mesin yang sama, yaitu mesin Smartstream 1.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 113 hp dan torsi 143,8 Nm. Namun, perbedaan mencolok terletak pada sistem transmisi yang digunakan oleh masing-masing model. Sementara Stargazer masih menawarkan pilihan transmisi manual, Stargazer X hanya tersedia dengan transmisi iVT yang lebih canggih, memberikan kenyamanan dan pengalaman berkendara yang lebih mulus.

Tidak hanya itu, Hyundai juga menyematkan berbagai mode berkendara pada Stargazer X untuk menyesuaikan dengan kondisi jalan. Pengemudi dapat memilih antara mode Normal, Eco, Smart, atau Sport, yang dapat diakses dengan mudah melalui tombol di konsol tengah. Fitur ini memberikan fleksibilitas lebih saat berkendara di berbagai medan.

3. Kaki-Kaki


Sektor kaki-kaki menjadi salah satu perbedaan signifikan antara Hyundai Stargazer dan Stargazer X. Stargazer X menggunakan pelek Diamond Cut Alloy berukuran 17 inci dengan profil ban lebih tipis yang memberikan tampilan lebih sporty. Selain itu, pelek yang lebih besar turut mendukung performa mobil ini, menciptakan stabilitas yang lebih baik pada kecepatan tinggi.

Sementara itu, Stargazer masih menggunakan pelek alloy berukuran 16 inci dengan profil ban yang lebih tebal. Perbedaan lainnya adalah pada sistem pengereman, di mana Stargazer X kini dilengkapi dengan cakram di roda belakang pada semua varian, sebuah peningkatan yang memberikan efek positif terhadap performa pengereman, terutama saat berkendara di jalan yang lebih menantang.

4. Fitur Tambahan

Hyundai Stargazer dan Stargazer X masing-masing sudah dilengkapi dengan berbagai fitur modern yang meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berkendara. Namun, Stargazer X menawarkan fitur yang lebih lengkap, terutama pada varian Prime yang sudah dilengkapi dengan teknologi ADAS (Advanced Driver Assistance System) Hyundai Smartsense. Fitur seperti Forward Parking Distance Warning, Forward Collision-Avoidance Assist (FCA), Driver Attention Warning (DAW), hingga Lane Keeping Assist (LKA) memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman.

Stargazer juga menawarkan beberapa fitur canggih seperti Bluelink, yang memungkinkan koneksi antara mobil dan smartphone untuk mengontrol berbagai fungsi, seperti Remote Door Lock & Unlock dan Vehicle Status. Meski demikian, Stargazer X dengan fitur keselamatan lebih lengkap tentunya menjadi pilihan utama bagi mereka yang mengutamakan teknologi canggih.

5. Harga

Hyundai Stargazer hadir dengan harga yang lebih terjangkau, mulai dari Rp249,6 juta untuk OTR Jakarta. Harga ini sangat bersaing di segmen LMPV, mengingat fitur dan kenyamanan yang ditawarkan. Sementara itu, Stargazer X hadir dengan harga mulai Rp335,8 juta untuk OTR Jakarta, yang mencerminkan berbagai pembaruan dan peningkatan kualitas yang dibawanya, terutama di sektor desain, performa, dan fitur keselamatan.

Meski harganya lebih tinggi, Stargazer X menawarkan banyak fitur tambahan yang membuatnya lebih unggul dalam hal keselamatan dan kenyamanan. Oleh karena itu, konsumen perlu mempertimbangkan kebutuhan dan anggaran mereka sebelum memutuskan untuk membeli model mana yang paling sesuai.

Thursday, December 19, 2024

Mengupas Perjalanan dan Rahasia Irit BBM Toyota Kijang Innova

 Rahasia efisiensi BBM Toyota Kijang Innova diesel dan bensin. Perjalanan historis, inovasi mesin, dan tips hemat BBM untuk keluarga Indonesia.


Sejarah Toyota Kijang Innova dimulai sejak 2004, membawa inovasi besar dalam desain, performa, dan efisiensi bahan bakar. Dikenal sebagai MPV keluarga Indonesia, model ini berevolusi menjadi kendaraan premium yang tetap mempertahankan DNA keandalannya.

Generasi pertama hingga model terbaru, Innova Zenix, menunjukkan konsistensi Toyota dalam memenuhi kebutuhan keluarga modern. Model diesel menjadi andalan dengan konsumsi BBM yang efisien dan performa tangguh. Namun, bagaimana perjalanan transformasi dan keunggulan konsumsi BBM model ini?

Toyota Kijang Innova tidak hanya sukses sebagai kendaraan keluarga, tetapi juga menjadi bukti inovasi otomotif yang mengutamakan kenyamanan dan performa. Simak perjalanan lengkapnya di bawah ini.

Sejarah Toyota Kijang Innova: Evolusi dari Generasi ke Generasi

Generasi Kelima: Kijang Innova Lahir (2004-2013)

Toyota Kijang Innova lahir pada 2004 sebagai generasi kelima Toyota Kijang, menggantikan model sebelumnya dengan desain modern dan kapasitas 7 penumpang. Model ini menjadi MPV dengan kenyamanan premium, cocok untuk keluarga besar. Perubahan besar pada grille dan lampu depan dilakukan pada 2008, menambah kesan elegan. Pada 2013, generasi pertama ini berakhir dengan sentuhan desain yang matang.

Generasi Keenam: Kijang Innova Reborn (2015-2022)

Pada 2015, Innova Reborn diluncurkan sebagai generasi keenam, menghadirkan kesan premium dengan teknologi canggih. Salah satu varian, Innova Venturer, memperkuat tampilan sporty. Model diesel diperbarui menggunakan teknologi VNT, menghasilkan tenaga lebih besar dengan efisiensi tinggi.

Generasi Ketujuh: Inovasi Berkelanjutan (2022-Sekarang)

Generasi terbaru, Innova Zenix, hadir sebagai solusi mobilitas ramah lingkungan. Dengan desain "Glamorous and Tough," model ini ditargetkan untuk keluarga modern yang mengutamakan efisiensi dan kenyamanan.

Konsumsi BBM Innova Diesel dan Bensin: Perbandingan

Efisiensi Diesel: Andalan di Segala Kondisi

Mesin diesel Toyota Innova terkenal dengan efisiensinya. Teknologi VNT pada generasi terbaru meningkatkan performa dan efisiensi bahan bakar. Dengan output torsi hingga 360 Nm, mobil ini ideal untuk perjalanan jauh atau penggunaan harian.

Mesin Bensin: Responsif dan Nyaman

Mesin bensin Innova menawarkan akselerasi lembut dengan torsi yang cukup untuk kebutuhan perkotaan. Meskipun konsumsi BBM sedikit lebih tinggi dibandingkan diesel, performanya tetap optimal, terutama untuk gaya mengemudi yang hemat bahan bakar.

Tips Hemat Konsumsi BBM untuk Pemilik Toyota Kijang Innova

Pola Mengemudi yang Tepat

Gunakan pola perpindahan gigi yang sesuai untuk mengoptimalkan efisiensi mesin, terutama pada transmisi manual. Hindari akselerasi agresif untuk memaksimalkan penghematan.

Rutin Merawat Kendaraan

Lakukan servis berkala di bengkel resmi untuk menjaga performa mesin. Komponen yang terawat baik akan mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan.

Teknologi yang Membuat Innova Lebih Efisien

Variable Nozzle Turbocharger (VNT)

Pada mesin diesel, teknologi VNT memastikan pembakaran yang lebih efisien, menghasilkan tenaga lebih besar meski kapasitas mesin lebih kecil.

Dual VVT-i pada Mesin Bensin

Untuk mesin bensin, teknologi ini membantu mengoptimalkan pembakaran sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien tanpa mengorbankan performa.

Kiat Menjaga Nilai Jual dan Performa Innova

Gunakan Bahan Bakar Berkualitas

Pilih bahan bakar yang sesuai spesifikasi kendaraan untuk menjaga efisiensi dan kinerja mesin dalam jangka panjang.

Hindari Beban Berlebih

Kurangi membawa barang tidak perlu di bagasi atau memasang aksesori tambahan yang dapat membebani kendaraan, sehingga konsumsi bahan bakar tetap hemat.

Wednesday, December 18, 2024

Honda dan Nissan Berencana Merger, Lawan Dominasi Mobil Listrik China

 


Pabrikan Jepang Nissan dan Honda berencana melakukan kerjasama untuk terjun ke dunia elektrifikasi. Kolaborasi ini ditujukan guna melawan dominasi kendaraan listrik China yang memiliki harga lebih terjangkau.

Dikutip dari laman carexpert.com pada Rabu (18/12/2024), Dua pabrikan tersebut akan segera melakukan negosiasi agar tetap bisa bertahan sebagai posisi kedua dan ketiga penyumbang volume penjualan terbesar di Jepang.

“Seperti yang diumumkan bulan Maret tahun ini, Honda dan Nissan sedang menjajaki berbagai kemungkinan untuk kolaborasi di masa mendatang, dengan memanfaatkan kekuatan masing-masing,” tulis Honda dan Nissan kepada kantor berita Reuters dikutip dari carexpert.com.


Bulan Maret 2024 lalu, Honda dan Nissan telah melakukan penelitian terkait potensi kemitraan dalam menciptakan sistem elektrifikasi dan vehicle intelligence. Hal ini bertujuan untuk berbagi teknologi motor listrik, baterai, platform software, dan komponen inti electric vehicle (EV) lain.

Toshihiro Mibe selaku CEO Honda menyebut, mereka harus menjadi yang terdepan untuk melawan para pabrikan China sebagai penguasa pasar kendaraan elektrifikasi saat ini. 

“Bisakah kita bertahan? Itulah pertanyaannya. Pada tahun 2030, kita harus menjadi yang terdepan, dalam posisi untuk melawan para pemain teratas,” terangnya.

Lebih lanjut, Makoto Uchida selaku CEO Nissan menambahkan bahwa ia merasa was-was dengan para pendatang baru. “Kita tidak boleh berpuas diri. Para pemain baru mulai merambah pasar dengan daya saing tinggi dan model bisnis yang sama sekali berbeda,” ujarnya.

Melansir laporan The Financial Times yang dirilis bulan November lalu, seorang pejabat senior Nissan mengatakan, “kami punya waktu 12 atau 14 bulan untuk bertahan hidup”. Selain itu, Renault sebagai bagian dari Nissan telah membuka diri untuk menjual sebagian sahamnya ke Honda.


Tuesday, December 17, 2024

Honda Umumkan Harga Motor Listrik Terbarunya, Ada yang Sentuh Rp 60 Juta

 


PT Astra Honda Motor (AHM) telah mengumumkan harga dari dua model motor listrik terbaru mereka, yaitu Honda ICON e: dan CUV e:. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 28 juta hingga Rp 59,65 juta dengan status on the road (OTR) di Jakarta. Untuk model Honda ICON e:, harga OTR Jakarta ditetapkan sebesar Rp 28 juta, yang sudah termasuk charger. Tersedia dalam beberapa pilihan warna, seperti Iconic Mint, Iconic Orange, Iconic Red, Iconic White, dan Iconic Matte Black.

Sementara itu, Honda CUV e: hadir dalam dua varian, yaitu tipe standar dan RoadSync Duo. Tipe standar dijual dengan harga Rp 54,45 juta dan menawarkan tiga pilihan warna, yaitu Stellar Matte Silver dan Stellar Matte Black. Untuk varian Honda CUV e: RoadSync Duo, harga yang ditawarkan adalah Rp 59,65 juta dan tersedia dalam warna Quantum Matte White, Quantum Matte Silver, dan Quantum Matte Black, serta sudah termasuk dua unit baterai MPP e:.

Teknologi Motor Listrik Honda

Perlu dicatat bahwa Honda ICON e: dan Honda CUV e: dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan pengguna, mulai dari yang menginginkan kelincahan hingga ketahanan dan kekuatan produk sepeda motor listrik. Honda ICON e: merupakan motor listrik yang dirancang untuk kelincahan di jalan raya dan dapat diisi daya langsung, sedangkan Honda CUV e: ditujukan untuk mendukung produktivitas tinggi dengan sistem baterai yang dapat ditukar (swappable battery) dengan kapasitas besar.

Sejak diperkenalkan pada bulan Oktober lalu, kedua model motor listrik ini mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Marketing Director AHM, Octavianus Dwi, menyatakan bahwa kehadiran sepeda motor listrik Honda ICON e: dan CUV e: mencerminkan komitmen AHM untuk menghadirkan kendaraan masa depan yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan desain modern, teknologi canggih, serta performa dan kualitas terbaik, kedua model ini siap mewujudkan impian konsumen untuk berkendara menggunakan produk yang ramah lingkungan dengan harga yang bersaing.

"Sejak peluncurannya, kami mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat untuk Honda ICON e: dan CUV e:. Kami berupaya untuk selalu memberikan pilihan berkendara yang efisien, ramah lingkungan dengan kualitas terbaik, dan standar keamanan tinggi bagi masyarakat di Tanah Air sehingga konsumen merasa aman dan nyaman saat berkendara dengan motor listrik Honda, di mana pun mereka berada," ungkap Octa dalam keterangan resminya pada Senin (16/12/2024).

Riding Mode

Honda ICON e: mengusung konsep "Advance -- Compact" yang sangat cocok untuk penggunaan sehari-hari. Dengan desain yang modern, bersih, dan cerdas, Honda ICON e: dilengkapi dengan ban berukuran 12 inci di depan dan 10 inci di belakang.

Dimensi yang kompak dan pijakan kaki flat pada sepeda motor listrik ini memberikan kenyamanan serta fleksibilitas saat berkendara. Selain itu, terdapat bagasi besar dengan kapasitas hingga 26 liter yang memperkaya fungsionalitas kendaraan.

Motor listrik ini memiliki tenaga maksimum 1,8 KW, yang memungkinkannya melaju hingga kecepatan 55 km/jam.

Baterai yang terpasang di dek bawah Honda ICON e: dapat menempuh jarak hingga 53 km dalam sekali pengisian. Sistem pengisian baterai yang menggunakan metode direct charge, baik langsung ke sepeda motor atau ke baterai, memberikan fleksibilitas tinggi dan kemudahan dalam pengisian daya di mana saja.

Terdapat juga riding mode "ECON" untuk berkendara lebih hemat baterai, serta "STD" untuk pengalaman berkendara normal. Kelengkapan fitur lainnya termasuk USB charger di console box, panel meter full digital, dan semua lampu menggunakan teknologi LED.


Di sisi lain, Honda CUV e: menawarkan pengalaman berkendara yang membanggakan dengan konsep "Premium-Futuristic". Kualitas yang dihadirkan tak diragukan lagi, dan keamanan yang menjadi ciri khas Honda juga terjamin.

Desainnya mengusung gaya premium futuristik dengan sudut tajam di beberapa bagian, serta dilengkapi velg berukuran 12 inci. Model ini semakin istimewa berkat adanya Honda RoadSync Duo, sistem konektivitas dengan ponsel pada tipe tertinggi yang memberikan kemudahan, kenyamanan, dan ketenangan saat berkendara dalam mobilitas tinggi.

Mesin dan Tenaga

Honda CUV e: didukung oleh motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga maksimum 6 KW, sehingga dapat melaju hingga kecepatan 83 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 80,7 km. Sumber tenaganya berasal dari dua baterai Honda Mobile Power Pack e: yang dapat dengan mudah ditukar atau diisi ulang menggunakan charger off-board. AHM juga memudahkan konsumen untuk melakukan pertukaran baterai melalui fasilitas Mobile Power Pack Exchanger e: (BEX) yang tersebar di beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya. Terdapat tiga mode berkendara yang dapat dipilih, yaitu ECON, STD, dan Sport, sehingga pengguna bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi saat berkendara.

Selain itu, kelengkapan pendukung seperti charger USB type-C yang terletak di console box memudahkan pengisian baterai ponsel. Layar panel TFT yang disematkan dapat menampilkan berbagai informasi kendaraan, navigasi, pengontrol musik, serta memungkinkan pengguna untuk menerima dan melakukan panggilan. Untuk meningkatkan fitur keamanan, Honda juga melengkapi mobil ini dengan sistem smart key khas mereka.

Monday, December 16, 2024

Solusi Cepat Bayar Tol, Panduan Praktis Memasang Stiker RFID Let It Flo

 


Kemacetan di gerbang tol sering kali menjadi kendala bagi para pengendara yang menginginkan perjalanan lancar. Dengan perkembangan teknologi, kini pembayaran tol dapat dilakukan tanpa harus berhenti, berkat inovasi stiker RFID Let It Flo. Sistem ini menjanjikan pengalaman berkendara yang lebih efisien dengan meminimalkan waktu tunggu.

Let It Flo merupakan solusi berbasis RFID yang memungkinkan pengguna jalan tol untuk membayar tarif secara otomatis. Teknologi ini menawarkan cara yang lebih cepat dan praktis dibandingkan metode konvensional, seperti kartu e-toll.

Melalui artikel ini, Anda akan memahami cara menggunakan Let It Flo, mulai dari pemasangan stiker, proses aktivasi, hingga mengisi saldo aplikasi untuk memastikan perjalanan Anda bebas hambatan.

Memahami Apa Itu Let It Flo dan Manfaatnya

Let It Flo adalah sistem pembayaran tol modern yang berbasis teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Dengan stiker RFID yang dipasang di kendaraan, pengguna dapat melewati gerbang tol tanpa berhenti untuk membayar.

Salah satu manfaat utama Let It Flo adalah kemudahan dan kecepatan transaksi. "Pengguna tidak perlu lagi repot mengeluarkan kartu atau uang tunai, karena sistem ini otomatis membaca saldo aplikasi," ujar perwakilan pengembang aplikasi.

Selain itu, teknologi ini juga membantu mengurangi antrean panjang di gerbang tol, sehingga mendukung efisiensi lalu lintas.

Panduan Pemasangan Stiker RFID Let It Flo

Agar stiker RFID dapat berfungsi optimal, pemasangan yang benar sangat penting. Pastikan area yang akan ditempeli stiker, biasanya lampu depan kanan kendaraan, bersih dari debu dan kotoran.

Lepaskan pelindung stiker secara hati-hati, lalu tempelkan di area yang telah disiapkan, jauh dari material logam untuk menghindari gangguan sinyal. Jangan lupa untuk mencatat nomor seri stiker yang tertera, karena nomor ini diperlukan untuk aktivasi dan pemantauan.

Cara Aktivasi dan Top Up Saldo Let It Flo

Setelah pemasangan, langkah berikutnya adalah mengaktifkan stiker melalui aplikasi Let It Flo. Unduh aplikasi dari Play Store atau App Store, kemudian lakukan registrasi dengan mengisi data kendaraan dan nomor stiker RFID Anda.

Top up saldo juga mudah dilakukan melalui berbagai metode, seperti transfer bank, kartu kredit, atau menggunakan aplikasi Link Aja. Saldo yang telah terisi akan langsung tercermin di akun, sehingga siap digunakan untuk perjalanan Anda.

Teknologi RFID: Cara Kerja dan Keunggulannya

RFID (Radio Frequency Identification) adalah teknologi nirkabel yang memungkinkan identifikasi objek secara otomatis melalui gelombang radio. Dalam konteks Let It Flo, stiker RFID membaca data kendaraan dan langsung mengurangi saldo aplikasi saat melewati gerbang tol.

Keunggulan RFID dibanding metode lain adalah kecepatan dan efisiensi. Sistem ini sangat cocok untuk mendukung penerapan Single Lane Free Flow (SLFF), di mana kendaraan tidak perlu berhenti untuk melakukan transaksi.

Perawatan dan Optimalisasi Penggunaan Let It Flo

Agar stiker RFID tetap berfungsi dengan baik, perawatan kendaraan sangat penting. Pastikan area di sekitar stiker selalu bersih dan bebas dari goresan yang dapat mengganggu sinyal RFID. Selain itu, periksa saldo aplikasi secara berkala untuk menghindari kendala saat melewati gerbang tol. Dengan perencanaan yang baik, perjalanan Anda akan lebih nyaman dan lancar.

1. Apa itu Let It Flo?

Let It Flo adalah aplikasi pembayaran tol berbasis RFID yang memungkinkan pengguna membayar tol tanpa berhenti di gerbang tol.

2. Bagaimana cara memasang stiker RFID?

Bersihkan area lampu depan kanan kendaraan, tempelkan stiker dengan benar, dan catat nomor serinya untuk aktivasi.

3. Apa keunggulan Let It Flo dibandingkan kartu e-toll?

Let It Flo lebih cepat dan praktis karena menggunakan teknologi nirkontak, memungkinkan transaksi otomatis tanpa harus mengeluarkan kartu.

Resmi Bela Yamaha AS Racing di WorldSSP 2026, Aldi Satya Mahendra Janji Tampil Sebaik Mungkin

  Pembalap binaan  Yamaha Racing Indonesia ,  Aldi Satya Mahendra , resmi dipastikan bertahan di  WorldSSP  2026 dan akan membela skuad anya...