Tuesday, September 30, 2025

Hasil Galatasaray vs Liverpool: Osimhen Bikin The Reds Pulang Dengan Tangan Hampa

 

Galatasaray berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Liverpool pada matchday kedua league phase Liga Champions 2025/2026 di Ali Sami Yen Stadium, Rabu (1/10/2025) dini hari WIB. Gol tunggal dalam laga ini menjadi penentu hasil akhir yang ketat.

Pertarungan antara Galatasaray dan Liverpool berjalan sangat sengit sejak awal pertandingan. Kedua tim tampil menyerang dengan tempo tinggi yang membuat laga berlangsung penuh intensitas.

Sejumlah peluang emas tercipta di sepanjang jalannya pertandingan. Namun, hanya satu gol yang akhirnya berhasil mengubah papan skor melalui aksi Victor Osimhen.

Tambahan tiga poin ini menjadi kemenangan perdana Galatasaray dari dua laga yang sudah dijalani. Mereka pun naik ke posisi 18 klasemen sementara Liga Champions 2025/2026.

Sementara itu, Liverpool harus puas dengan hasil mengecewakan dalam lawatan ke Turki. The Reds kini menempati posisi ke-16 dengan torehan poin yang sama.


Babak Pertama Galatasaray vs Liverpool

Pertandingan Galatasaray kontra Liverpool berjalan penuh intensitas sejak menit awal. Liverpool yang bertindak sebagai tim tamu berusaha mengambil alih kendali, namun mereka justru dibuat repot oleh serangan cepat tuan rumah.

Di menit kedua, Yilmaz hampir membawa Galatasaray unggul cepat. Aksinya dari sisi kiri berbuah peluang emas, tetapi Alisson tampil gemilang dengan menghentikan tembakan jarak dekat tersebut.

Ketegangan meningkat saat Galatasaray memperoleh penalti di menit ke-14. Szoboszlai dianggap melakukan pelanggaran terhadap Yilmaz di dalam kotak, dan wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Osimhen yang dipercaya mengeksekusi tampil percaya diri. Dengan tenang, ia menaklukkan Alisson dan membawa Galatasaray unggul 1-0, membuat stadion bergemuruh.

Liverpool mencoba membalas lewat serangan bertubi-tubi. Konate dan Wirtz sempat menebar ancaman, tetapi upaya mereka masih bisa dimentahkan oleh kiper Cakir dan penyelesaian akhir yang kurang tepat.

Hingga jeda, Liverpool menguasai jalannya laga tetapi tetap gagal mencetak gol. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan tipis 1-0 untuk Galatasaray.


Babak Kedua Galatasaray vs Liverpool

Memasuki paruh kedua, Liverpool langsung menggebrak. Ekitike hampir saja menyamakan kedudukan lewat sontekan di mulut gawang, namun Cakir bereaksi cepat untuk menepis bola.

Galatasaray tetap berbahaya lewat kecepatan Osimhen di lini depan. Sayangnya, peluang emas yang ia dapatkan gagal dimanfaatkan setelah Alisson dengan refleks brilian menggagalkan tembakan penyerang asal Nigeria itu.

Tensi pertandingan semakin tinggi ketika Osimhen sempat terjatuh dan membutuhkan perawatan medis. Kondisi tersebut sedikit mengurangi daya gempur tuan rumah, tetapi mereka tetap solid dalam bertahan.

Drama terjadi di menit-menit akhir saat Liverpool mendapatkan penalti. Namun, setelah meninjau VAR, wasit membatalkan keputusan karena Singo terlihat lebih dulu menyentuh bola sebelum terjadi kontak dengan Konate.

Suporter Galatasaray bersorak gembira menyambut keputusan itu. Pada akhirnya, tim tuan rumah mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang, membuat mereka keluar sebagai pemenang di laga penuh drama ini.


Susunan Pemain

Galatasaray (4-2-3-1): Ugurcan Cakir; Wilfried Singo, Davinson Sanchez, Abdulkerim Bardakci, Ismail Jakobs; Lucas Torreira, Mario Lemina; Yunus Akgun, Ilkay Gundogan, Baris Alper Yilmaz; Victor Osimhen

Pelatih: Okan Buruk

Liverpool (4-2-3-1): Alisson Becker; Dominik Szoboszlai, Ibrahima Konate, Virgil van Dijk, Milos Kerkez; Ryan Gravenberch, Curtis Jones; Jeremie Frimpong, Florian Wirtz, Cody Gakpo; Hugo Ekitike.

Pelatih: Arne Slot

Monday, September 29, 2025

Momen Kocak Pecco Bagnaia Ajak Marc Marquez Makan Hot Dog Bareng untuk Rayakan Gelar Dunia

 

Sepanjang akhir pekan MotoGP Jepang di Motegi, 26-28 September 2025, kru Ducati Lenovo Team berbahagia atas hasil menterengnya. Pecco Bagnaia bahkan mengajak Marc MarquezMarc Marquez melakukan selebrasi yang tidak biasa, yakni selebrasi khasnya ketika menang.

Dalam pekan balap ini, Marquez mengunci gelar dunia usai finis kedua dalam balapan Sprint dan Grand Prix di belakang Bagnaia. Ini adalah gelar dunia kelima Ducati, sekaligus gelar dunia ketujuh Marquez di MotoGP dan gelar kesembilannya di Grand Prix.

Di lain sisi, Bagnaia tampil sangat dominan sepanjang akhir pekan. Tiga kali juara dunia in menyapu bersih pole, serta kemenangan balapan Sprint dan Grand Prix. Hasil ini bagaikan tanda kebangkitan Bagnaia, mengingat ia sempat sulit bertarung di depan dalam beberapa seri terakhir.


Bersenang-senang Sejak Tes Misano


Bagnaia pun diketahui mendapatkan konfigurasi motor yang baik dengan mengganti beberapa perangkat di Desmosedici GP25 miliknya sejak tes pascabalap di Misano, Italia, dua pekan lalu. Dalam jumpa pers, ia pun mengaku merasa campur aduk atas kemenangannya.

"Saya sangat puas atas performa saya akhir pekan ini, tapi juga marah. Sebab, andai saya bisa menemukan solusi lebih cepat, mungkin perebutan gelar bakal berbeda. Hari ini, saya bersenang-senang. Sejak tes Misano, saya mampu ngotot sekaligus memegang kendali sejak awal," ujarnya.


Bawakan Marc Marquez Hot Dog

Untuk merayakan kemenangan gandanya dan juga gelar dunia Marquez, Bagnaia pun mengajak Marquez melakukan selebrasi khasnya, yakni makan hot dog setelah balapan. Bagnaia sendirilah yang bahkan membawa piring berisi dua hot dog tersebut kepada Marquez. Ia pun memuji kegigihan tandemnya itu.

"Marc tampil sempurna dari awal sampai akhir. Bahkan dalam momen-momen rumit pun ia bisa menang, finis kedua atau ketiga. Hanya sedikit yang bisa saya katakan. Jujur saja, saya sudah memperkirakan musim seperti ini darinya. Saya pun ingin berada di levelnya dalam lima seri ke depan dan ikut bertarung," tutupnya.


Saturday, September 27, 2025

Jose Mourinho Siap Kembali ke Stamford Bridge: Saya Kini Lebih Baik, Lebih Kuat


Jose Mourinho menyatakan dirinya kini adalah versi terbaik dari seorang pelatih, jelang laga reuni melawan Chelsea di Liga Champions. Setelah kehilangan pekerjaan di Fenerbahce bulan lalu, pelatih asal Portugal itu kembali ke tanah kelahirannya untuk menukangi Benfica, klub tempat ia pertama kali mengawali karier manajerial 25 tahun silam.

Di bawah asuhannya, Benfica mencatat dua kemenangan dan satu hasil imbang di Liga Portugal. Awal yang positif itu memberi keyakinan bahwa sang "Special One" masih punya sentuhan istimewa di level tertinggi.

Dalam wawancara bersama UEFA, Mourinho merefleksikan perjalanan kariernya selama 25 tahun. “Seorang pelatih lahir dan mati dengan DNA yang sama. Tapi sebagai pribadi, saya banyak berubah. Mungkin dulu saya lebih memikirkan diri sendiri, sekarang saya lebih altruistik. Saya merasa ada di sepak bola untuk membantu pemain saya,” ujarnya.


Saya Pelatih yang Jauh Lebih Baik dari Sebelumnya

Mourinho menegaskan pengalaman panjang membuatnya lebih kuat. “Saya merasa lebih kuat, saya merasa jauh lebih baik sebagai pelatih. Pengalaman membuat seorang pelatih menjadi lebih baik. Ada pertandingan-pertandingan yang saya menangkan karena keputusan yang tepat, baik sebelum maupun selama laga,” kata eks manajer Chelsea, Real Madrid, dan Manchester United itu.

Namun ia menolak label jenius. “Saya tidak pernah merasa sebagai jenius. Mungkin saya sedikit provokatif, tapi bukan jenius atau iblis,” ujarnya sambil tersenyum.

Mourinho juga mengakui bahwa perubahan cara pandangnya membuatnya lebih tenang dan fokus pada proses pengembangan tim, bukan sekadar prestasi pribadi.


Reuni Emosional di Stamford Bridge


Mourinho akan kembali ke Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea di laga Liga Champions tengah pekan ini. Momen tersebut menjadi reuni emosional bagi pelatih yang membawa The Blues meraih dua gelar Premier League di dua periode berbeda.

Chelsea sendiri akan tampil tanpa bintang mereka, Cole Palmer, yang absen tiga laga karena cedera pangkal paha. Absennya sang playmaker bisa menjadi peluang bagi Benfica untuk mencuri hasil positif di London.



Friday, September 26, 2025

Hasil FP2 Moto3 Jepang 2025: Joel Kelso dan Jose Antonio Rueda Memimpin

 

Pembalap LevelUp MTA, Joel Kelso, sukses mencatatkan waktu tercepat dalam sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto3 Jepang 2025 di Sirkuit Motegi, pada Jumat (26/9/2025).

Pembalap Australia ini diikuti oleh pembalap Red Bull KTM Ajo, Jose Antonio Rueda, di posisi kedua, dan pembalap Leopard Racing, David Almansa, di posisi ketiga.

Sementara itu, posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP, David Munoz, dan pembalap CFMoto Aspar Team, Maximo Quiles.

Berikut hasil FP2 Moto3 Jepang 2025.


Hasil FP2 Moto3 Jepang 2025

  1. Joel Kelso - LevelUp MTA - KTM - 1:55.177
  2. Jose Antonio Rueda - Red Bull KTM Ajo - KTM - 1:55.188
  3. David Almansa - Leopard Racing - Honda - 1:55.206
  4. David Munoz - Liqui Moly Dynavolt Intact GP - KTM - 1:55.307
  5. Maximo Quiles - CFMoto Aspar Team - KTM - 1:55.463
  6. Angel Piqueras - Frinsa MT Helmets-MSI - KTM - 1:55.475
  7. Luca Lunetta - SIC58 Squadra Corse - Honda - 1:55.593
  8. Ryusei Yamanaka - Frinsa MT Helmets-MSI - KTM - 1:55.646
  9. Dennis Foggia - CFMoto Aspar Team - KTM - 1:55.765
  10. Scott Ogden - CIP Green Power - KTM - 1:55.779
  11. Taiyo Furusato - Honda Team Asia - Honda - 1:55.813
  12. Alvaro Carpe - Red Bull KTM Ajo - KTM - 1:55.864
  13. Guido Pini - Liqui Moly Dynavolt Intact GP - KTM - 1:55.900
  14. Marco Morelli - BOE Motorsports - KTM - 1:55.943
  15. Valentin Perrone - Red Bull KTM Tech 3 - KTM - 1:55.951
  16. Matteo Bertelle - LevelUp MTA - KTM - 1:55.981
  17. Adrian Fernandez - Leopard Racing - Honda - 1:55.994
  18. Stefano Nepa - SIC58 Squadra Corse - Honda - 1:56.020
  19. Nicola Fabio Carraro - Rivacold Snipers Team - Honda - 1:56.133
  20. Eddie O'Shea - MLav Racing Honda - Honda - 1:56.228
  21. Jacob Roulstone - Red Bull KTM Tech 3 - KTM - 1:56.485
  22. Riccardo Rossi - Rivacold Snipers Team - Honda - 1:56.569
  23. Noah Dettwiler - CIP Green Power - KTM - 1:56.598
  24. Cormac Buchanan - BOE Motorsports - KTM - 1:56.686
  25. Ruche Moodley - BOE Motorsports - KTM - 1:57.289
  26. Fadillah Arbi Aditama - Honda Team Asia - Honda - 1:57.315


Jadwal Pekan Balap MotoGP Jepang 2025

Jumat, 26 September 2025

  • 07:00-07:35 WIB: Moto3 - Free Practice 1
  • 07:50-08:30 WIB: Moto2 - Free Practice 1
  • 08:45-09:30 WIB: MotoGP - Free Practice 1
  • 10:00-10:25 WIB: Asia Talent Cup - Free Practice 1
  • 11:15-11:50 WIB: Moto3 - Practice
  • 12:05-12:45 WIB: Moto2 - Practice
  • 13:00-14:00 WIB: MotoGP - Practice
  • 14:25-14:50 WIB: Asia Talent Cup - Free Practice 2

Sabtu, 27 September 2025

  • 06:40-07:10 WIB: Moto3 - Free Practice 2
  • 07:25-07:55 WIB: Moto2 - Free Practice 2
  • 08:10-08:40 WIB: MotoGP - Free Practice 2
  • 08:50-09:05 WIB: MotoGP - Qualifying 1
  • 09:15-09:30 WIB: MotoGP - Qualifying 2
  • 10:00-10:40 WIB: Asia Talent Cup - Qualifying
  • 10:45-11:00 WIB: Moto3 - Qualifying 1
  • 11:10-11:25 WIB: Moto3 - Qualifying 2
  • 11:40-11:55 WIB: Moto2 - Qualifying 1
  • 12:05-12:20 WIB: Moto2 - Qualifying 2
  • 13:00 WIB: MotoGP - Tissot Sprint (12 Lap)
  • 14:10 WIB: Asia Talent Cup - Race 1 (13 lap)

Sabtu, 27 September 2025

  • 06:45 WIB: Asia Talent Cup - Race 2 (13 lap)
  • 07:40-07:50 WIB: MotoGP - Warm Up
  • 09:00 WIB: Moto3 - Grand Prix (17 Lap)
  • 10:15 WIB: Moto2 - Grand Prix (19 Lap)
  • 12:00 WIB: MotoGP - Grand Prix (24 Lap)

Thursday, September 18, 2025

Ranking FIFA September 2025: Timnas Indonesia Melorot Satu Tingkat, Thailand Masih Jadi Raja ASEAN

 

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah merilis pembaruan ranking FIFA edisi September 2025 pada Kamis (18/9/2025) sore WIB. Dari hasil tersebut, Timnas Indonesia mendapat kabar kurang menyenangkan karena posisi mereka di tabel peringkat dunia mengalami penurunan.

Pada edisi sebelumnya, Indonesia menempati peringkat ke-118 dunia. Namun, dalam update terbaru, skuad Garuda yang kini ditangani Patrick Kluivert harus turun satu strip ke posisi 119 dengan raihan 1157,94 poin. Situasi ini terasa ironis mengingat performa Indonesia sebenarnya cukup menjanjikan di FIFA Matchday bulan September.

Indonesia berhasil meraih kemenangan telak 6-0 atas Chinese Taipei serta menahan imbang Lebanon tanpa gol. Dua hasil tersebut mendatangkan tambahan 3,39 poin, tetapi tetap belum cukup untuk menjaga posisi di ranking FIFA.

Thailand Masih Perkasa di ASEAN

Berbeda dengan Indonesia, Thailand tetap menunjukkan dominasinya sebagai kekuatan utama Asia Tenggara. "Gajah Perang" berhasil mempertahankan peringkat ke-101 dunia dengan koleksi 1222,20 poin, unggul cukup jauh dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Dalam dua laga uji coba terakhir, Thailand tampil cukup solid. Mereka mengalahkan Fiji dengan skor 3-0, meski harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Irak. Catatan tersebut cukup untuk menjaga posisi mereka tetap di atas Vietnam, Indonesia, dan Malaysia.


Persaingan Ketat Vietnam dan Indonesia


Vietnam kembali unggul atas Indonesia dalam persaingan ranking FIFA di kawasan ASEAN. The Golden Star Warriors kini berada di peringkat ke-114 dengan 1169,92 poin. Selisih lima tingkat dari Indonesia memperlihatkan bahwa Nguyen Quang Hai dan rekan-rekannya masih konsisten menjaga stabilitas di level internasional.

Sementara itu, Malaysia berusaha terus menempel. Harimau Malaya saat ini menempati urutan ke-123 dengan 1148,23 poin. Filipina juga masih menjaga posisi dalam persaingan, dengan bertahan di peringkat ke-143 dunia lewat torehan 1066,35 poin.


Ranking FIFA Negara ASEAN Edisi September 2025



101. Thailand - 1222,20 poin

114. Vietnam - 1169,92 poin

119. Indonesia - 1157,94 poin

123. Malaysia - 1148,23 poin

143. Filipina - 1066,35 poin

158. Singapura - 1013,34 poin

160. Myanmar - 1004,15 poin

180. Kamboja - 910,21 poin

183. Brunei Darussalam - 900,62 poin

185. Laos - 890,35 poin

194. Timor-Leste - 855,36 poin

Wednesday, September 17, 2025

Sial Melulu di Mandalika, Marc Marquez Makin Panas Targetkan Podium di MotoGP Indonesia 2025

 

Pembalap Ducati Lenovo TeamMarc Marquez, berharap bisa tampil baik dalam MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 3-5 Oktober 2025 mendatang. Sebab, Mandalika menjadi salah satu sirkuit yang belum pernah ia taklukkan. Bahkan ia kerap gagal finis di sirkuit ini.

Sejak Mandalika menjamu MotoGP pada 2022, Marquez tak pernah meraih hasil mentereng di trek itu. Pada 2022, Marquez jatuh dalam sesi pemanasan, mengakibatkan gegar otak ringan dan kambuhnya cedera diplopia yang sudah ia derita sejak 2011. Alhasil, ia absen dari balapan.

Pada 2023, Marquez mengalami kecelakaan dan gagal finis, baik dalam Sprint maupun Grand Prix. Pada 2024, rider asal Spanyol ini finis ketiga dalam Sprint, tetapi mesin Ducati Desmosedici GP23 miliknya meleduk di pertengahan balapan Grand Prix sehingga ia gagal finis.

Sebut MotoGP Mandalika Bakal Jadi Balapan yang Sulit


Sebelum menjalani balapan di Mandalika, Marquez akan tampil lebih dulu di Motegi, Jepang, pada 26-28 September 2025. Di sana, ia berpeluang besar mengunci gelar dunia musim ini. Namun, Marquez tak meremehkan balapan-balapan berikutnya. Ia menyebut Seri Indonesia dan Malaysia akan jadi rider yang terberat di Asia.

"Sepang akan jadi balapan yang paling sulit, begitu juga dengan Mandalika. Khususnya di Indonesia, saya tak pernah finis balapan di sana. Jadi, semoga kami bisa berhasil tahun ini pada hari Minggu nanti, mungkin bisa naik podium," ungkap pembalap 32 tahun ini kepada GPOne, Senin (15/9/2025)

Sebut akan Ada Pembalap Lain yang Kompetitif

Di lain sisi, Marquez juga menyatakan bahwa ia tetap harus waspada di sirkuit-sirkuit yang bersahabat dengannya. Ia berkaca dari MotoGP San Marino akhir pekan lalu, di mana ia mendapatkan perlawanan sengit dari Marco Bezzecchi meski ia tercatat sebagai rider dengan kemenangan terbanyak di Misano.

"Tampil baik di sirkuit di mana Anda biasa tampil baik juga tidak berarti apa-apa. Sebab, di Misano, Bez terbukti superior dari saya atau berada di level yang sama dengan saya. Setiap akhir pekan, akan ada rider lain yang kompetitif. Bagi saya, yang penting adalah bertarung dengan yang terbaik," tutupnya.

Selain Sirkuit Mandalika, Sirkuit Portimao, Portugal merupakan sirkuit di kalender MotoGP 2025 yang belum pernah dimenangi Marquez sepanjang kariernya di kelas para raja.

Sumber; GPOne

Tuesday, September 16, 2025

Sudah Punya Valentino Rossi, Pecco Bagnaia Ingin Casey Stoner Juga Jadi Mentornya di MotoGP

 

Punya mentor sekaliber Valentino Rossi ternyata tak cukup bagi Pecco Bagnaia. Pembalap Ducati Lenovo Team ini ternyata juga ingin bimbingan dari Casey Stoner. Hal ini ia katakan setelah Stoner mengunjungi MotoGP Seri San Marino di Sirkuit Misano pada 12-14 September 2025.

Stoner yang merupakan juara dunia MotoGP 2007 dan 2011, diketahui mondar-mandir sepanjang pekan balap di Misano untuk mendampingi dan memberikan banyak saran kepada Bagnaia, Luca Marini, Fabio Quartararo, Marco Bezzecchi, Alex Marquez, dan banyak pembalap lainnya.

"Saya tidak punya kewajiban di mana pun di paddock ini. Jadi, saya pun hanya jalan-jalan di pitlane dan saya menyaksikan beberapa hal di trek. Ketika saya melihat sesuatu, saya pun bisa memberikan sedikit saran di sana-sini," ungkap Stoner kepada MotoGP.com.


Casey Stoner Ikut Utak-Atik Motor Pecco Bagnaia


Namun, Stoner diketahui sudah sering memberikan arahan dan bimbingan kepada Bagnaia sejak rider Italia itu membela tim pabrikan Ducati pada 2021. Sebagai catatan, crew chief Bagnaia, Cristian Gabarrini, merupakan crew chief Stoner selama berlaga di MotoGP pada 2006-2012.

Stoner bahkan tetap menghadiri tes pascabalap di Misano pada Senin (15/9/2025) untuk mendampingi para pembalap, termasuk Bagnaia dan Bezzecchi. Kepada GPOne, Bagnaia mengaku ingin dimentori Stoner. Sayangnya, hal ini tak bisa sering dilakukan karena Stoner tinggal di Australia.

"Pagi ini saya bisa melihat Casey mengutak-atik motor saya. Jika memungkinkan, saya ingin Casey bersama saya sepanjang waktu. Namun, tidak bisa. Ketika seseorang bisa mengambil untung dari opini sosok seperti Casey, rasanya sangat penting," ungkap tiga kali juara dunia ini.


Sebut Casey Stoner dan Manuel Poggiali Kerja Bareng

Bagnaia, yang merupakan anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy, mengaku sudah lama memiliki hubungan baik dengan Stoner. Terlebih, keduanya memiliki pemikiran yang sama. Alhasil, ketika Stoner memberikan saran atau nasihat, Bagnaia bisa segera menangkapnya.

"Kami punya gagasan-gagasan yang sama dan semua datang secara alami. Ia punya hubungan baik dengan Gabarrini dan kami sudah saling bantu sejak 2021. Komentar Casey sangat analitis, bahkan kadang berlebihan. Ia punya mata yang sangat jeli, begitu juga Manuel Poggiali (pelatih balap Ducati). Mereka bekerja sama," tutupnya.

Usai sekadar finis ke-13 dalam Sprint MotoGP San Marino pada Sabtu (13/9/2025), kini Bagnaia dipastikan tak lagi berpeluang matematis untuk menjadi juara dunia. Saat ini, ia berada di peringkat ketiga klasemen pembalap dengan 237 poin, tertinggal 275 poin dari Marc Marquez di puncak.


Monday, September 15, 2025

Bisa Curi Peringkat 3 dari Pecco Bagnaia di Klasemen MotoGP 2025, Marco Bezzecchi Woles: Saya Nggak Seberapa Tertarik

 

Pembalap Aprilia RacingMarco Bezzecchi, tak memungkiri ia sedang menjalani momentum positif di MotoGP 2025. Ia merebut banyak podium pertengahan musim ini, tetapi ternyata belum memikirkan kans besar mencuri peringkat ketiga klasemen dari sahabatnya sendiri, Pecco Bagnaia.

Selagi Bagnaia terus terseok-seok bersama Ducati Lenovo Team dan belum naik podium lagi sejak Seri Jerman, Bezzecchi justru gaspol setelah memenangi Seri Inggris. Sejak Seri Belanda, Bezzecchi juga selalu bertarung di zona podium, kecuali saat gagal finis dalam dua balapan di Catalunya.

Dalam Seri San Marino di Misano, pada 12-14 September 2025, Bezzecchi memenangi Sprint dan finis kedua dalam balapan utama. Sementara itu, Bagnaia gagal meraih poin di kedua balapan. Hasil ini bikin Bezzecchi menduduki peringkat keempat dengan 229 poin, hanya tertinggal 8 poin dari Bagnaia.

Belum Kepikiran Geser Pecco Bagnaia

Dengan enam seri tersisa, apalagi jika melihat kiprah apiknya belakangan ini, Bezzecchi pun berpotensi merebut peringkat ketiga dari Bagnaia pada akhir musim. Uniknya, Bezzecchi mengaku tidak terlalu ambisius mengejar hasil ini.

"Saya sejujurnya tidak memikirkannya dan bahkan sekarang pun tidak. Pada dasarnya itu bukan sesuatu yang terlalu bikin saya tertarik," ungkap anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy ini dalam jumpa pers usai balap.

Bezzecchi menyatakan bahwa apa pun masih bisa terjadi dalam enam seri terakhir. Ia juga tak mau melambungkan asa setinggi mungkin, berkaca dari dua gagal finis yang ia raih di Catalunya. Menurutnya, lebih baik fokus balapan demi balapan.


Baru Mau Mikir Ketika Tersisa 2-3 Seri

"Dalam enam seri, yang sebenarnya berarti 12 balapan, bisa saja saya finis kedelapan atau kesembilan. Kami memang sedang berada di momen yang baik, itu tak terbantahkan, tetapi ini juga saatnya untuk kembali berpijak ke bumi," ujar 'Bez'.

"Seperti yang terjadi di Barcelona, di mana saya jatuh dalam dua balapan dan tidak dapat poin sama sekali. Mungkin dalam dua atau tiga balapan terakhir kita bisa mulai memikirkannya sedikit lebih jauh, tetapi saat ini bukan waktunya," pungkas rider Italia ini.

Bezzecchi, Bagnaia, dan para pembalap MotoGP lainnya akan kembali turun lintasan dalam Seri Jepang di Sirkuit Motegi pada 26-28 September 2025 mendatang.

Klasemen Pembalap MotoGP 2025

  1. Marc Marquez - Ducati Lenovo Team - Ducati: 512
  2. Alex Marquez - BK8 Gresini Racing - Ducati: 330
  3. Pecco Bagnaia - Ducati Lenovo Team - Ducati: 237
  4. Marco Bezzecchi - Aprilia Racing - Aprilia: 229
  5. Pedro Acosta - Red Bull KTM Factory Racing - KTM: 188
  6. Franco Morbidelli - Pertamina Enduro VR46 - Ducati: 180
  7. Fabio di Giannantonio - Pertamina Enduro VR46 - Ducati: 179
  8. Fermin Aldeguer - BK8 Gresini Racing - Ducati: 141
  9. Fabio Quartararo - Monster Energy Yamaha - Yamaha: 137
  10. Johann Zarco - LCR Honda Castrol - Honda: 117

Sunday, September 14, 2025

Selebrasi Marc Marquez di 'Rumah' Valentino Rossi, Lepas Baju Balap Seperti Lionel Messi Lepas Jersey di Madrid

 

Pembalap Ducati Lenovo TeamMarc Marquez, melakukan selebrasi yang penuh makna usai memenangi balapan utama MotoGP San Marino 2025 di Sirkuit Misano, Italia, pada Minggu (14/9/2025). Ia diketahui melepas baju Alpinestars miliknya di podium dan menunjukkannya kepada fans Italia yang memenuhi trek lurus.

Dalam balapan ini, Marquez mengalahkan pembalap tuan rumah, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing). Kemenangan ini pun ia anggap sebagai aksi balas dendam setelah terjatuh dan gagal finis dalam balapan Sprint sehari sebelumnya, ketika fans Valentino Rossi bersorak gembira melihat kegagalannya.

Seperti yang diketahui, Marquez menjadi musuh publik Italia sejak berseteru dengan Rossi sejak 2015. Setiap balapan di Mugello dan Misano, ia sering mendapatkan teriakan dan cemoohan dari fans Italia, terutama dari fans Rossi yang masih menghadiri balapan untuk mendukung para anggota VR46 Riders Academy, termasuk Bezzecchi.

Pamer Baju Balap ke Fans Italia di Atas Podium

Setelah finis, Marquez, Bezzecchi, dan Alex Marquez masuk ke cool down room sebelum naik ke podium. Ketika dipanggil untuk naik ke podium, Marquez diketahui meninggalkan sepatu botnya dan keluar ke panggung podium dengan baju balapnya yang sepenuhnya dilepas.

Marquez kemudian menunjukkan bagian belakang baju balapnya ke arah penonton yang memenuhi trek lurus untuk menyaksikan upacara penyerahan trofi. Aksinya ini pun mendapatkan tepuk tangan meriah dari kru Ducati, sebelum ia kembali memakai baju balapnya di puncak podium.

Warganet di media sosial pun mengkait-kaitkan selebrasi ini dengan selebrasi Lionel Messi pada 23 April 2017, ketika ia mencetak gol pada menit-menit terakhir pertandingan Barcelona kontra Real Madrid di Santiago Bernabeu, kandang Madrid.


Lionel Messi 'Bicara' di Lapangan, Marc Marquez 'Bicara' di Lintasan

Gol itu pun memastikan kemenangan 3-2 untuk Barcelona, sekaligus menandai gol ke-500 Messi bagi Barca. Usai mencetak gol tersebut, Messi melepas jersey-nya dan menunjukkan nama dan nomor punggungnya ke arah tribun yang dipenuhi fans Madrid.

Dalam program 'After The Flag' dan jumpa pers di MotoGP.com, Marquez pun mensinyalir bahwa ia memang meniru selebrasi Messi tersebut. Meski begitu, ia tak mau membenarkan bahwa selebrasi itu bagian dari aksi balas dendam kepada fans Rossi yang bersorak ketika ia jatuh dalam Sprint.

"Salah satu referensi saya di dalam olahraga adalah Lionel Messi. Namun, dengan Messi... ia berbicara dengan bermain sepak bola, sementara saya berbicara dengan naik motor di lintasan," ujarnya. Marquez pun akan menjalani laga match point dalam perebutan gelar dunia di Seri Jepang pada 26-28 September 2025 mendatang.

Saturday, September 13, 2025

Hasil Race 1 Red Bull Rookies Cup San Marino 2025: Veda Ega Pratama Kecelakaan, Brian Uriarte Jadi Juara

 

Pembalap Spanyol, Brian Uriarte, sukses merebut kemenangan dalam balapan pertama (Race 1) Red Bull Rookies Cup San Marino 2025 di Sirkuit Misano, Italia, pada Sabtu (13/9/2025). Uriarte juga mengunci gelar juara musim ini.

Uriarte diikuti oleh pembalap Argentina, Marco Morelli, di posisi kedua, dan pembalap Jepang, Zen Mitani, di posisi ketiga.

Sementara itu, posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh pembalap Spanyol, David Gonzalez, dan pembalap Indonesia, Kiandra Ramadhipa.

Nasib Apes Veda Ega Pratama

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, start kedua dan langsung memimpin balapan selepas start. Namun, ia segera tersalip oleh Uriarte. Sejak itu, Veda pun berjibaku dengan David Gonzalez dan Marco Morelli, berebut posisi kedua.

Veda pun terus menjalani aksi saling salip yang menegangkan dengan para rivalinya selagi Uriarte memimpin. Namun, pada Lap 11, Veda terjepit di antara motor Hakim Danish dan Yaroslav Karpushin di Tikungan 14. Veda dan Karpushin pun terjatuh dan gagal finis.

Dengan hasil ini, harapan Veda menjadi juara Red Bull Rookies Cup 2025 pun sirna, karena gelar jatuh ke tangan Uriarte. Pembalap Indonesia lainnya, Kiandra Ramadhipa, berhasil finis di posisi kelima.

Berikut hasil Race 1 Red Bull Rookies Cup San Marino 2025.

Hasil Race 1 Red Bull Rookies Cup San Marino 2025

  1. Brian Uriarte - Spanyol
  2. Marco Morelli - Argentina
  3. Zen Mitani - Jepang
  4. David Gonzalez - Spanyol
  5. Kiandra Ramadhipa - Indonesia
  6. Carter Thompson - Australia
  7. Giulio Pugliese - Italia
  8. Luca Agostinelli - Vietnam
  9. Guillem Planques - Prancis
  10. Hakim Danish - Malaysia
  11. Lenoxx Phommara - Swiss
  12. Leo Rammerstorfer - Austria
  13. Sullivan Mounsey - Inggris
  14. Kerman Tinez - Venezuela
  15. Kiattisak Singhapong - Thailand
  16. David da Costa - Prancis
  17. Jurrien van Crugten - Belanda
  18. Lucas Brown - Inggris
  19. Kristian Daniel jr - Amerika Serikat
  20. Alejandra Fernandez - Spanyol
  21. Kgopotso Mononyane - Afrika Selatan

Gagal finis:

  • Gabriel Tesini - San Marino
  • Veda Ega Pratama - Indonesia
  • Yaroslav Karpushin - Kirgistan
  • Benat Fernandez - Spanyol
  • Joel Pons - Spanyol


  • Jadwal Pekan Balap MotoGP San Marino 2025

    Jumat, 12 September 2025

    • 13:30-13:45 WIB: MotoE - Free Practice
    • 14:00-14:35 WIB: Moto3 - Free Practice 1
    • 14:50-15:30 WIB: Moto2 - Free Practice 1
    • 15:45-16:30 WIB: MotoGP - Free Practice 1
    • 17:00 WIB: Red Bull Rookies Cup - Free Practice 1
    • 17:35-17:50 WIB: MotoE - Practice
    • 18:15-18:50 WIB: Moto3 - Practice
    • 19:05-19:45 WIB: Moto2 - Practice
    • 20:00-21:00 WIB: MotoGP - Practice
    • 21:25 WIB: Red Bull Rookies Cup - Free Practice 2
    • 22:05-22.35 WIB: MotoE Qualifying
    • 23:00 WIB: Red Bull Rookies Cup - Qualifying

    Sabtu, 13 September 2025

    • 13:40-14:10 WIB: Moto3 - Free Practice 2
    • 14:25-14:55 WIB: Moto2 - Free Practice 2
    • 15:10-15:40 WIB: MotoGP - Free Practice 2
    • 15:50-16:05 WIB: MotoGP - Qualifying 1
    • 16:15-16:30 WIB: MotoGP - Qualifying 2
    • 17:15 WIB: MotoE - Race 1 (8 lap)
    • 17:50-18:05 WIB: Moto3 - Qualifying 1
    • 18:15-18:30 WIB: Moto3 - Qualifying 2
    • 18:45-19:00 WIB: Moto2 - Qualifying 1
    • 19:10-19:25 WIB: Moto2 - Qualifying 2
    • 20:00 WIB: MotoGP - Sprint (13 lap)
    • 21:10 WIB: MotoE - Race 2 (8 lap)
    • 22:00 WIB: Red Bull Rookies Cup - Race 1

    Minggu, 14 September 2025

    • 13:45 WIB: Red Bull Rookies Cup - Race 2
    • 14:40-14:50 WIB: MotoGP - Warm Up
    • 15:00-15:40 WIB: MotoGP - Rider Parade
    • 16:00 WIB: Moto3 - Grand Prix Race (20 lap)
    • 17:15 WIB: Moto2 - Grand Prix Race (22 lap)
    • 19:00 WIB: MotoGP - Grand Prix Race (27 lap)

Friday, September 12, 2025

Bursa Transfer Sudah Ditutup, Chelsea Resmikan Transfer Emanuel Emegha dari Strasbourg

 

 Chelsea akhirnya mengamankan jasa penyerang muda StrasbourgEmanuel Emegha, yang dijadwalkan resmi bergabung dengan skuad London Biru pada tahun 2026.

Striker berusia 22 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi tujuh tahun, sebuah investasi jangka panjang yang memperlihatkan keyakinan klub terhadap potensinya. Emegha dipandang sebagai bagian penting dari proyek besar The Blues di bawah manajer anyar.

Sebelum menerima pinangan Chelsea, Emegha sempat menarik perhatian sejumlah klub papan atas Eropa. Namun, hubungan erat antara Chelsea dan Strasbourg yang sama-sama berada dalam naungan BlueCo membuat transfer ini berjalan mulus.

Performa Emegha musim lalu di Ligue 1 cukup mencuri perhatian. Dari 27 laga, ia mengoleksi 14 gol dan tiga assist. Tren positif itu berlanjut musim ini, di mana ia sudah mencetak tiga gol hanya dalam empat pertandingan awal. Walau belum debut bersama timnas Belanda senior, banyak pihak menilai ia memiliki kapasitas untuk bersaing di level elite.

Strasbourg Jadi Basis Pengembangan

Sejak diakuisisi Clearlake dan Todd Boehly, Strasbourg perlahan berubah menjadi “ladang uji coba” bagi Chelsea dalam mengasah talenta muda.

Nama-nama seperti Andrey Santos, Angelo, hingga Djordje Petrovic sempat ditempa di klub Ligue 1 itu. Bahkan beberapa pemain lain seperti Ben Chilwell dan Julio Enciso akhirnya pindah permanen. Pola ini memudahkan Chelsea dalam memantau perkembangan serta mengamankan bakat potensial Eropa.

Emegha pun melengkapi daftar panjang striker baru yang diboyong Enzo Maresca dalam setahun terakhir. Ia mengikuti jejak Joao Pedro, Liam Delap, Marc Guiu, hingga Joao Felix yang lebih dulu merapat.

Dengan lini serang yang kini kian bertabur opsi, Chelsea berharap bisa membangun kembali kejayaan mereka, baik di kancah domestik maupun di level Eropa.

Sumber: Chelsea FC, Fabrizio Romano

Thursday, September 11, 2025

Ducati Bakal Beri Alex Marquez 'Imbalan' Karena Tampil Garang di MotoGP 2025, Bisa Jadi Motor Baru!

 

Manajer Ducati Lenovo TeamDavide Tardozzi, menyatakan bahwa General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, akan memberikan 'imbalan' kepada Alex Marquez berkat penampilannya yang sangat kompetitif sepanjang musim MotoGP 2025 bersama BK8 Gresini Racing.

Meski sulit mengejar Marc Marquez dalam perebutan gelar dunia, Alex sedang menjalani musim terbaiknya di kelas para raja. Jelang MotoGP San Marino di Misano, 12-14 September 2025, ia berada di peringkat kedua klasemen. Ia merebut 11 podium Sprint termasuk 1 kemenangan, serta 8 podium Grand Prix termasuk 2 kemenangan.

Alex bahkan membuat seluruh kru Ducati Lenovo Team terkagum-kagum di Seri Catalunya akhir pekan lalu. Sebab, ia mampu merebut kemenangan dalam balapan Grand Prix, mengalahkan kakaknya. Dalam balapan Sprint, ia juga hampir menang, tetapi terjatuh saat balapan menyisakan empat lap.

Ducati Lenovo Team Tepuk Tangan untuk Alex Marquez


Kepada Marca, Selasa (9/9/2025), Tardozzi pun menyatakan rasa kagumnya kepada Alex, yang juga juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019 tersebut. Menurutnya, Alex memang sangat layak merebut kemenangan di Catalunya, mengingat sirkuit ini lebih bersahabat dengannya ketimbang dengan Marc.

"Pada Minggu di Barcelona, Alex layak mendapatkannya. Sayangnya, pada Sabtu, ia melakukan kesalahan. Namun, dalam dua hari itu, dialah pembalap yang tercepat di lintasan. Jadi, kami yang ada di tim pabrikan Ducati hanya bisa bertepuk tangan untuknya," ujar Tardozzi.

Namun, performa apik Alex sepanjang 2025 menimbulkan pertanyaan baru. Apakah Alex akan mendapatkan kesempatan membela tim pabrikan Ducati pada 2027? Atau, akankah ia mendapatkan motor spek pabrikan terbaru, Desmosedici GP26, di BK8 Gresini Racing pada 2026?

Akankah Alex Marquez Dapat Desmosedici GP26?

Tardozzi pun menyatakan Dall'Igna pasti akan memberikan hadiah menarik kepada Alex atas prestasinya. "Kami akan memberinya imbalan. Alex akan mendapatkan penghargaan teknis. Gigi Dall'Igna selalu mengingat pembalap-pembalapnya yang cepat. Jadi, Alex jelas akan dapat sesuatu," ujarnya.

Meski begitu, Tardozzi tak bisa memastikan apakah hadiah itu akan berupa motor GP26, mengingat skuad Valentino Rossi, Pertamina Enduro VR46 menolak tawaran Ducati untuk mendapatkan dua motor spek terbaru pada 2026. Mereka justru mengusulkan agar Ducati memberikan motor itu kepada Alex.

"GP26? Saya tidak menyebutkan itu," tutup Tardozzi singkat. Nah, apakah Alex Marquez akan mendapatkan motor Desmosedici GP26 di MotoGP musim depan? Tunggu kabar perkembangannya, ya!


Wednesday, September 10, 2025

MGPA Sebut Sirkuit Mandalika 99 Persen Sudah Siap Jamu MotoGP Indonesia 2025

 

Persiapan MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika kini hampir rampung. Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Priandhi Satria, memastikan kesiapan sirkuit sudah mencapai 99 persen.

Ajang balap motor paling bergengsi itu akan berlangsung pada 3-5 Oktober 2025 mendatang. Semua elemen pendukung baik untuk balapan maupun non-balapan disebut siap menyambut kedatangan pembalap dunia dan para penggemarnya.

Hal ini dikatakan Priandhi setelah mengikuti rapat persiapan perhelatan MotoGP Indonesia 2025 bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri dengan sejumlah instansi di Mataram, Senin (8/9/2025).


Persiapan Balap dan Non-Balap Sudah Hampir Siap


Priandhi menyebut persiapan teknis balapan kini nyaris selesai. "Persiapan ini dibagi dua, ada race dan non race. Kesiapan race ini berkaitan dengan balapan di sirkuit, pitlane, paddock, lintasan, dan lain sebagainya sudah 99 persen aman menjelang MotoGP," ujarnya kepada Antara.

Sementara untuk kegiatan non-balapan, seperti kesiapan paddock dan acara pendukung lainnya seperti tata letak kontainer tim dan UMKM juga sudah sepenuhnya siap. Namun penataan UMKM masih menunggu kedatangan barang dari tim-tim peserta.

"Kita tidak bisa taruh UMKM di depan sementara barang-barang tim balap belum tiba di area sirkuit. Makanya kita lagi menunggu perlengkapan tim tiba dulu baru kita bisa pasang tenda-tenda UMKM. Biasanya barang dari Dorna datang sepekan sebelum balapan," jelas Priandhi.


Dukungan Pemprov NTB dan Harapan Ekonomi

Kesiapan tribun penonton juga dipastikan tuntas, termasuk tribun beratap di beberapa sektor. Meski demikian, Priandhi mengakui adanya kekhawatiran soal jumlah penonton yang bisa terpecah karena berbarengan dengan Formula 1 GP Singapura.

"Suka atau tidak suka kita harus mendukung kegiatan yang sudah disediakan pemerintah ini. Jadi, kita sangat merasakan dampaknya," tegas Priandhi.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, memastikan dukungan penuh Pemprov untuk MotoGP. "Dukungan Pemprov, termasuk dengan pemerintah kabupaten utamanya Kabupaten Lombok Tengah sebagai lokasi sirkuit. Tentunya keterlibatan masyarakat, terutama di sekitar sirkuit diperbanyak dan dukungan terhadap kegiatan UMKM," tutupnya.

Resmi Bela Yamaha AS Racing di WorldSSP 2026, Aldi Satya Mahendra Janji Tampil Sebaik Mungkin

  Pembalap binaan  Yamaha Racing Indonesia ,  Aldi Satya Mahendra , resmi dipastikan bertahan di  WorldSSP  2026 dan akan membela skuad anya...