Friday, July 4, 2025

Detail Tragis Kecelakaan Diogo Jota: Dari Ledakan Ban hingga Jalan yang Dijuluki 'Jalur Kambing'

 

Kabar duka atas wafatnya Diogo Jota pada Kamis (3/7/2025) dini hari waktu setempat menyisakan banyak detail memilukan. Selain kondisi kendaraan, infrastruktur jalan yang dilalui Jota sebelum kecelakaan juga menjadi sorotan karena dinilai memprihatinkan.

Kepergian pemain berusia 28 tahun ini menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi Liverpool dan Timnas Portugal, tetapi juga bagi komunitas sepak bola secara global.

Jota meninggal dalam kecelakaan tunggal saat mobil Lamborghini yang ia tumpangi bersama sang adik, Andre Silva, keluar jalur dan terbakar di jalan tol A-52, wilayah Palacios de Sanabria, Zamora, Spanyol. Mobil mewah itu dilaporkan meledak setelah diduga mengalami pecah ban sekitar pukul 00.40 waktu setempat.

Berdasarkan laporan dari otoritas setempat, kedua bersaudara itu tewas di lokasi kejadian. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam insiden tersebut.


Rekonstruksi Kecelakaan



Dalam pernyataan resmi dari Garda Sipil Zamora, disebutkan bahwa Lamborghini yang dikendarai Jota keluar jalur akibat pecah ban. Kendaraan kemudian menabrak pembatas jalan dan langsung terbakar hebat. Tidak ada korban tambahan dalam insiden tersebut.

Pihak subdelegasi pemerintah di Zamora menginformasikan bahwa "kemungkinan kecepatan tinggi" sedang menjadi bagian dari investigasi. Garda Sipil pun telah memulai proses penyelidikan yudisial, dengan laporan akhir diharapkan selesai dalam beberapa hari mendatang.

Identitas korban awalnya dikenali dari dokumen yang ditemukan di lokasi kecelakaan. Namun, karena kondisi jasad yang sulit diidentifikasi akibat kebakaran, pemeriksaan forensik melalui otopsi dan tes DNA tetap dilakukan untuk memastikan identitas Jota dan Silva.


Gambar Mengerikan dari TKP


Sesaat setelah kabar kematian Jota dikonfirmasi, sejumlah foto dari lokasi kecelakaan tersebar luas di media. Dalam gambar tersebut, tampak jelas kehancuran parah pada mobil Lamborghini yang ditumpangi sang pemain.

Petugas medis dan pemadam kebakaran terlihat berada di sekitar bangkai kendaraan yang sudah menjadi puing.

Layanan darurat wilayah Castilla y León menyampaikan bahwa mereka menerima beberapa laporan darurat terkait kecelakaan tersebut. Tim medis dan pemadam langsung dikerahkan ke lokasi, namun nyawa kedua korban tidak berhasil diselamatkan.


Kondisi Jalan Jadi Sorotan Publik


Tragedi ini memicu perbincangan luas mengenai kondisi jalan tol A-52, tempat kecelakaan terjadi. Di media sosial, banyak warga mengeluhkan buruknya infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

Beberapa warganet bahkan menjuluki A-52 sebagai "jalur kambing" karena banyaknya lubang dan kurangnya perawatan. Ada yang menyebut bahwa kerusakan jalan itu telah berlangsung lama tanpa pernah diperbaiki secara menyeluruh.

"Jalan itu sangat buruk. Saya pernah melewatinya tahun lalu, dan kondisinya mengerikan. Tidak bisa dipercaya bahwa jalan seperti itu masih dibiarkan begitu saja," tulis seorang pengguna Twitter.

Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi apakah kondisi jalan turut menjadi faktor penyebab kecelakaan yang menewaskan Jota dan sang adik.


Perjalanan Terakhir Jota

Yang membuat peristiwa ini makin memilukan, diketahui bahwa Jota sedang dalam perjalanan kembali ke Inggris untuk mengikuti agenda pramusim bersama Liverpool, yang dijadwalkan dimulai minggu depan. Ia memilih menempuh perjalanan darat menuju pelabuhan Santander untuk naik feri menuju Portsmouth.

Keputusan menyetir diambil karena Jota baru saja menjalani operasi paru-paru dan atas saran tim medis, ia tidak disarankan melakukan perjalanan udara. Jota dan adiknya sempat merencanakan untuk menginap semalam di kota Benavente sebelum melanjutkan perjalanan menyeberang ke Inggris.

Lebih menyayat hati, Jota diketahui baru saja menikah dengan kekasih lamanya, Rute Cardoso, hanya 11 hari sebelum kecelakaan terjadi. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih kecil.

Tuesday, July 1, 2025

Boros tapi Tak Pandai Jual Pemain, Masalah Klasik Manchester United

 

Sejak kepergian Sir Alex Ferguson, Manchester United terus bergulat dengan masalah struktural. Salah satu yang paling kentara adalah lemahnya strategi dalam menjual pemain.

Dalam sepuluh tahun terakhir, klub kerap jor-joran belanja tanpa arah yang jelas. Gaji tinggi dan banderol mahal membuat banyak pemain sulit dijual kembali.

Akibatnya, United menjadi klub dengan pengeluaran bersih tertinggi secara global. Ironisnya, semua pengeluaran itu tak berbuah gelar Premier League sejak 2013.

Kini, dengan Ruben Amorim di kursi manajer, klub bertekad membangun ulang skuad. Tapi untuk melakukannya, mereka harus lebih pintar dalam melepas pemain yang tak lagi dibutuhkan.

Penjualan Pemain Masih Jadi Titik Lemah MU


Setelah diambil alih oleh INEOS pada awal 2024, Manchester United menargetkan efisiensi dalam urusan transfer. Sir Jim Ratcliffe menekankan pentingnya pengelolaan jual-beli pemain secara lebih cermat.

Namun, dari sisi pemasukan penjualan, MU masih kalah saing dengan rival-rivalnya di Inggris. Mereka hanya berada di posisi kesembilan dalam daftar pendapatan transfer klub Premier League.

Dalam satu dekade terakhir, pemasukan United dari transfer pemain hanya mencapai 545 juta euro. Jumlah itu kalah jauh dari Manchester City, Chelsea, bahkan Liverpool.

Banyak pemain harus dilepas dengan harga murah atau dipinjamkan karena beban gaji tinggi. Situasi ini menyulitkan klub mendapatkan dana segar untuk membiayai pembelian baru.


Minimnya Penjualan Besar Perlu Jadi Evaluasi


Di level Eropa, Manchester United hanya berada di posisi ke-32 dalam hal pendapatan dari penjualan pemain. Angka ini tertinggal jauh dari klub-klub besar yang berada di level kompetitif yang sama.

Rekor penjualan tertinggi MU masih dipegang Cristiano Ronaldo sejak 2009, yakni 94 juta euro ke Real Madrid. Bahkan transfer David Beckham ke klub yang sama pada 2003 masih termasuk lima besar.

Selama sepuluh tahun terakhir, hanya enam pemain yang berhasil dijual di atas 30 juta euro. Sebuah catatan yang sangat rendah untuk klub dengan brand global seperti United.

Jika ingin bangkit secara kompetitif dan finansial, MU harus meningkatkan kemampuan melepas pemain secara efektif. Pendapatan dari transfer bisa membantu klub membiayai regenerasi skuad secara berkelanjutan.


Tantangan Finansial dan Harapan di Bursa Transfer


Regulasi keuangan yang semakin ketat memaksa klub mencari pemasukan lewat penjualan. Menjual pemain dari akademi juga sangat membantu karena bisa mencatat keuntungan bersih penuh.

United telah mengeluarkan dana besar musim panas ini, termasuk 74 juta euro untuk Matheus Cunha. Mereka juga sedang mengejar Bryan Mbeumo dengan tawaran mendekati 70 juta euro.

Agar bisa melanjutkan aktivitas transfer, klub harus menjual pemain seperti Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Antony. Klub berharap bisa mendapat dana besar seperti pada penjualan Scott McTominay dan Mason Greenwood musim lalu.

Beberapa bulan ke depan akan menjadi ujian besar bagi manajemen baru Setan Merah. Ini adalah waktu yang tepat untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengelola aset dengan cerdas dan memperbaiki neraca klub.

Daftar Lengkap Tim Lolos ke 8 Besar Piala Dunia Antarklub 2025

 

Daftar lengkap tim yang dipastikan lolos ke babak 8 Besar Piala Dunia Antarklub 2025.  Enam tim telah memastikan tempat di babak 8 Besar Piala Dunia Antarklub 2025 hingga hari Selasa, 1 Juli 2025.

Manchester City harus angkat koper dari ajang Piala Dunia Antarklub 2025. Wakil Inggris itu takluk dengan skor 3-4 dari klub Arab Saudi, Al Hilal, dalam laga dramatis babak 16 besar yang digelar di Camping World Stadium, Orlando, Selasa (1/7/2025) pagi WIB.

Al Hilal jadi satu-satunya tim dari Asia yang mampu melaju ke babak 16 Besar. Bahkan, pasukan Simone Inzaghi mampu melanjutkan langkahnya menuju ke babak 8 Besar. Pada fase ini, mereka akan bersua Fluminense dari Brasil.

Kini, hanya tersisa dua slot yang belum terisi pada babak 8 Besar. Empat tim akan berebut slot tersebut yakni Real Madrid, Juventus, Borussia Dortmund, dan Monterrey. Siapa yang akan lolos ke babak berikutnya dari empat tim tersebut?


Hasil Lengkap Babak 16 Besar


Berikut adalah hasil dan jadwal lengkap babak 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025 hingga Senin (30/6/2025):

Sabtu (28/6/2025)

  • Palmeiras 1-0 Botafogo

Minggu (29/6/2025)

  • Benfica 1-4 Chelsea
  • PSG 4-0 Inter Miami

Senin (30/6/2025)

  • Flamengo 2-4 Bayern Munchen

Selasa (1/7/2025)

  • Inter Milan 0-2 Fluminense
  • Manchester City 3-4 Al-Hilal

Rabu (2/7/2025)

  • 02.00 WIB - Real Madrid vs Juventus
  • 08.00 WIB - Borussia Dortmund vs Monterrey

Daftar Tim Lolos Babak 8 Besar


Pada babak 8 Besar, PSG akan menghadapi raksasa Jerman, Bayern Munchen, yang juga tampil meyakinkan setelah menyingkirkan Flamengo dengan skor 4-2 pada Senin pagi WIB. Berikut adalah daftar tim yang lolos ke babak 8 Besar Piala Dunia Antarklub 2025:

  • Palmeiras
  • Chelsea
  • Paris Saint-Germain (PSG)
  • Bayern Munchen
  • Fluminense
  • Al Hilal

Jadwal Babak 8 Besar Piala Dunia Antarklub 2025


Sabtu (5/7/2025)

  • 02.00 WIB - Fluminense vs Al-Hilal
  • 08.00 WIB - Palmeiras vs Chelsea
  • 23.00 WIB - PSG vs Bayern Munchen

Minggu (6/7/2025)

  • 03.00 WIB - Real Madrid/Juventus vs Borussia Dortmund/Monterrey

Bagan Fase Gugur Piala Dunia Antarklub 2025




Sunday, June 29, 2025

Statistik Lionel Messi di Piala Dunia Antarklub 2025: Usia 38 Tahun Masih Jadi Penggerak Serangan Inter Miami

 

Perjalanan Inter Miami di Piala Dunia Antarklub 2025 resmi terhenti. Sebagai tuan rumah, mereka harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) setelah kalah telak 0-4 di babak 16 besar, dalam laga yang berlangsung pada Senin (30/6/2025) pagi WIB.

Hasil tersebut sekaligus menandai akhir kiprah Lionel Messi dan rekan-rekannya di ajang ini. Bagi Messi, turnamen ini menjadi momen istimewa untuk kembali unjuk gigi di panggung dunia bersama klub barunya.

Meskipun gagal membawa Inter Miami melaju lebih jauh, La Pulga tetap memberikan kontribusi signifikan di atas lapangan.

Messi memang bukan pencetak gol terbanyak, baik di turnamen secara keseluruhan maupun di timnya sendiri. Namun, peran pemain berusia 38 tahun itu tetap vital. Ia menjadi otak permainan dan penggerak utama tim. Statistik pun menjadi bukti nyata kontribusinya.


Lionel Messi Selalu Tampil Penuh


Sepanjang turnamen, Lionel Messi selalu diturunkan dalam setiap pertandingan yang dijalani Inter Miami. Tak hanya sekadar tampil, ia bermain penuh selama 90 menit di keempat laga yang dipimpin oleh pelatih Javier Mascherano.

Messi berperan sebagai motor serangan utama. Ia kerap menjadi pusat transisi permainan dan kreator peluang bagi lini depan Inter Miami.

Berikut adalah catatan statistik Lionel Messi di Piala Dunia Antarklub 2025:

  • Laga dimainkan: 4
  • Menit bermain: 360
  • Gol: 1
  • Expected goals (xG): 0,63
  • Tembakan: 13
  • Tembakan tepat sasaran: 6
  • Assist: 0
  • Expected assists (xA): 1,20
  • Akurasi umpan: 82,7%
  • Kreasi peluang: 7
  • Dribel sukses: 12
  • Kartu kuning: 1
  • Kartu merah: 0

Komentar Mascherano Mengenai Performa Messi


Pelatih Inter Miami, Javier Mascherano, memberikan apresiasi terhadap penampilan Messi, meskipun timnya harus tersingkir lebih awal. Menurut Mascherano, kekalahan dari PSG tidak mencerminkan performa buruk dari kapten timnya tersebut.

"Saya pikir Leo bermain bagus dengan sedikit peluang yang kami miliki. Kami lebih banyak bermain dalam serangan balik di babak kedua," kata Mascherano kepada DAZN.

"Saya pikir hari ini, di usia 38 tahun, merupakan suatu kehormatan untuk melatih . Tetapi melawan PSG di level ini, bahkan untuk Messi, itu rumit," sambung mantan gelandang Barcelona itu.


Statistik Tak Mampu Selamatkan Inter Miami


Walaupun Messi berhasil mencetak satu gol dan menciptakan tujuh peluang sepanjang turnamen, kelemahan di lini belakang menjadi masalah besar bagi Inter Miami. Mereka kebobolan delapan gol dari empat pertandingan, sementara hanya mampu mencetak tiga gol.

Messi memang masih menunjukkan sentuhan magisnya di atas lapangan. Namun, keterbatasan kualitas skuad secara keseluruhan membuat Inter Miami kesulitan bersaing di level elite.

Dengan tersingkirnya Inter Miami, Piala Dunia Antarklub 2025 harus berjalan tanpa kehadiran salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola. Messi memang pulang lebih awal, tetapi dedikasi dan penampilannya di usia senja layak mendapat apresiasi tinggi.

Kala Al Nassr Tak Sabar Mengejar Sukses: Empat Pelatih Tumbang di Era Ronaldo

 

Sejak kedatangan Cristiano Ronaldo, dinamika di Al Nassr berubah drastis, termasuk dalam urusan kursi pelatih. Tekanan untuk langsung meraih gelar membuat setiap pelatih harus siap menghadapi ekspektasi tinggi dalam waktu singkat.

Kehadiran Ronaldo di Saudi Pro League alias Liga Arab Saudi membawa sorotan besar, baik dari publik lokal maupun internasional. Imbasnya, tanggung jawab pelatih menjadi lebih berat karena setiap hasil minor langsung diperhatikan secara kritis.

Ambisi Al Nassr untuk menjadi kekuatan dominan di Asia dan Timur Tengah membuat klub ini tak segan mengambil keputusan ekstrem. Termasuk memecat pelatih hanya dalam hitungan bulan bila performa tim tak sesuai harapan.

Sudah empat nama pelatih yang merasakan panasnya kursi kepelatihan sejak Ronaldo datang. Berikut daftar mereka yang tak mampu bertahan lama menangani Al Nassr.


Rudi Garcia: Pelatih Pertama yang Jadi Korban Ambisi


Rudi Garcia menjadi pelatih pertama yang harus meninggalkan jabatannya usai bergabungnya Ronaldo ke Al Nassr. Pelatih asal Prancis tersebut dinilai gagal menjaga konsistensi performa tim di fase penting musim 2022/2023.

Salah satu titik terendah tim terjadi saat Al Nassr ditahan imbang tanpa gol oleh Al Feiha. Situasi ruang ganti yang tidak stabil turut memperburuk situasi Garcia saat itu.

Garcia tercatat menangani 26 pertandingan dengan hasil 18 kemenangan, lima kali imbang, dan tiga kekalahan. Tanpa satu pun trofi, ia dipecat pada April 2023.

Konflik internal disebut jadi salah satu pemicu, termasuk adanya kabar perselisihan dengan Cristiano Ronaldo. Akhirnya, manajemen memilih mengakhiri kerja sama lebih cepat dari yang direncanakan.


Dinko Jelicic: Penunjukan Sementara yang Tidak Menyelamatkan Musim

Pasca pemecatan Garcia, kursi pelatih diisi sementara oleh Dinko Jelicic yang sebelumnya menukangi tim junior. Ia diberi tanggung jawab untuk menjaga stabilitas tim utama hingga akhir musim.

Namun, kontribusinya tak cukup untuk membawa perubahan positif yang signifikan. Al Nassr kembali gagal dalam perebutan gelar dan performa mereka tetap inkonsisten.

Dalam delapan laga yang dipimpinnya, Jelicic mengoleksi empat kemenangan, dua kekalahan, dan dua hasil seri. Ia juga gagal mengantar tim ke final Piala Raja setelah kalah dari Al Wehda.

Saat musim berakhir, Al Nassr segera mencari pelatih baru dengan pengalaman lebih tinggi. Jelicic pun dilepas tanpa banyak komentar dari pihak klub maupun publik.


Luis Castro: Awal Cerah yang Tak Bertahan Lama

Luis Castro datang dengan modal prestasi di Amerika Selatan dan harapan besar dari manajemen Al Nassr. Ia diharapkan dapat menyulap tim menjadi penantang serius di semua ajang.

Walau sempat mempersembahkan Arab Club Champions Cup 2023 usai menundukkan Al Hilal, Castro tak mampu mempertahankan performa puncak tim. Awal musim keduanya yang buruk membuat posisinya goyah.

Castro membukukan total 54 pertandingan, mencatatkan 36 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan sembilan kekalahan. Meski membawa tim meraih satu gelar juara, kegagalan di liga membuat manajemen tidak puas.

"Al Nassr dapat mengumumkan bahwa pelatih kepala Luis Castro telah meninggalkan klub", tulis pihak klub dalam pernyataan resmi. "Semua orang di Al Nassr ingin mengucapkan terima kasih kepada Luis dan stafnya atas kerja keras mereka selama 14 bulan terakhir, dan mendoakan yang terbaik bagi mereka di masa mendatang.”


Stefano Pioli: Harapan Besar, Hasil Tak Sejalan


Nama besar Stefano Pioli sempat membangkitkan optimisme di internal Al Nassr. Berstatus sebagai mantan juara Serie A bersama AC Milan, Pioli diharapkan mampu membawa mentalitas juara ke dalam skuad.

Namun, harapan tak selalu sejalan dengan realita. Pioli hanya bertahan selama 280 hari sebelum akhirnya diberhentikan oleh manajemen.

Dalam 44 pertandingan, ia membukukan 28 kemenangan, tujuh hasil seri, dan sembilan kekalahan. Sama seperti pendahulunya, ia gagal mempersembahkan gelar untuk tim.

"Pioli dan stafnya tidak lagi menjadi staf pelatih sementara tim utama," bunyi pernyataan resmi Al Nassr. "Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Pioli dan stafnya atas kerja keras mereka selama musim lalu."

Saturday, June 28, 2025

Hasil Race 1 MotoE Belanda 2025: Andrea Mantovani Menang Usai Kalahkan Alessandro Zaccone

 

Pembalap Klint Forward Team, Andrea Mantovani, sukses merebut kemenangan dalam balapan pertama (Race 1) MotoE Belanda 2025 di Sirkuit Assen, pada Sabtu (28/6/2025).

Pembalap Italia ini diikuti oleh pembalap Aruba Cloud, Alessandro Zaccone, di posisi kedua, dan pembalap Power Electronics Aspar Team, Jordi Torres, di posisi ketiga.

Sementara itu, posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh pembalap Rivacold Snipers Team, Nicolas Spinelli, dan pembalap Felo Gresini, Matteo Ferrari.

Berikut hasil Race 1 MotoE Belanda 2025 di Sirkuit Assen.


Hasil Race 1 MotoE Belanda 2025

  1. Andrea Mantovani - Klint Forward Team - 11'44.435 (7 lap)
  2. Alessandro Zaccone - Aruba Cloud +0.413
  3. Jordi Torres - Power Electronics Aspar Team +0.858
  4. Nicolas Spinelli - Rivacold Snipers Team +1.052
  5. Matteo Ferrari - Felo Gresini +3.289
  6. Lorenzo Baldassarri - Dynavolt Intact GP +3.657
  7. Eric Granado - LCR E-Team +4.316
  8. Kevin Zannoni - Power Electronics Aspar Team +4.924
  9. Hector Garzo - Dynavolt Intact GP +9.238
  10. Jacopo Hosciuc - MSI Racing Team +9.392
  11. Tibor Erik Varga - Rivacold Snipers Team +12.665
  12. Maria Herrera - Klint Forward Team +17.123
  13. Diego Perez - MSI Racing Team +23.574
  14. Raffaele Fusco - Ongetta SIC58 Squadra Corse +26.593
  15. Tommaso Occhi - Ongetta SIC58 Squadra Corse +36.281
  16. Mattia Casadei - LCR E-Team +1'44.617

Gagal finis:

  • Alessio Finello - Felo Gresini
  • Luca Bernardi - Aruba Cloud

Jadwal Pekan Balap MotoGP Belanda 2025

Jumat, 27 Juni 2025

  • 13:30-13:45 WIB: MotoE - Practice 1
  • 14:00-14:35 WIB: Moto3 - Free Practice 1
  • 14:50-15:30 WIB: Moto2 - Free Practice 1
  • 15:45-16:30 WIB: MotoGP - Free Practice 1
  • 17:35-17:50 WIB: MotoE - Practice 2
  • 18:15-18:50 WIB: Moto3 - Practice
  • 19:05-19:45 WIB: Moto2 - Practice
  • 20:00-21:00 WIB: MotoGP - Practice
  • 22:00-22:10 WIB: MotoE - Qualifying 1
  • 22:20-22:30 WIB: MotoE - Qualifying 2

Sabtu, 28 Juni 2025

  • 13:40-14:10 WIB: Moto3 - Free Practice 2
  • 14:25-14:55 WIB: Moto2 - Free Practice 2
  • 15:10-15:40 WIB: MotoGP - Free Practice 2
  • 15:50-16:05 WIB: MotoGP - Qualifying 1
  • 16:15-16:30 WIB: MotoGP - Qualifying 2
  • 17:15 WIB: MotoE - Race 1 (7 lap)
  • 17:50-18:05 WIB: Moto3 - Qualifying 1
  • 18:15-18:30 WIB: Moto3 - Qualifying 2
  • 18:45-19:00 WIB: Moto2 - Qualifying 1
  • 19:10-19:25 WIB: Moto2 - Qualifying 2
  • 20:00 WIB: MotoGP - Sprint (13 lap)
  • 21:10 WIB: MotoE - Race 2 (7 lap)

Minggu, 29 Juni 2025

  • 14:40-14:50 WIB: MotoGP - Warm Up
  • 16:00 WIB: Moto3 - Grand Prix Race (20 lap)
  • 17:15 WIB: Moto2 - Grand Prix Race (22 lap)
  • 19:00 WIB: MotoGP - Grand Prix Race (26 lap)

Friday, June 27, 2025

Hasil Latihan Moto2 Belanda 2025: Filip Salac dan Aron Canet Memimpin

 

Pembalap Elf Marc VDS RacingFilip Salac, sukses mencatatkan waktu tercepat dalam dalam sesi latihan (PR) Moto2 Belanda 2025 di Sirkuit Assen pada Jumat (27/6/2025).

Pembalap Ceko ini diikuti oleh pembalap Fantic Racing, Aron Canet, di posisi kedua, dan pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP, Manuel Gonzalez, di posisi ketiga.

Sementara itu, posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh pembalap BLU CRU Pramac Yamaha, Tony Arbolino, dan pembalap MT Helmets-MSI, Ivan Ortola.

Berikut hasil latihan Moto2 Belanda 2025 di Sirkuit Assen.


Hasil Latihan Moto2 Belanda 2025

Lolos ke Q2:

1. Filip Salac - Elf Marc VDS Racing - Boscoscuro - 1'34.869
2. Aron Canet - Fantic Racing - Kalex - 0.346
3. Manuel Gonzalez - Liqui Moly Dynavolt Intact GP - Kalex - 0.435
4. Tony Arbolino - BLU CRU Pramac Yamaha - Boscoscuro - 0.545
5. Ivan Ortola - MT Helmets-MSI - Boscoscuro - 0.629
6. Joe Roberts - OnlyFans American Racing Team - Kalex - 0.687
7. Izan Guevara - BLU CRU Pramac Yamaha - Boscoscuro - 0.688
8. Jake Dixon - Elf Marc VDS Racing - Boscoscuro - 0.818
9. Marcos Ramirez - OnlyFans American Racing Team - Kalex - 0.863
10. Alonso Lopez - Speed Up Racing - Boscoscuro - 0.878
11. Diogo Moreira - Italtrans Racing - Kalex - 0.973
12. Senna Agius - Liqui Moly Dynavolt Intact GP - Kalex - 1.006
13. Celestino Vietti - Speed Up Racing - Boscoscuro - 1.109
14. Albert Arenas - ITALJET Gresini - Kalex - 1.112

Lolos ke Q1:

15. Zonta van den Goorbergh - RW Idrofoglia Racing GP - Kalex - 1.166
16. Barry Baltus - Fantic Racing - Kalex - 1.195
17. Ayumu Sasaki - RW Idrofoglia Racing GP - Kalex - 1.276
18. Adrian Huertas - Italtrans Racing - Kalex - 1.329
19. Daniel Holgado - CFMoto Aspar Team - Kalex - 1.355
20. David Alonso - CFMoto Aspar Team - Kalex - 1.357
21. Jorge Navarro - KLINT Forward Factory Team - Forward - 1.360
22. Darryn Binder - ITALJET Gresini - Kalex - 1.389
23. Deniz Oncu - Red Bull KTM Ajo - Kalex - 1.408
24. Alex Escrig - KLINT Forward Factory Team - Forward - 1.498
25. Collin Veijer - Red Bull KTM Ajo - Kalex - 1.968
26. Yuki Kunii - Idemitsu Honda Team Asia - Kalex - 2.017
27. Eric Fernandez - MT Helmets-MSI - Boscoscuro - 2.612
28. Nakarin Atiratphuvapat - Idemitsu Honda Team Asia - 2.944


Jadwal Pekan Balap MotoGP Belanda 2025

Jumat, 27 Juni 2025

  • 13:30-13:45 WIB: MotoE - Practice 1
  • 14:00-14:35 WIB: Moto3 - Free Practice 1
  • 14:50-15:30 WIB: Moto2 - Free Practice 1
  • 15:45-16:30 WIB: MotoGP - Free Practice 1
  • 17:35-17:50 WIB: MotoE - Practice 2
  • 18:15-18:50 WIB: Moto3 - Practice
  • 19:05-19:45 WIB: Moto2 - Practice
  • 20:00-21:00 WIB: MotoGP - Practice
  • 22:00-22:10 WIB: MotoE - Qualifying 1
  • 22:20-22:30 WIB: MotoE - Qualifying 2

Sabtu, 28 Juni 2025

  • 13:40-14:10 WIB: Moto3 - Free Practice 2
  • 14:25-14:55 WIB: Moto2 - Free Practice 2
  • 15:10-15:40 WIB: MotoGP - Free Practice 2
  • 15:50-16:05 WIB: MotoGP - Qualifying 1
  • 16:15-16:30 WIB: MotoGP - Qualifying 2
  • 17:15 WIB: MotoE - Race 1 (7 lap)
  • 17:50-18:05 WIB: Moto3 - Qualifying 1
  • 18:15-18:30 WIB: Moto3 - Qualifying 2
  • 18:45-19:00 WIB: Moto2 - Qualifying 1
  • 19:10-19:25 WIB: Moto2 - Qualifying 2
  • 20:00 WIB: MotoGP - Sprint (13 lap)
  • 21:10 WIB: MotoE - Race 2 (7 lap)

Minggu, 29 Juni 2025

  • 14:40-14:50 WIB: MotoGP - Warm Up
  • 16:00 WIB: Moto3 - Grand Prix Race (20 lap)
  • 17:15 WIB: Moto2 - Grand Prix Race (22 lap)
  • 19:00 WIB: MotoGP - Grand Prix Race (26 lap)

Resmi Bela Yamaha AS Racing di WorldSSP 2026, Aldi Satya Mahendra Janji Tampil Sebaik Mungkin

  Pembalap binaan  Yamaha Racing Indonesia ,  Aldi Satya Mahendra , resmi dipastikan bertahan di  WorldSSP  2026 dan akan membela skuad anya...